Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 72


__ADS_3

Aneh tapi nyata, itulah yang ada di dalam hati Rizal, Rizal berdiri di depan cermin dan melihat dirinya dari pantulan, Rizal memegang kepalanya yang plontos tanpa rambut,


''Mas kamu lagi ngapain, tanya Nadia yang baru masuk.


''Nggak sayang, mas cuma ingin lihat wajah mas saja, apa masih tampan, atau beneran jelek.


Nadia menghampiri suaminya dan memeluk dari belakang..


''Mas, mas itu tetap tampan, walaupun umur mas seratus tahun sekali pun, nggak akan merubah wajah mas,


Rizal membalikkan badannya menghadap sang istri.


Rizal mencium kening Nadia.


Rizal tersenyum melihat bidadari yang memujinya.


''Kamu bilang seratus tahun lagi aku masih tampan, bahkan sekarang saja aku sudah mulai keriput, sedangkan kamu masih muda, mas takut kamu berpaling dari mas


''Mas sini duduk, Nadia menggandeng tangan Rizal ke pinggir ranjang Nadia memegang kedua bahu Rizal,lalu Nadia mencium kedua pipi Rizal secara bergantian.


''Aku harus membuktikannya dengan apa, supaya mas percaya kalau aku tidak akan meninggalkan mas?


Rizal tersenyum mendengar ucapan Nadia..


sebelum Rizal menjawab bunyi ponsel Rizal berdering.


Nadia yang mendengar langsung mencari sumber suara.


''Mas ini dari mama, Nadia sambil menyerahkan ponsel Rizal.


Rizal menerima panggilan dan ngobrol dengan sang mama, Rizal hanya sesekali mengangguk dan tak menjawab..


Sampai akhirnya panggilan terputus,


Nadia yang penasaran pun langsung bertanya.


''Ada apa mas, kok mas senyum senyum gitu.


tanya Nadia.


''Besok kita akan ke rumah ibu, karena mama mau melamar Lilis .


''Beneran, kita ke rumah Ibu?


''Heem... Saking senangnya Nadia langsung memeluk suaminya dengan erat.


Keesokan harinya....


Semuanya sudah bersiap siap,


Rizal maupun Nadia dan bayi mereka sudah siap meluncur ke rumah besar, karena mereka akan berkumpul di rumah besar.


Setelah semua berkumpul mereka berangkat menuju kampung Lilis, yaitu kampung Nadia juga.


Butuh waktu yang cukup lama dan menguras kebosanan di dalam mobil,


Setelah mereka sampai kampung yang di tuju,


Mereka berpisah, karena Rizal yang merasa lelah langsung ke rumah sang Ibu.


Sampai di depan rumah Ibu, Nadia bingung melihat rumahnya yang sudah berubah, pasalnya rumahnya yang sekarang lebih bagus dari pada yang dia lihat dulu, karena setelah menikah dengan Rizal ,Nadia tak pernah pulang ke rumah.


Nadia clingak clinguk dan mengernyitkan dahinya.

__ADS_1


''Sayang, ayo masuk?


''Mas, kita nggak salah kan, ini beneran rumah ibu kan?


Rizal mengangguk


''Kenapa jadi sebagus ini, Ibu punya uang dari mana untuk merenovasi rumahnya?


''Nanti mas jelaskan, sekarang kita masuk dulu !


''Akhirnya Rizal menggandeng tangan sang istri menuju rumah .


Rizal mengetuk pintu, Ibu yang mendengar langsung membukanya.


Ibu sangat terkejut melihat siapa yang datang.


Keduanya mencium punggung tangan Ibu.


''Kalian,Ya Allah Nak, Ibu kangen sekali, Ibu melihat Nadia dan sang cucu, lalu beralih ke menantunya yang sedikit beda.


Ibu memegang kedua lengan menantunya itu,


Rizal tersenyum melihat sang ibu yang sedikit bingung.


Ayo masuk! suruh Ibu.


''Wah, cucu nenek makin ganteng aja, sini sayang ikut Nenek,


''Nad, Ibu kangen sekali dengan kalian dan cucu Ibu.


''Sebenarnya Ibu juga pingin ke rumah kalian, tapi tak ada yang nganterin,


Akhirnya Rizal mendekati sang mertua.


''Bu, apa Ibu mau tinggal sama kita? tanya Rizal.


''Oh.... Iya Bu, Ibu dapat uang dari mana, untuk merenovasi rumah, sedangkan aku kan belum punya penghasilan untuk membantu Ibu.


Bu Lela tersenyum dan melihat wajah Rizal.


''Ini semua suami kamu yang melakukannya.


Nadia mengernyitkan dahinya.


''Suami kamu yang sudah merenovasi rumah ini, awalnya Ibu menolak, tapi semua bahan sudah ada, dan Ibu nggak bisa bertindak apa apa.


Rizal hanya diam dan menunduk.


''Ya Allah mas, jadi semua ini kamu yang melakukannya, bahkan aku saja tidak tau, kamu sungguh suami yang luar biasa, kamu tak hanya menyayangiku, tapi kamu juga memperdulikan Ibuku. batin Nadia.


''Mas, kenapa kamu nggak bilang sama aku.tanya Nadia


''Kenapa, apa kamu kurang suka dengan rumah ini, apa masih kurang bagus?


Nadia menggeleng dan mendekati suaminya.


''Mas, aku sangat bangga padamu, kamu tidak hanya menyayangiku saja, tapi mas juga menyayangi Ibu.


''Sayang, Ibu maupun ayah kita itu sama, jadi mas nggak akan membedakannya.


Nadia memeluk suaminya dan menangis di dekapan Rizal.


''Sudah, jangan nangis, sekarang kamu seorang Ibu, apa nggak malu sama anak kita .Rizal sambil mengusap air mata Nadia.

__ADS_1


''Oh.. Iya kalian nginep sini kan, soalnya Ibu masih kangen sama kalian dan cucu Ibu.


Nadia memandang suaminya.


Rizal mengangguk tanda setuju.


'Sedangkan acara lamaran yang di adakan di rumah Lilis sangat lah ramai, pak Doni selaku orang tua dari Deny langsung mementukan tanggal pernikahan .


Dan semua keluarga dari pihak Lilis pun menyetujuinya, karena melihat calon suami Lilis yang sangat tampan.


Setelah semua selesai ,kini mereka beralih ke rumah Nadia yang tak jauh dari rumah Lilis,


''Mas, aku capek, Alea sambil memijit betisnya, karena heels yang di pakai sangat tinggi dan berjalan di jalan yang sedikit terjal.


Rafi malah tersenyum melihat kekasihnya yang meringis,


''Kamu sih, udah tau kita mau ke kampung pakainya high heels, apa mau mas gendong.?tanya Rafi.


''Ya nggak lah, kamu fikir aku nggak punya malu apa, di gendong di depan umum.


''Berarti kalau di kamar mau dong, Rafi senyum menyeringai.


''Mas, nggak lucu ya.


Akhirnya dengan inisiatifnya, Rafi mendekati toko kelontong dan membeli sendal jepit.


Rafi menaruh sendal jepit di depan Alea.


''Apa ini mas, sendal?


Rafi mengangguk.


Akhirnya Rafi berjongkok dan melepaskan high heels Alea dan memakaikannya dengan sendal jepit.


Itu pun tak mudah, karena Alea tak pernah memakainya.


meskipun di rumah, Alea selalu memakai sandal pun yang tinggi.


Rafi yang melihat jalan kekasihnya aneh pun bertanya?


''Kamu kenapa jadi kayak gitu jalannya?


''Mas, aku tu nggak biasa pakai sendal jepit, ya rasanya kaki aku aneh lah, udah nggak apa apa ayo,


Alea menarik pergelangan tangan Rafi.


Kini mereka tiba di rumah Nadia dengan mama dan papa Doni serta Deny.


Semua berkumpul dan saling bercerita, sungguh hubungan keluarga yang sangat baik dan harmonis, itulah yang bisa di katakan, saat melihat kedua keluarga ini.


Tak ada sedikit pun masalah yang melanda.


''Jadi gi mana Zal, kamu mau pulang apa nginep disini?tanya papa Doni.


''Aku mau nginep untuk beberapa hari pa, dan kalau nanti kami mau pulang, biar aku telpon supir rumah,


Sedangkan Alea masih saja meringis, membuat Nadia bertanya.


''Kak Alea kenapa? kok seperti kesakitan gitu,


Bukan Alea malah Rafi yang menjawabnya.


''Biasa Nad, orang kota masuk kampung pakainya high heels, lihat aja kakinya, merah semua,

__ADS_1


Kini semua beralih melihat kaki Alea, benar saja kedua kaki Alea merah dan lecet.


Mama Widya menggelengkan kepalanya.


__ADS_2