
Galau, sedih,gundah,marah,itulah yang terpampang saat ini di wajah tampan Rizal
Rizal merangkul istrinya menuju kamar. sesampainya di sana Rizal Langsung ke kamar mandi, Nadia yang menyadari langsung menerka nerka.
Kenapa dengan mas Rizal, kenapa muka nya aneh banget, seperti orang yang sedih, harusnya kan sekarang dia seneng karena kaka Rafi datang, ini kok malah sebaliknya. batin Nadia.
Tapi kali ini Nadia tak bisa menahannya untuk tak bertanya, Pintu kamar mandi terbuka Nadia yang sudah tak tahan dengan sejuta pertanyaan langsung berhamburan menghampiri suaminya.
''Mas, aku boleh nanya sesuatu nggak?
Rizal hanya mengangguk
''Tapi mas jawab yang jujur ya ?
''Heem Memangnya mau tanya apa sih ?
''Mas lagi ada masalah ya di kantor ?
''Kok kamu nanya gitu ?
''Iya soalnya dari tadi mas pulang kantor itu mukanya sedih gitu kayak ada sesuatu yang di sembunyiin , memang ada apa?
Rizal tersenyum tipis dan memegang kedua bahu Nadia.
''Sayang mas nggak kenapa napa kok, dan mas nggak ada masalah di kantor, mungkin itu hanya perasaan kamu aja, mas nggak sedih paling cuma capek aja,dan kamu nggak usah khawatir.
Maaf sayang kalau untuk yang satu ini mas benar benar nggak bisa jujur sama kamu, sebenarnya memang bukan hanya sedih ,yang mas rasakan saat ini, melainkan marah kacau bercampur semua itu menyelimuti hati mas, dan mas nggak mau kalau kamu tau ,biar mas sendiri yang merasakannya, kamu sudah punya beban berat mengandung anak kita dan mas nggak mau membebanimu dengan masalah lain batin Rizal yang seakan berdosa karena
sudah membohongi istrinya.
''Ya udah kalau gitu mas senyum dong jangan cemberut terus nanti dedeknya ikut sedih .
Rizal langsung tersenyum palsu setelah mendengar suruhan Nadia.
Sedangkan di mobil Rafi masih membujuk Deny untuk mengatakannya masalah yang sedang di hadapi Rizal.
''Den sekarang kan hanya ada kita berdua, kamu jujur aja, sebenarnya apa masalah yang sedang di hadapi Rizal saat ini.
''Tapi maaf kak aku nggak bisa bilang pada kakak biar nanti Rizal aja yang bilang semuanya, kakak sabar aja menunggu beberapa hari lagi, pasti semuanya terungkap.
Karena janji, ya Deny sudah berjanji pada Rizal untuk tidak bilang ke siapapun masalahnya.
''Ya udah deh kalau kamu nggak mau, kakak juga nggak akan maksa kok, tapi kakak salut sama kamu, kamu memang sahabat yang bisa di andalakn beruntung Rizal mempunyai sahabat seperti kamu.
''Kak Rafi sambil menepuk pundak Deni yang sedang menyetir.
''Aku juga beruntung mempunyai kalian, tanpa keluarga kakak, aku juga nggak tau nasib aku akan seperti apa, kalian sekarang menjadi keluargaku satu satunya, dan aku akan sebisa mungkin untuk melakukan apa saja yang keluarga kakak butuhkan.
__ADS_1
''Kamu orang baik Den, dan semoga kamu juga mendapatkan istri yang baik seperti Rizal.
''Apa kamu sudah punya pacar?
Kenapa kak Rafi nanya seperti itu?
Deny mengangguk.
''Benarkah, siapa?
''Apa kakak benar benar ingin tau?
''Iya, memang kenapa apa takut kakak rebut
''Enggak, bahkan kakak lebih bisa mendapatkan cewek yang jauh lebih diatas pacarku.
''Emang siapa cepat katakan?
''Lilis, teman Nadia, mungkin kakak juga pernah lihat pas di acara pernikahan Rizal, tapi mungkin kakak tak mengenalnya.
''Kalau gitu kamu bilang mama dan papa aja biar di nikahin .
''Kalau urusan nikah aku udah bilang sama Lilis,,kalau kita akan mikirin belakangan nunggu dia sarjana dulu.
Oh...... ceritanya aku ketinggalan nih, ?
Percakapan Deny dan Rafi mengisi kekosongan di dalam mobil mereka saling canda tawa, sampai tak terasa mobil sudah sampai di depan rumah besar pak Doni.
Rafi masuk kedalam rumah,
''Ma Rafi pulang, teriak Rafi, mama Widya yang mendengar anak bungsunya berteriak langsung menghampirinya.
''Raf kamu kayak anak kecil aja teriak teriak, Lagian kamu kemana dulu sih kok baru sampai,
''Ke kantor Rizal ma, aku juga pingin lihat gi mana sih kantor yang aku tempati nanti.
''O.... terus kamu udah bilang sama adik kamu supaya cepat cuti.
''Iya ma aku tadi udah bilang kok.
''Papa mana ma, kok nggak kelihatan ?
''Papa kamu keluar kota katanya besok baru pulang. Setelah melepas kangen dengan mamanya Rafi langsung masuk kamar.
Sedangkan Deny langsung pulang tanpa mampir.
Di seberang sana....
__ADS_1
Semenjak mengetahui Nadia sedang hamil kini putri sering saja melepas kekecewaannya dengan pergi ke sebuah club malam .
Seperti saat ini putri pergi ke club malam bersama Nina,
Mereka sering sekali pulang malam dan mabok.
''Put udah, kamu udah banyak minum, nanti kamu mabok, oceh Nina karena sudah melihat beberapa botrpl minuman memabokkan di hadapan Putri
''Udah lah Nin ngapain kamu peduli sama aku, mama dan papa aja tak pernah peduli sama aku. teriak putri
''Mereka sangat peduli Put, mereka sangat sayang sa kamu, kamu aja yang menyadarinya.
''Buktinya mana, sampai sekarang mereka nggak bisa memenuhi apa yang aku minta. celoteh Putri yang sedang mabok.
pasalnya Putri meminta papanya untuk memisahkan Rizal dengan Nadia, dengan cara apa pun, tapi sang papa menolak, karena itu dapat berakibat fatal pada bisnisnya yang sudah terbangun sangat lama dengan perusahaan pak Doni.
Nina yang melihat temannya semakin tak sadarkan diri langsung membawa keluar dari club untuk pulang.
''Ini semua salah kamu sendiri Put, kenapa kamu nolak ajakan Rizal untuk menikah, kalau aja kamu mau mungkin hidup kamu sekarang akan jauh lebih bahagia, itulah ganjaran yang harus kamu terima, gumam Nina pelan,
Di dalam mobil Putri sudah semakin tak sadarkan diri.
Nina yang mengemusi mobilnya sampai rumah Putri.
Nina memapah Putri yang masih saja jalan sempoyongan.
Nina mengetuk pintu rumah Putri.
Mama Putri yang mendengar ketukan pintu langsung menghampiri dan membukanya.
Mama putri sangat terkejut melihat putri semata wayangnya yang sedang mabuk
''Ya ampun ini kenapa Nin.
Jadi tadi Putri telpon Nina, dan putri menyuruh Nina satang ke club tak taunya pas sampai disana Putri udah mabok kayak gini tan?
''Putri Putri, kamu itu benar benar egois, nanti kalau sampai papa kamu lihat gi mana? pasti akan marah.
Mama putri ikut memapah Anaknya yang susah payah untuk berjalan.
''Terima kasih ya Nin, kamu udah menolong Putri,kalau nggak ada kamu tante nggak tau gimana nasib Putri kalau sampai ketemu dengan orang jahat,apa memang dia sering pergi ke club ?
Nina hanya mengangguk.
''Ya udah aku pamit tante, semoga putri cepet sadar.
Di kamar Putri yang sudah sedikit sadar langsung memuntahkan isi perutnya bau yang sangat menyengat dari baju Putri, kini di tambah dengan muntahan menjadikan bau semakin tak karuan.
__ADS_1