
''Jangan bilang gitu Lis, ini kan musibah, dan jangan nyalahin diri sendiri, lebih baik kita doakan mas Rizal aja semoga nggak kenapa napa dan cepet sadar
Lilis hanya mengangguk.
Tak lama mama dan papa Doni datang ,Nadia yang melihat mertuanya membuka pintu langsung berhamburan memeluknya.
Nadia menangis di pelukan sang mama.
''Jangan nangis sayang, doakan saja semoga suamimu baik baik saja, mama dengan resah.
Mama mendekati mas Rizal.
''Kenapa bisa jadi negini Zal ?mama dengan memegang wajah mas Rizal yang lebam.
Siapa yang berani melakukan ini, apa mereka nggak tau kalau Rizal anakku, atau ini ulah pesaing bisnisku, batin papa Doni.
''Nad, memang tadi kejadiannya gimana? tanya mama.
Nadia yang mendengar pertanyaan sang mama langsung menceritakan semuanya secara detail.
'' Apa jadi mereka nggak ngerampok?
Aku hanya bisa menggeleng
Pasti ini orang suruhan dan orang ini nggak pingin melihat Rizal bahagia dengan Nadia, terus siapa pelakunya, oke aku akan urus semua, batin papa Doni.
Nadia masih setia menggenggam erat tangan suaminya. Nadia menangis tak henti hentinya di tangan suaminya.
''Sayang kenapa kamu nangis, tiba tiba suara Rizal mengagetkannya.
''Mas, mas udah bangun,Aku langsung memeluk mas Rizal.
Mas Rizal hanya mengangguk.
Sementata itu Irfan langsung memanggil dokter.
''Mas, apa masih ada yang sakit ?
mas Rizal menggeleng.
''Kamu ini kenapa sih? mas nggak apa apa .
''Mas kamu tu pingsan berjam jam dan kamu bilang nggak apa apa?
''Iya zal apa kamu nggak sadar udah bikin mama dan papa panik,mama Widya
'' Mama ,papa, Sayang kamu lihat sendiri kan mas nggak apa apa, kamu sendiri gi mana ?maaf mas nggak bisa ngelindungin kamu .
''Mas, aku nggak apa apa, lagian mereka juga nggak ngapa ngapain aku kok,
''Terus apa yang mereka ambil
''Mereka nggak ngambil apa apa.
Terus apa motif mereka, apa mereka memang mengincarku, perasaanaku nggak punya musuh, terus siapa mereka, batin Rizal.
Dokter datang untuk memeriksa Rizal yang baru sadar
''Gi mana dok keadaan anak saya?
__ADS_1
Kami akan mengambil sample darah tuan Rizal untuk kami tindak lanjuti Tuan.
''Baik silahkan.
Setelah mengambil sample darah,
Dokter langsung memanggil para suster untuk memindahkan pasien ke ruang rawat.
Ada apa dengan Rizal apa ada yang bahaya? mama
''Maaf dokter nanti untuk hasilnya bicarakan sama kami saja, jangan sama istrinya .bisik mama
Dokter mengangguk.
''Mas, kamu makan dulu ya, maaf ini masakan rumah sakit, karena aku nggak bisa masak untuk kamu,
Mas Rizal mengangguk.
Aku menyuapi mas Rizal dengan pelan, seperti biasa mas Rizal nggak terlalu lahap dengan masakan rumah sakit tapi aku yerris memaksa hingga tinggal sedikit.
''Kak aku pamit ya, soalnya ini kan udah malam besok aku pasti ke sini lagi
''Iya kak, lagian aku juga mau ngambil motor yang tertinggal di tempat tadi.
''Kalian pakai mobil Nadia aja, nggak apa apa kok ,terima kasih ya Fan udah bawa aku ke sini
''Sama sama kak.
''Iya Fan kan ini udah malam, kamu antar Lilis pakai mobil aja. Nadia
''Iya deh kak Nad terima kasih
Lilis dan Irfan berlalu meninggalakn rumah sakit.
''Ma pa aku udah nggak apa apa kok,
''Kalau gitu mama dan papa juga pulang ya biar Aku aja yang nemenin mas Rizal. Nadia
''Ya udah kalian telepon Deny aja vuntuk menwmani kalian di sini
''Iya pa.
Mama Dan papa pun ikut berlalu meninggalakan rumah sakit.
Kini tinggal mereka berdua dan Rizal juga nggak menghubungi Deny.
''Sayang kamu tidur sini ya samping mas,sambil menepuk ranjang yang masih kosong sedikit.
Nadia yang melihat aba aba dari suaminya langsung naik ke atas ranjang sambil tersenyum
Di sisi lain .....
Putri sedang marah
''Bodoh.... aku kan cuma minta kalian memperingati Nadia bukan sampai memukul Rizal segala.
''Tapi bos Rizal keluar duluan dari mobil jadi kami menghajarnya.
''Aku kan sudah bilang sama kalian tunggu Nadia keluar sendiri, kalian itu sangat gegabah, awas aja kalau sampai ada apa apa sama Rizal kalian harus bertanggung jawab.
__ADS_1
*Flashback off
Dikampus Putri sedang mengintai pembicaraan Nadia dan Lilis yang akan pulang naik angkot, Putri yang mempunyai maksud langsung mengikuti angkot yang mereka tumpangi
Sesampainya angkot di depan rumah Nadia .Putri langsung menghubungi seseorang.
Halo ini aku Putri, aku ada tugas untuk kamu, kamu tolong peringatkan seorang wanita untuk meninggalkan Rizal
Putri langsung mengirim alamat di sertai fhoto Nadia
Kamu lakukan dengan rapi jangan sampai ketahuan kalau kalian suruhanku. itulah kira kira percakapan putri dengan seseorang di seberang telepon.
Setelah menelepon seseoarang Putri langsung meninggalkan rumah Rizal*.
Flashback on
''Tapi kalian nggak ketahuan kan ?
''Enggak bos kita memakai topeng
''Bagus kalau gitu ini bayaran kalian dan sekarang kalian boleh pergi dan nanti kalau aku butuh kalian, kalian harus langsung stand bay untukku .
''Beres bos .
kedua preman itu langsung meninggalkan Putri yang masih setia duduk si cafe.
''Ini baru permulaan Nadia kamu tunggu selanjutnya aja kalau sampai kamu nggak mau meninggalkan Rizal
Akan aku pastikan hidupmu nggak akan tenang. Putri bergumam.
Di kediaman papa Doni
''Pa, kira kira siapa yang mau celakain Rizal ya pa, nggak mungkin kan ini murni kecelakaan, dan mereka juga nggak ngambil apa apa .
''Iya juga sih ma, kayaknya papa nggak pernah punya pesaing bisnis sampai seperti ini.
''Apa ini Pesaing bisnis baru Rizal?
''Tapi mama tenang aja papa sudah menyuruh orang suruhan papa untuk menyelidikinya
''Ya udah semoga cepat terungkap.
''Kasihan aja ama Rizal pa harus menderita seperti itu.
''Aku suka nggak tega kalo lihat Rizal kesakitan pa, mama jadi ingat Rizal kecil.
Udah lah ma, jangan di bahas kita berdoa saja semoga Rizal nggak apa apa dan cepat sembuh.
Pagi sekali Nadia bangun dan langsung ke kamar mandi untuk membersihkan diri.
Setelah selesai sholat shubuh Nadia langsung kembali ke ranjang sang suami.
Nadia memeluk suaminya dari samping.
Mas apa aku harus jujur padamu soal kata kata preman itu untuk meninggalkanmu.tapi aku nggak sanggup mas untuk berpisah darimu lalu sekarang apa yang harus aku lakukan ,Ya Allah tolong tunjukkanlah jalan yang terbaik untukku dan suamiku .Batinku.
''Kamu kenapa lagi sayang?apa yang kamu pikirin ?
''Mas, kamu itu selalu saja bikin aku kaget, enggak kok, aku nggak mikirin apa apa, aku cuma lagi ingat kejadian semalam aja ,aku nggak nyangka akan ada kejadian seperti ini
__ADS_1
''Udah lah sayang jangan di pikirin mungkin mereka salah orang.
Nggak mungkin mas mereka salah orang, preman itu dengan jelas menyebut namaku untuk meninggalakanmu, batinku.