Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 81


__ADS_3

Hari ini adalah hari yang di tunggu oleh sepasang kekasih yang akan melakukan akad nikah sekali gus resepsi pernikahan, siapa lagi kalau bukan Deny dan Lilis.


Di rumah Besar papa Doni sangat ramai,


MUA datang untuk merias para wanita di rumah itu.


Di dalam kamar, Nadia kini yang telah selesai dirias pun berubah total, karena hari hari biasa Nadia memang jarang sekali memakai make up.


Rizal yang melihat istrinya pun langsung melongo tak berkedip.


Nadia menyadari tatapan sang suami, namun Nadia sengaja tak mau mendekat.


Akhirnya Rizal lah yang menghampiri sang istri yang masih duduk di meja rias.


''Stop, mas, cepetan ganti baju, nanti kita telat gi mana ?


Nadia menyetop sang suami yang hampir menyentuh nya.


Ketakutan yang tak beralasan, emang dia kira aku mau ngapain, aku kan cuma mau pegang aja,


''Mas mikir apa, ayo ganti baju ?


''Heem.


Akhirnya Rizal segera ganti baju,


Nadia yang melihat Rizal mondar mandir pun jadi bingung .


Baju udah rapi, sepatu udah, terus nyari apa lagi. batin Nadia.


''Mas, kamu kenapa?


''Sayang, kamu nggak lihat kepala mas plontos,


''Terus kenapa, apa ada yang salah?


''Sayang kan mas malu ,nanti kalau ada yang ngejek mas gi mana?apa mas pakai wig aja ya?


''Nggak usah!


''Mas, sini deh, siapa sih yang berani mengejek Rizal Ceo tampan.


Nadia mencium kepala sang suami.


Kini kepala plontos Rizal di penuhi lipstik sang istri.


''Kamu mau menggodaku?


Nadia menggeleng.


''Ayo bersihkan, kamu mau mas lebih malu lagi dengan bekas bibirmu ini, sambil menunjuk ke kepalanya.


''Maaf, aku kan cuma bercanda.


''Sayang kalau mau bercanda jangan sekarang nanti malam aja.


Mulai mesum deh.


Nadia hanya tersenyum geli melihat kepala suaminya yang berwarna merah karena ulahnya.


Mobil papa Doni dan keluarga sudah tiba di hoyel X ,


Deny pun terlihat sangat bahagia, begitu juga dengan semua pasangan yang datang.


Lilis yang di dampingi Alea dan Nadia pun terlihat tegang,


''Lis, kamu kenapa?, Nadia yang melihat sang sahabat sedikit gemetar,


''Aku takut, Nad?

__ADS_1


''Apa yang kamu takutkan.


Lilis mengangkat kedua bahunya.


''Ya udah ayo turun, akad nya akan segera di mulai.


Lilis, Nadia dan Alea turun dari kamar sang pengantin menuju acara Akad nikah.


kini posisi Lilis sudah duduk di samping Deny,


Deny menoleh ke arah Lilis,


Doni mengernyitkan dahinya setelah melihat Lilis meremas kedua tangannya.


''Kamu kenapa? bisik Deny


Lilis menggeleng.


Sepertinya dia ketakutan, ini kan baru akad, ngapain dia takut,batin Deny.


''Jangan takut, aku nggak bakal apa apain kok, tapi ntar malam kamu siap siap aku makan,bisiknya lagi.


Deny mulai ikut ikutan jahil seperti yang di ajarkan Rafi.


*Flashback off.


Malam malam sebelum hari pernikahan Rafi datang ke apartemen Deny.


''Kakak ngapain malam malam ke sini, tanya Deny.


''Kenapa nggak boleh, ya udah aku pulang lagi deh.


Rafi hampir saja berbalik, namun tangannya langsung di cengkal Deny.


''Kamu kenapa kok gelisah gitu, tanya Rafi melihat muka Deny yang tegang dan berkeringat.


''Halah, jangan bohong aku tau kok kalau kamu lagi gelisah,


''Iya sedikit sih ,besok kan hari pernikahan aku,


''Kamu ini jantan nggak sih, masa gitu aja pakai gelisah,


''Kalau kamu kayak gini ,besok saat di dekat Lilis pasti kamu di kira impoten ,dan Lilis akan lari dari kamu, Di mana mana pengantin baru itu yang biasanya takut pengantin wanitanya, bukan pengantin prianya,


''Masa sih kak,pengantin wanita juga takut?


Heemm... Rafi sambil menggut mnggut dengan senyum liciknya.


''Aku yakin Lilis juga pasti takut ,kalau di lihat dari mukanya yang pemalu itu, pasti dia gemetaran lihat kamu di sampingnya.


''Dan saat Lilis terlihat takut kamu goda aja, biar tambah takut, tapi jangan bilang kalau ini tips dari kakak.


Deny mengangguk dengan ide ide jahil Rafi .


Dalam hati Rafi pun menari nari sambil tertawa cekikikan*.


Flashback on


Lilis yang mendengar ucapan Deny semakin meremas kedua tangannya.


Setelah akad selesai, kini status Lilis resmi menjadi seorang istri ,


Lilis langsung di bawa ke kamar untuk mengganti bajunya karena acara resepsi langsung di laksanakan saat itu juga


''Mengingat keluarga Lilis dari jauh,


Semua para tamu memberi selamat kepada pengantin yang menampakkann senyumnya itu.


Dari jauh terlihat wanita cantik datang dengan ke dua orang tuannya.

__ADS_1


''Selamat ya Lis, akhirnya kamu resmi juga menjadi istri kak Deny, Nadia.


''Terima kasih ya Nad, aku juga nggak nyangka, akhirnya aku sudah resmi menikah dengan kak Deny.


''Selamat ya Den, akhirnya kamu jadi seorang suami juga .Rizal.


''Terima kasih,


''Hai nggak usah terima kasih, seharusnya aku yang berterima kasih, sekali gus minta maaf ,mungkin kalau bukan karena aku, pasti kamu sudah menikah dari dulu?


Rizal dan Deny berpelukan,


''Sayang ayo gantian tu banyak yang ngantri, Nadia sambil mengagandeng tangan Rizal.


''Sayang, Juan mana ?


''Biasa, sama mama?


Akhirnya Nadia dan Rizal duduk di kursi yang di sediakan.


''Hai Zal apa kabar?, tiba tiba saja wanita cantik menanyakan kabar Rizal.


''Hai, Put kamu datang juga, aku baik, kamu sendiri gi mana?


Putri hanya bertanya pada Rizal dan tak menghiraukan Nadia di dekatnya.


Apa ,dia hanya menanyakan kabar mas Rizal dan tak melihatku,


''Sama mama dan papa dong, sama siapa lagi?


''Kekasih mungkin,


''Ya ampun Zal, aku tu belum bisa move on dari kamu, jawab Putri ceplas ceplos.


Belum bisa move on dengan laki laki yang sudah berkeluarga, bahkan sudah punya anak, apa nggak mikir tu orang ,Nadia sedikit jengkel


''Kamu bisa aja,


''Hai, kenapa selera kamu berubah, kamu kan dulu nggak suka plontos, tapi kenapa sekarang jadi gini ?


''Maaf ya Put, itu nggak usah di pertanyakan, mendingan kamu nanya yang lain aja,


''Hai, aku kan nggak nanya sama kamu, biar Rizal sendiri yang jawab.


Rizal tersenyum .


Kenapa dengan Putri, kenapa dia judes banget sama aku, perasaan aku nggak punya salah sama dia. batin Nadia.


''Benar kata Nadia, nggak usah kamu pertanyakan soal rambut, mendingan kita bahas yang lain saja,


''Mas, aku cari Juan dulu ya, kamu temani Putri.


Nadia sambil beranjak dari tempatnya.


Rizal mengangguk.


Nadia berlalu dari hadapan Rizal dan putri karena kesal melihat tangan Putri yang selalu memegang tangan Rizal, meskipun Rizal sudah menghindar.


Dari jauh Nadia memandang suaminya yang sesekali tertawa lepas dengan Putri.


''Kamu kenapa Nad? Rafi dari belakang mengagetkan Nadia.


Nadia menggeleng dan mengusap air matanya.


''Maaf kak, aku mau cari Juan, apa kakak tau?


''Tu disana sama mama, kenapa kamu sendiri Rizal mana ?


''Lagi ngobrol sama teman lamanya, jawab Nadia bohong.

__ADS_1


__ADS_2