
Sedangkan Rizal masih mematung di tempat menjadi pendengar setia pertengkaran antara istrinya dan Hari.
''Jadi kamu anggap aku cuma teman, dan kebaikan aku selama ini hanya cuma teman, Hari
''Ya teman, aku nggak pernah menganggap kamu lebih dari seorang teman, jadi maaf kalau selama ini kamu menganggapnya lebih. .
Nadia langsung menghampiri sang suami dan menarik tangannya,
Nadia mulai berlalu meninggalkan Hari yang masih mematung di tempat.
Dalam perjalanan pulang tak ada satu patah kata pun dari keduanya.
Sesampai mereka di rumah, Rizal langsung masuk ke dalam kamar dan menutup pintu.
Nadia merasa bersalah karena sudah membuat hati suaminya gundah,
Pasti mas Rizal sakit hati mendengar ucapan Hari tadi, Ya Tuhan semoga dia mau mendengarkan penjelasanku. batin Nadia.
Nadia hendak membuka pintu, tapi sang Ibu datang dari belakang memanggilnya.
''Ada apa Nad, kok kelihatannya kamu kesal
Nadia hanya mengangguk.
''Maaf ya Bu, Nadia belum bisa bercerita,aku mau menemui mas Rizal dulu.
Sang Ibu mengangguk.
Nadia perlahan membuka pintu,
Nadia melangkahkan kakinya perlahan menghampiri suaminya yang duduk di pinggiran ranjang.
''Mas, apa kamu mau mendengarkan penjelasanku?
Rizal diam, dan tak bergeming dari tempatnya.
''Mas, aku mohon, jangan diam seperti ini, bicaralah, kalau mas ingin marah, marahlah, aku siap untuk menerimanya, tapi jangan diamkan aku seperti ini.
Rizal menoleh menghadap sang istri,
Rizal memegang kedua pipi Nadia dan berkata.
''Kamu cantik, baik, kamu bisa mendapatkan laki laki yang jauh lebih tampan dari pada aku, benar apa kata Hari, kamu menikah dengan laki laki tua seperti aku.
Tanpa kata Nadia langsung memeluk suaminya dari samping.
Nadia terisak dalam tangisnya,begitu juga Rizal.
''Mas nggak boleh bilang seperti itu, mas jangan dengar kata orang lain ,cukup mas percaya sama aku saja, dan itu sudah cukup,
''Sayang, apa kamu terpaksa dengan keadaan ini?
Nadia menggeleng.
__ADS_1
''Mas tolong kali ini aja,dengarkan penjelasanku, aku mohon! Nadia memelas.
Akhirnya Rizal mengangguk anggukkan kepalanya.
Flashback off
Hari kelulusan pun tiba,
''Alhamdulillah Ya Allah, akhirnya aku mendapat bea siswa, semoga semua apa yang aku cita citakan tercapai.
Di saat Nadia merasa bahagia, datang dari belakang Hari yang juga menunjukkan wajah bahagianya.
''Hai, Nad, kamu mau ngelanjutin kemana? tanya Hari
Nadia tak menjawab malah menunjukkan sebuah piagam .
''Bea siswa, kamu dapat ini dan kuliah di kampus ternama di kota j ?tanya Hari.
Nadia mengangguk.
''Kalau kamu ke mana ?
''Aku akan ikut keluargaku ,dan aku akan kuliah di kota S.
''Selamat deh kalau gitu.
Terus kamu masuk jurusan apa ?tanya Hari.
''Dari kecil aku tu ingin sekali menjadi seorang dokter, dan aku akan membangun klinik di kampung, dan semoga cita citaku tercapai sebelum aku menikah,
''Maksud kamu apa?
''Katanya kamu pingin bangun klinik dan kamu nggak akan menikah dulu, jadi kita bisa membangun klinik bareng bareng.
''Ya kita lihat aja nanti, kita kan nggak tau kedepannya, siapa tau jodoh kamu datang duluan, atau jodoh aku yang datang duluan, dan kita kan nggak bisa lari dari itu. ,
''Tapi Nad, ...kata Hari langsung di potong oleh Nadia.
''Udah lah Har, kita jalani aja seperti ini ,
dan aku nggak mau memikirkan menikah dulu, Aku mau fokus kuliah dan mencari biayanya, karena aku tau ,Ibu nggak mungkin sanggup untuk membiayai kuliahku apa lagi itu kampus ternama.
Akhirnya Nadia berlalu meninggalkan Hari yang masih mematung.
Flashback on.
''Itulah yang sesungguhnya terjadi, dan saat aku pergi ke kota j, aku juga nggak pernah berhubungan lagi dengannya, meskipun kita dulu berteman semenjak SMA, tapi aku hanya menganggapnya teman tak lebih,
''Dan pada akhirnya aku memang mengingkari janjiku sendiri,sebelum cita citaku tercapai aku sudah menikah denganmu ,dan aku nggak bisa menjadi dokter di kampung ini.
''Karena menurutku itu jalan yang terbaik, karena sepertinya ,aku nggak sanggup untuk bekerja dan belajar, karena itu sangat melelahkan.
''Di samping itu orang yang ingin menikahiku adalah orang yang sangat baik dan tampan.
__ADS_1
Rizal yang mendengar cerita istrinya malah tersenyum.
''Kamu ingin membuat klinik di sini kan?
Nadia mengangguk.
''Mas akan membuat klinik di kampung ini.
''Tapi maaf untuk urusan Dokter mas akan mencarinya untuk bertugas di sini, karena mas nggak mau kamu ninggalin mas dan tinggal lagi di kampung ini, bukan maksud mas egois, tapi kamu tau sendiri kan ,mas harus menjalankan perusahaan papa dan mas nggak bisa disini, karena tempat ini sangatlah jauh.
Nadia semakin mempererat pelukannya.
''Mas, aku harus balas apa untuk kebaikan mas,rasanya pengabdian seumur hidupku pun tak bisa membalas semua yang mas lakukan untukku.
''Jangan bilang begitu, bahkan kamu sudah melunasinya sebelum aku melakukannya, cukup kamu di sisiku, itu sudah membayar dengan apa yang ku berikan padamu.
''Jadi, mas tersenyumlah jangan pernah dengarkan kata orang lain selain aku,
''Mereka hanya bisa melihat kita dari luar, akan tetapi mereka sangatlah rugi karena tidak mau mengetahui tentang kita.
''Mas akan selalu tersenyum, jika itu membuatmu bahagia.
Sedang di kota J... di apartemen Deny.
Kini ada yang lagi merana melihat sang sahabat sedang memilih undangan, pasalnya yang di inginkan belum juga tercapai dan harus menghadiri undangan temannya.
Deny yang menyadari sikap Rafi langsung bertanya.
''Kak Rafi kenapa, kok dari tadi bengong.
''Kamu tau kan Den, umur mu berapa dan aku berapa, tapi kamu dan Rizal nikah duluan, sedangkan aku ,melamar aja belum,
''Terus kenapa kakak nggak lamar kak Alea sekarang aja!kata Deny.
''Nggak semudah itu.
''Sayang kamu yang sabar dong, lagian aku kan juga nggak akan ninggalin kamu, jadi kita belakangan aja, biarin aja mereka yang nikah dulu, Toh kita kan juga belum tua.
''Tu dengerin kak Aleanya aja sabar, masa kakak malah nggak sabar,
''Ya udah deh, sabar ya hati,sabarlah sebentar saja, biarkan mereka bahagia, setelah itu giliran kamu yamg bahagia. Rafi berbicara sendiri dan mengelus dadanya.
Alea tertawa mendengar ucapan kekasihnya yang konyol.
''By the way aku kok kangen ya ama Rizal, dia apa kabar, mentang mentang udah sama sang istri udah nggak butuhin kita lagi, Rafi.
''Jangan gitu mas, wajar saja, mereka kan lagi seneng seneng nya lagi, setelah sekian lama berpisah, jadi ya biarin aja, jangan ganggu,
Alea.
''Iya kak, lagian kakak nggak lihat kalau mereka itu seperti pemain dalam cerita novel, aku aja sampai ikut nangis, saat mereka baru ketemu, kata Deny.
''Iya waktu itu kakak juga ikut nangis, persis dengan Romeo dan Julied.
__ADS_1
''Udah ini kok malah ghibahin orang. Alea
''Nggak papa sayang kan baik.