Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 70


__ADS_3

Setelah cukup lama kunjungan Alea dan Rafi, mereka langsung pamit pulang, karena hari pun sudah mulai berganti malam.


Nadia pun mulai menyiapkan segala keperluan Rizal, seperti makan dan obat yang harus di konsumsi Rizal.


Rizal melihat istrinya yang sibuk ke sana kemari pun menjadi merasa bersalah.


''Sayang udah dong, kamu kan seharian nggak istirahat, terus sampai jam segini juga belum istirahat, kapan kamu berhenti kerjanya.


''Mas, aku di sini tu buat menjaga dan menyiapkan apapun yang kamu butuhkan, jadi sebelum semua selesai, aku nggak akan istirahat, dan ingat mas nggak boleh protes, cukup lihat aku saja.


Rizal hanya diam tanpa kata setelah mendengar ucapan Nadia.


Tidur di tempat yang tak di inginkan namun terasa nyaman, itulah saat ini yang di rasakan Rizal dan Nadia, meskipun ranjang yang sangat sempit namun mereka berdua merasa kan kenikmatan tidur. karena memeluk orang yang di cintai.


Nadia sangat telaten merawat Rizal seorang diri tanpa bantuan suster,


Setiap kali Dokter maupun suster datang hanya memeriksa saja, selain itu untuk urusan yang lain sudah di lakukan Nadia.


Sungguh bahagianya Rizal, meskipun dirinya sakit, tapi hatinya merasa lega bisa dekat orang yang di cintainya, ke khawatirannya tentang Nadia pun musnah sudah, karena semua itu berbalik dengan kenyataan,


Rasa tak ingin kehilangan itu pasti ada pada insan yang saling mencintai, namun ego bisa saja salah, karena kenyataan itu tak bisa di lawan.


Pada kenyataannya rasa cinta yang Rizal dan Nadia miliki, itu lebih besar dari pada ego masing masing.


Satu bulan sudah Nadia menetap di rumah sakit bersama sang suami., Nadia tak pernah meninggalkan Rizal walau sedetik pun, Nadia rela berpisah dengan anak,demi kesembuhan suaminya, memang butuh perjuangan untuk mencapai sebuah ambisi,


Rasa ingin sembuh Rizal pun sangat besar melihat pengorbanan Nadia yang merawatnya dengan tulus dan tak pernah mengeluh, walau pun terkadang Rizal tak mau di bantu Nadia,


Hari ini adalah hari pengambilan hasil lab penyakit Rizal.


Dan hari ini semua keluarga berkumpul di rumah sakit.


Karena dilihat dari kondisi Rizal yang akhir akhir ini semakin membaik dan tak perlu melakulan kemo lagi, namun Rizal masih mengkonsumsi obat .


Rafi yang datang ke ruangan dokter dan mengambil hasil lab tersebut.


Rafi langsung membukanya di tempat.


Setelah membaca Rafi kegirangan dan salah tingkah di depan dokter.


''Terima kasih Ya Tuhan ,akhirnya Rizal bisa sembuh .


''Selamat ya pak, ini termasuk suatu keajaiban, tuan Rizal bisa sembuh secepat ini, biasanya kasus yang sama ,bisa bertahun tahun untuk membunuh sel kanker itu.

__ADS_1


''Terima kasih, Ya sudah dok, kalau gitu saya permisi


Rafi berjalan menuju kamar sang adik.


Tapi ,ada yang beda dengan muka Rafi kali ini, Rafi masuk dengan muka yang sangat sedih,


Rafi menghampiri mama Widya dan memeluknya, Rafi mengeluarkan air matanya.


Semua yang melihatnya pun menjadi panik dengan sendirinya, karena melihat amplop yang di bawa Rafi.


''Kenapa kak, apa hasil labnya? tanya Rizal.


Nadia mulai meneteskan air matanya melihat kesedihan Rafi.


Rafi menghampiri Rizal yang berada di atas ranjang.


Rafi merangkulnya,


''Selamat, kamu sudah sembuh, dan mulai hari ini, kamu bisa pulang dan rawat jalan.


kata itulah yang di ucapkan Rafi saat merangkul Rizal.


Semua dalam ruangan menangis, tapi tangisan bahagia, karena ini lah yang di tunggu tunggu, dan akhirnya menjadi nyata.


Nadia juga tak kuasa menahan tangisnya, Nadia menangis tersedu sedu.


Nadia langsung menghampiri Rizal dan memeluknya.


Nadia tidak bisa berkata apa apa, hanya tangisan yang dia tunjukkan pada suaminya.


''Sudah jangan menangis,mas nggak mau kalau kamu selalu membuang air mata kamu.


''Mas sudah sembuh, dan semua ini berkat kamu, kamu yang sudah merawat mas, kamu yang sudah berjuang untuk mas, kamu adalah pahlawanku setelah mama, kamu adalah wanita terhebat, kamu bisa meyakinkan aku kamu penyemangatku, kamu segalanya bagiku, jadi jangan nangis, berbahagialah, aku tidak akan membuatmu menangis lagi, kata Rizal.


''Mas, apa pun akan aku lakukan untuk kesembuhan mas, mas nggak perlu memujiku, karena ini adalah kewajibanku sebagai seorang istri, kamu adalah syurgaku, kamu imamku, dan kamu adalah masa depanku, meskipun mas bilang aku terhebat, aku masih tetap menjadi makmum mas, dan mulai hari ini kita akan membangun keluarga kecil kita,


Rizal mengangguk.


Terharu, itulah yang di rasakan semua orang yang menyaksikan antara Nadia dan Rizal.


''Dramanya sudah ya, jangan bikin semua iri, kamu nggak lihat Deny belum halal, kata Rafi.


Deny yang menjadi korban kejahilan langsung menjawab.

__ADS_1


''Emangnya yang ngomong sudah halal?


Rafi langsung menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Semua menjadi tersenyum setelah mendengar candaan Rafi dan Deny.


''Sudah ,sudah, kalian ini kenapa malah jadi ribut sendiri, kan sekarang urusan Rizal sudah kelar, gi mana Den, apa kamu sudah siap untuk menikahi Lilis?tanya mama Widya.


Deny mengangguk,


''Kalau gitu tante dan om akan melamar Lilis untuk kamu, dan kalian akan segera menikah, jangan lama lama,


''Terus Rafi kapan ma?tanya Rafi.


''Kamu belakangan ,nunggu uban kamu tumbuh, baru mama akan melamar Alea untuk kamu, apa kamu mau menunggu Rafi sampai ubanan Lea?


Sedangkan Alea hanya tersenyum mendengar kata bu Widya.


Semua pun ikut tertawa mendengar mama Widya kecuali Rafi.


''Ma, kalau aku udah tumbuh uban dan Aleanya nggak mau gimana?


Bukan mama Widya yang menjawab malah Alea mendekatinya.


''Mas, meskipun kamu sudah ubanan dan keriput aku akan tetap menunggu mu, jangan khawatir Alea hanya untuk Rafi seorang.


''Terima kasih sayang, akhirnya aku mendapatkan wanita yang aku impikan selama ini.


Rafi hendak memeluk Alea ,namun di halangi mama Widya.


''Eits... tunggu dulu, tunggu sampai sah dulu, jangan main peluk peluk ,ini anak orang,


''Ya udah kalau gitu mama dan papa cepat dong nikahin aku sama Alea!


''Nggak bisa Raf, biar Deny dulu, baru kamu.


Kesedihan yang di rasakan sampai berbulan bulan di kamar itu, kini berubah menjadi kebahagiaan yang tak terduga, semuanya hanya memancarkan senyum dan tak ada kesedihan pun, tak ada lagi air mata duka,


Rona wajah Rizal yang terlihat bahagia, itulah yang menjadi kunci kebahagiaan semua orang.


Kasih sayang orang di dekatnya membuat tekad besar untuk kesembuhannya.


Setelah berbulan bulan menderita, dan seakan tak ada harapan lagi justru obat yang paling mujarab datang menghampirinya.

__ADS_1


'Ya, Nadia adalah obat mujarab bagi Rizal, dengan ketekunan Nadia, itu membantu kesembuhan Rizal.


Tak di sangka, bukan hanya obat dari dokter yang bisa menyembuhkan orang sakit, namun kasih sayang yang sangat besar juga merupakan obat yang paling ampuh.


__ADS_2