
Rizal melihat kedua orang wanita yang berpelukan dan saling beradu tangis pun langsung menghampirinya, Rizal berdiri tegak di depan Nadia dan sang mertua.
''Sayang, kenapa Ibu menangis?
Mendengar ucapan suaminya Nadia langsung melepaskan pelukannya dari sang Ibu.
''Kamu juga, kenapa sih kamu suka banget nangis;?
Nadia segera menyeka air mata nya yang sudah membasahai pipinya.
Nadia menghampiri suami yang masih berdiri di depannya.
''Mas, Kami hanya ingat sama pahlawan kami yang sudah tiada, kami sangat merindukannya,
''Maksud kamu ayah?
Nadia mengangguk.
Rizal tersenyum tipis dan menghampiri sang mertua.
''Bu, pasti ayah sudah tenang di alam sana, dan Ibu jangan menangis lagi, pasti sekarang ayah melihat kita di sini. Rizal.
Akhirnya Bu Lela berhenti dari tangisnya.
Para tetangga pun berdatangan melihat keramaian di depan rumah Nadia.
(biasa orang kampung mah kepo, kalau ada sesuatu yang aneh sedikit hi... hi.. hi... )
''Nad, Ini untuk apa, apa kamu mau bangun rumah lagi untuk Bu Lela?
Nadia yang mendengar ucapan para tetangga pun menghampirinya.
Seperti biasa Nadia menampakkan senyum manisnya.
Senyum manis yang membuat suami nya tergila gila.
Nadia Menggeleng.
''Terus semua ini untuk apa?
Nadia melihat suaminya dan mengisyaratkan untu menghampirinya.
''Ibu Ibu, perkenalkan ini suami Nadia, namanya mas Rizal, Rizal langsung menangkupkan kedua tangannya tanda perkenalan.
''Wah, ganteng ya suami Nadia, bisik para Ibu Ibu tetangga.
''Mas, kamu saja yang menjelaskan, aku nggak ada hak untuk ini.
Mendengar perkataan istrinya Rizal langsung menjelaskan di depan para tetangga Nadia yang kebanyakan Ibu ibu.
''Maaf, sebelumnya saya minta maaf pada semuanya, karena saya juga belum minta izin kepada bapak kepala desa disini,
''Niat saya mau membuat rumah sakit Bu,supaya warga kampung sini tidak susah untuk berobat,
''Wah, kamu masih muda, ganteng, baik lagi, kami nggak menyangka, suami kamu sebaik ini Nad, kalau masih ada satu di dunia ini biar untuk anak Ibu.
Semua terkekeh mendengar ucapan tetangga yang satu ini.
Wah, Ibu ibu ini bisa bisanya bilang aku ganteng, aku kan jadi malu. batin Rizal sambil menekuk belakang lehermya.
Dari jauh ada laki laki paruh baya mendatangi rumah Nadia.
__ADS_1
''Ini ada pa, apa rumah mbak yu mau di bangun lagi?
''Paman, paman apa kabar?
''Kamu ndok, paman baik baik saja, kamu kapan ke sini kok nggak mampir ?
''Iya paman, kemarin aku dan mas Rizal mau mampir, tapi....
''Tapi opo ndok.?
Nadia menoleh ke arah suaminya,
Rizal menggeleng.
''Ya, tapi nggak jadi,nanti deh aku dan mas Rizal ke sana .
''Oh iya terima kasih ya nak Rizal atas kiriman sembako dari nak Rizal, kami tidak bisa membalas apa apa dan hanya bisa berterima kasih saja.
Lagi lagi Rizal hanya tersenyum ,mendengar pujian pujian yang terlontar untuk dirinya.
Nadia sedikit bingung dengan perkataan pamannya.
''Wah, ternyata orang kaya tidak semuanya pelit ya, lihat aja menantu Bu Lela ini, dia sangat baik, bahkan dengan keluarga sang istri sekalipun.
''Iya Ya, ternyata yang sering kita dengar kalau orang kaya itu akan memandang sebelah mata kepada orang miskin salah ya, ternyata masih ada yang baik dan itu pastinya sangat langka..
Para tetangga berceloteh dengan sendirinya.
''Nadia kamu sangat beruntung Ndok, punya suami seperti nak Rizal, tadi paman tanya ,kenapa belum di jawab?
''Ini paman, saya mau membangun rumah sakit di sini, dan nanti paman tolong saya untuk ke rumah kepala desa ya? pinta Rizal.
''Kalau untuk ke rumah kepala desa, biar paman saja yang ke sana,nanti paman yang akan memberi tau kepala desa di sini.
''Terima kasih paman .
Ternyata tanpa sepengetahuan Nadia Rizal sering mengirim sembako dan uang kepada Ibu dan pamannya
Setelah sekian lama nimbrung di depan rumah Nadia, matahari sudah mulai menyengat, dan itu sangat mengganggu kepala Rizal yang plontos tanpa rambut
Nadia pun mengerti akan pergerakan suaminya yang sedikit tidak nyaman.
''Ibu Ibu, maaf ya ,kami permisi dulu,
Nadia menarik tangan suaminya dengan pelan.
Semuanya menganggukkan kepalanya.
''Kenapa sayang, kenapa kamu menarik tangan aku kayak gini.
''Mas, aku tau, kamu pasti nggak nyaman.
Nadia sambil mengelap keringat yang mulai keluar dari pori pori kepala suaminya.
Rizal tersenyum sambil memandang wajah cantik sang istri,
Nadia masuk dan mengambil minum untuk suaminya.
Sedangkan Rizal yang duduk di teras malah senyum senyum sendiri, entah apa yang terbenak dalam otaknya saat ini.
''Mas, ini minumnya, Nadia sambil menyodorkan segelas air putih ke arah Rizal.
__ADS_1
''Mas kenapa senyum senyum sendiri, apa ada yang lucu?
Bukan menjawab malah mengangguk anggukkan kepalanya.
Lucu, perasaan dari tadi nggak ada yang lawak, hanya ada pujian untuk dirinya,tapi ini mas Rizal malah senyum sendiri.
Nadia mengangkat kedua bahunya.
''Kamu tadi dengar kan ,Ibu ibu tetangga pada ngomongin mas,
Nadia mengangguk.
''Masa kamu nggak tau kalau ada yang lucu,
Nadia menerka nerka perkataan suaminya, sambil menjentik jentikkan jarinya di dagunya.
''Kok lama sih sayang?
''Aku kan lagi mikir ucapan mana yang lucu,
''Ya udah pikir dulu deh ,sampai kamu ingat mas ke dalam dulu mau mandi,sambil mengecup kening Nadia.
Rizal berlalu meninggalkan Nadia yang masih duduk di tempat.
Nadia masih saja mengingat apa yang lucu.
Akhirnya Nadia menyusul sang suami karena saking penasarannya.
Nadia duduk di ranjang sambil menunggu sang suami keluar sari kamar mandi.
Tak lama pintu kamar mandi terbuka ,Rizal menghampiri sang istri dan duduk di sampingnya .
''Kamu masih belum nemu mana yang lucu,
Nadia menggeleng.
''Sini mas, bisikin? Rizal sambil menarik tekuk leher Nadia.
Akhirnya Rizal membisikkan sesuatu di telinga Nadia, yang membuat Nadia sedikit geli.
''Mas, sini deh, Nadia menarik tangan Rizal ke depan cermin.
Nadia memegang kedua bahu suaminya dan mereka saling berpandangan .
''Itu nyata, dan nggak ada yang lucu, meskipun mas nggak punya rambut sama sekali, tapi mas memamg tetap tampan,
''Tapi mas malu kalau di bilang tampan, ''Sedangkan mas nggak punya rambut sama sekali, apa mas perlu obat penumbuh rambut ya ?Rizal sambil melihat dirinya di depan cermin.
''Mas nggak perlu, mas kayak gini aja Ibu Ibu pada ngefans ,gimana kalau mas punya rambut, pasti Ibu Ibu itu langsung peluk mas tanpa malu.
''Kapan istriku yang cantik ini mulai punya rasa cemburu?
''Nggak tau?
''Kamu ini semakin menggemaskan, Rizal mendekatkan wajahnya ke wajah Nadia mereka saling dekat dan tanpa jarak.
Nadia memejamkan matanya,sangat terasa nafas sang suami yang berhembus dan nggak tau sih mau ngapain,
Tiba tiba saja...
Mamamamama..... suara itu membuyarkan mereka berdua .
__ADS_1