
Masih dalam pencarian, mobil yang di kemudikan Deny menyuauri seluruh jalan kota, sambil menoleh ke arah kanan dan kiri.
Tidak ada petunjuk sama sekali,itu membuat Rizal semakin merutuki dirinya sendiri.
''Kak, ini semua salahku, aku nggak pecus menjaga istriku sendiri, jika terjadi apa apa dengan istriku, aku nggak akan memaafkan diriku sendiri.
''Sudahlah Zal, jangan ngomong gitu, ini musibah, jadi kamu nggak usah menyalahkan diri kamu sendiri.
Rafi melihat jam yang melingkar di tangannya,
''Sekarang sudah malam, apa nggak sebaiknya kita pulang dulu, besok kita bisa lanjutkan lagi.
''Nggak, aku nggak mau pulang sebelum Nadia ketemu.
''Tapi Zal,ini sudah malam dan kita juga nggak punya petunjuk apapun, jadi percuma saja kalau kita cuma muter muter,
''Benar kata kak Rafi Zal, lebih baik kita pulang dulu dan mencari informasi, siapa tau besok kita lebih mudah untuk mencari Nadia.
Rizal hanya diam.
Setelah beberapa jam perjalanan yang tak tentu arah dan tak membuahkan hasil, kini melaju menuju rumah besar pak Doni.
Sedangkan di rumah pak Doni, para Wanita pun tidak ada yang tidur,berharap ada kabar baik yang datang.
Tok... tok... tok... suara ketukan pintu membuat semua orang berlari mendekatinya.
Tiga cowok tampan dengan baju yang kusut serta rambut yang acak acakan membuat mama Widya semakin mengeraskan tangisannya .
Rizal merangkul mama Widya.
''Ma, Rizal minta maaf, karena sudah teledor .
''Kamu yang tenang, jangan selalu menyalahkan dirimu sendiri, lebih baik sekarang kamu bersihkan diri kamu supaya bisa mikir yang lebih jernih
''Kita berdoa saja semoga Nadia baik baik saja,
''Tapi ma, seandainya aku tetap berada di sisinya, mungkin kejadian ini nggak akan terjadi.
''Sudah lah Zal, kalau kamu kayak gini terus, kakak malah khawatir dengan kesehatan kamu ,dan kamu nggak ingat masih ada Juan yang harus kamu jaga dan rawat. Rafi
''Sekarang di mana Juan ma ?
''Ada di kamar, setelah dia nangis tadi, Alea langsung menidurkannya. ''Sudah sekarang kalian mandi dulu dan istirihat.
Setelah mandi Rizal berlari menuju kamar mama Widya.
Rizal menghampiri jagoan kecilnya yang terlelap.
''Maafin papa sayang, papa nggak bisa menjaga mama,papa salah sudah membiarkan mama pergi sendiri, papa bukan orang yang baik untuk mama,.
Mama Widya yang melihat anaknya pun ikut merasakan kesedihan yang mendalam.
__ADS_1
''Sekarang kamu tidur, besok kamu harus cari Nadia lagi, semoga malam ini Nadia berada di tempat yang nyaman.
Rizal leluar dari kamar mama Widya dan berjalan menuju kamar nya.
Rizal duduk di ranjang, dan sesekali melihat tempat tidur istrinya.
''Sayang, kamu di mana, apa yang harus mas lakukan supaya kamu kembali, maafkan mas, Rizal sambil terisak dalam tangisnya.
Sedang di kamar lain .
''Mas, memang kejadiannya gi mana, kok Nadia bisa sampai di culik,
''Aku juga nggak tau, soalnya Rizal maupun kak Rafi nggak ada yang cerita.
''Maafkan aku ya, kita nggak mungkin kan malam pertama dalam keadaan seperti ini,
Lilis tersenyum melihat sang suami.
''Nggak apa apa, Nadia itu sahabat baikku, aku nggak akan bisa bahagia sebelum dia ketemu dan berada di tengah tengah kita.
Lagi lagi Deny gagal dalam kisah percintaannya gara gara Rizal ,Eits Nadia lebih tepatnya.
Di ruangan kosong, gelap yang pastinya banyak nyamuk yang nakal mengerubuti tubuh mungil Nadia,
Nadia tidur beralaskan tikar yang pastinya dingin,
Malam sudah larut, tapi Nadia masih saja belum bisa memejamkan matanya. pikiran Nadia kalut, antara memikirkan Juan dan suami nya.
Sepanjang malam hanya ada tangisan di ruangan kosong itu,
Nadia merangkul kedua lututnya dan menenggelamkan wajahnya.
Tiba tiba saja, lampu menyala, datanglah dua orang yang berbadan kekar.
''Kalian mau apa? Nadia sambil memundurkan diri,
''Kami hanya mau memperingati nona, kalau nona mau keluarga nona baik baik saja, maka turutilah apa yang kami mau!
''Maksud kalian apa ?
''Jauhi suami nona, atau nona akan melihat satu persatu orang yang nona sayangi lenyap dari dunia ini.
Nadia hanya diam dan memutar otaknya mencari jalan keluar,
Tapi sungguh ini sangatlah sulit, Di satu sisi Nadia tidak mau jauh dari anak suaminya, dan di sisi lain Nadia tidak mau kalau gara gara keegoisannya Nadia harus kehilangam orang yang dia sayangi untuk selamanya,
Ya Allah tunjukkan jalanmu, semoga jalan yang aku ambil ini adalah jalan yang terbaik untuk aku dan mas Rizal.
''Baiklah, terus sekarang apa yang harus aku lakukan?Nadia sambil mewek.
''Nona pergi jauh dari kota ini.
__ADS_1
''Maksud kamu, aku harus meninggalkan anak dan suami ku ?Nadia memperjelas.
''Ya, bisa di bilang begitu,
''Tapi aku harus ke mana, aku nggak punya uang ,lagian ini malam malam,
''Sekarang nona bilang saja sama kita, kemana nona akan pergi dan kami akan mengantar nona malam ini juga.
''Ke kampung, mungkin disana mas Rizal akan sulit menemui ku, lagian dia nggak akan berani pergi kesana tanpa diriku.
''Baik nona silahkan, saya akan mengantar anda, tapi anda harus ingat jangan sampai anda mengingkari janji
''Aku bukan orang munafik yang akan selalu mengingkari janjiku sendiri,
Nadia masuk ke dalam mobil yang di kemudikan salah satu preman itu.
Di dalam mobil, saking lelahnya Nadia sampai ketiduran dan masuk ke dunia lain.
Semua beres bos, dan sekarang kita akan membawa ke kampungnya.
Kalian yakin kalau Nadia tidak akan balik lagi.
''Kami sangat yakin bos, karena kami sudah mengacamnya
Baiklah kalau begitu, besok aku akan mentransfer bayaran kalian .
''Baik bos, kami tunggu.
Panggilan terputus,
Di sebrang sana wanita cantik sangat puas akan rencana yang di disusunnya.
Flashback off.
Putri keluar dari kamarnya ,menuju meja makan.,
Putri melihat undangan yang ada di meja makan ,tanpa sengaja dia membukanya, dan betapa terkejut nya, ternyata itu undangan dari pak Doni untuk orang tua Putri selaku teman kerjanya, ya itu adalah undangan pernikahan Deny.
Putri tersenyum sinis dan mulai menyusun rencana.
''Aku yakin kali ini rencanaku akan berhasil, dan kamu akan selamanya pergi jauh dari Rizal,
Akhirnya Putri menelpon orang suruhannya,untuk mengancam Nadia supaya menjauhi Rizal, dalam telepon mereka bicara panjang lebar.
''Tapi ingat, jangan sampai rencana ini gagal, buang dia jauh dari kota ini supaya dia tidak bisa kembali lagi dengan Rizal.
Itulah kata terakhir yang Putri katakan dalam telepon.
Flashback on
''Mulai hari ini dan seterusnya akan aku pastikan ,Rizal akan kembali kepadaku, dan kamu Nadia ,bersiaplah untuk jauh dari suami kamu untuk selamanya.
__ADS_1
Bangga, sangat bangga karena bisa merebut suami orang,Pelakor ,itulah julukan yang pantas untuk Putri saat ini.