
Sangat jauh dari kata modis dan berpenampilan glamor, karena Nadia tak terbiasa, meskipun sudah menjadi istri orang kaya, tapi Nadia tak merubah dirinya masih sama seperti dulu sederhana. Rizal pun tak pernah memaksakan kehendak Istrinya.
Karena menurut Rizal itu tidak akan merubah wajahnya,Nadia tetap kelihatan cantik meskipun tanpa make up sekalipun.
Semua karyawan bubar dan menuju ruangan masing masing, kini tinggal Rizal dan Nadia yang masih berada dalam ruangan itu
Rizal masih lekat memandang Nadia dari belakang, sementara Nadia yang masih melihat para karyawan keluar.
Sayang sebaik itukah hati kamu, bahkan kamu tanpa pertimbangan, langsung memaafkan orang yang menghinamu, apa aku sanggup untuk menyakitimu, rasanya ini sungguh tidak adil bagiku, batin Rizal.
''Mas, kok bengong lihatin apa sih?.
Nadia membuyarkan lamunan Rizal
Rizal langsung memeluk Nadia penuh tanda tanya.
''Mas kenapa, apa ada sesuatu yang mas ingin katakan padaku?.
Nadia menatap mata Rizal yang berkaca kaca.
Namun tidak ada jawaban dari Rizal.
Rizal langsung mengambil rantang yang berada di meja dan mengajak Nadia untuk ke ruangannya.
Sampai di ruangannya.
Rizal membuka pintu, Rafi yang mendengar pintu terbuka pun langsung menoleh.
''Nad, kamu ke sini sama siapa ?
''Tadi di antar supir kak, Aku ke sini mau nganterin makanan untuk mas Rizal dan kakak.
''O... kamu memang adik ipar yang pengertian.Rafi sambil mengangguk anggukkan kepalanya.
''Kakak mau makan sekarang? tanya Rizal
''Boleh emang kamu aja yang lapar ?kakak juga lapar kali
''Lagian kakak sih nggak cari istri gini nih jadinya istri aku yang repot harus meladeni kakak juga.
''Rizal kecil kamu nggak usah nyuruh kakak ya, emang nyari istri kayak nyari buku, pergi ke toko langsung dapat.
''Kak aku udah dewasa kan bentar lagi aku punya anak.
''Iya iya kamu sudah dewasa .
Tali persaudaraan yang penuh kasih sayang antara Rizal dan Rafi masih tetap sama seperti mereka waktu kecil.
Kayaknya yang tadi pas tu kak,kurang apa lagi, ?
''Alea maksud kamu?
Rizal mengangguk.
Alea lagi ngapain ya sekarang, dia udah punya pacar belum ya ?
ah kenapa aku jadi mikirin dia, gara gara Rizal nih batin Rafi .
''Kak. ayo makan ngapain ngelamun, tu kan pasti lagi mikirin Alea ,Rizal
__ADS_1
''Alea siapa itu mas ?tanya Nadia
''Anak nya pak John klien mas .
''O...., nadia hanya ber o ria ,sambil menuangkan makanan ke piring Rizal dan Rafi.
''Oh... iya mas kak Deny mana?
''Ada di ruangannya .
''Kenapa nggak mas panggil sekalian kan bisa makan bareng
Akhirnya Rizal menelpon pakai telepon kantor untuk memanggil Deny.
Deny yang datang langsung ikut bergabung.
''Sayang kamu udah makan belum ?
Nadia menggeleng.
Rizal pun menyuapai Nadia,
''Kalau mau mesra jangan di depan kita dong,Rafi sewot melihat kemesraan adiknya.
''Nggak apa apa kak aku mah udah setiap hari ngelihat mereka kayak gini, udah jadi makanan dan minimanku ala Nadia dan Rizal
Itu kan kamu Den, Lah kakak baru kali ini lihat bikin jiwa jomblo kakak meronta ronta.
''Ngapain sih jadi kalian yang sewot,Rizal.
''Ya udah sini biar aku suapain kalian sebagai adik nggak apa apa kan mas ?
''Udah nggak iri lagi kan ?
keduanya menggeleng.
''Itulah rasanya di suapai sama saja kan,lagian aku heran sama kalian kenapa sih nggak nikah aja, pasangan udah ada, terus nunggu apa lagi ?
''Kak Rafi juga, kalau udah pas kan tinggal bilang sama dan papa mau nunggu apa lagi.
Kalian nggak tau, aku begini karena masih menunggu kepastian kalian, terutama Rizal. kalau kalian sudah benar benar bahagia baru kakak akan langsung cari istri. batin Rafi.
Makan bersama keluarga dengan penuh suka cita yang di rasakan Nadia saat ini, kebahagiaan yang di rasakan hanyalah sebuah gambaran hidup, apa bila yang menciptakan menghapusnya seketika itu akan lenyap pula.
Tiga hari sudah semenjak kejadian di kantor, kini tiba saatnya bagi Rizal untuk datang ke rumah sakit.
Pagi sekali Rizal menelpon Deny dan Rafi untuk menemaninya datang ke rumah sakit,
Deny datang kerumah Rizal, sementara Rafi langsung datang ke tempat yang di tuju.
Rafi yang sampai duluan menunggu kedatangan Rizal dan Deny.
Mobil mewah yang di tumpangi Rizal datang, Deny keluar dari mobil sedangkan enggan bagi Rizal untul membuka pintu mobil.
Lama di tunggu tak keluar juga.
Deny langsung membuka pintu mobil Rizal
''Ayo nunggu apa lagi kamu harus secepatmya mengetahui nya, aku nggak mau kamu hanya terus penasaran seperti ini,
__ADS_1
''Tapi aku takut Den ?
''Aku dan kak Rafi akan selalu di sampingmu.
Jadi apapun yang terjadi kamu harus tetap menghadapinya setegar mungkin.
Akhirnya Rizal mengumpulkan semua keberaniannya untuk masuk ke rumah sakit.
langkah demi langkah mereka memasuki ruangan dokter tempat Rizal periksa,
Mereka bertiga langsung masuk ke dalam setelah mendapat aba aba dari sang dokter.
''Silahkan duduk tuan tuan .Dokter mempersilahkan.
Doktet pun mencari hasil lab Rizal.
''Ini hasil lab tuan.
Rizal langsung mengambil sebuah amplop yang di sodorkan dokter pada dirinya.
Perlahan Rizal membuka amplopmya sambil menoleh ke kanan dan kiri.
Rafi dan Deni hanya bisa mengangguk anggukkan kepalanya.
Rizal membuka lipatan kertas dalam amplop itu yang tertera tulisan kecil kecil, tapi bisa langsung mencabik cabik hati manusia yang melihatnya.
Sepulang dari rumah sakit Kali ini Rizal tak jadi datang ke kantor melainkan ke rumah mama Widya,
Rizal langsung berhamburan memeluk sang mama,
Mama Widya penuh tanda tanya melihat putra bungsunya yang langsung memeluknya, pasalnya kejadian seperti itu sudah tak pernah terjadi bertahun tahun .
''Kamu kenapa Nak apa yang terjadi?
Sedangkan Deny yang ikut menemani masih mematung.
Mama Widya melirik Deny yang menggeleng gelengkan kepalanya.
Mama Widya jadi bingung setelah mendengar isakan Rizal.
''Kamu menangis apa ada masalah?
Rizal malah semakin terisak, Meskipun laki lak Rizal tak bisa membendung air matanya saat ini, rasa sedih kecewa dan putus asa seakan menyelimuti jiwanya saat ini
Sebenarnya apa yang terjadi sih Rizal anak yang sangat tegar tapi kenapa dia bisa seperti ini apa ada masalah antara Rizal dan Nadia.
pertanyan mama Widya dalam hati.
Mama Widya yang semakin penasaran langsung mendongakkan kepala Rizal yang masih dalam pelukannya,
Wajah Rizal terlihat pucat dan matanya lebam serta air mata yang masih setia mengalir membuat mama Widya tak tega untuk bertanya.
Mama Widya malah Tersenyum semu melihat mata Rizal
''Menangislah nak jika itu bisa meringankan bebanmu. Mama nggak akan menanyakan kenapa, tapi mama harap kamu bisa mengatakannya nanti setelah kamu merasa lega.
''Maafkan Rizal ma, Rizal nggak bisa cerita saat ini.
Mama Widya mengusap punggung Rizal..
__ADS_1
Deny yang masih mematung pun tak kuasa melihat kesedihan sahabatnya, tanpa terasa Deny ikut meneteskan air matanya.