Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 36


__ADS_3

Sesampainya di rumah Rizal segera turun Deny menyusul dari belakang.


Rizal langsung membuka pintu tanpa mengetuk ,karena Nadia pasti sudah tidur pikirnya .


Ceklek, Rizal membuka pintu,


Ternyata Rizal masih melihat mamanya di ruang keluarga sedang duduk santai sambil nonton tv.


''Mama belum pulang, apa mau nginep sini aja !Rizal


''Nggak mama nungguin kamu pulang aja,kasihan Nadia,meskipun ada bibi kan dia tetap kesepian.


Sedangkan Deny masih setia di belakang Rizal.


''Kalau gitu kamu anterin tante pulang ya Den, soalnya supir tante langsung tante suruh pulang tadi, dan sekarang mumpung ada kamu disini


''Siap tante ,kapan pun tante butuh bantuan Deny akan siap selalu.


''Ya udah Zal mama pulang dulu, kamu jaga kesehatan kamu jangan terlalu sibuk ,ingat sekarang ada yang harus kamu jaga, istri dan calon bayi kamu.


Rizal mengangguk.


Mama Widya dan Deny berlalu meninggalkan rumah Rizal.


Rizal segera masuk ke kamar, Rizal berjalan dengan pelan menuju kamar.


Rizal memegang handle pintu dan menariknya ,Rizal melihat istrinya sudah tertidur pulas.


Rizal mendekat di samping ranjang.


Sayang apa kamu tau perasaan mas hari ini sangat kacau, rasanya mas ingin menceritakan semua kesedihan ini sama kamu, tapi itu nggak mungkin, mas nggak akan sanggup melihat kamu sedih, mas tau mas memang bukan orang yang sempurna untuk kamu, tapi mas ingin berusaha untuk menjadi imam yang kamu inginkan,tapi apa setelah ini mas akan tetap berada di sisi mu atau akan tergantikan, kalau boleh memilih lebih baik mas kehilangan semua harta mas dari pada harus terpisah dari kamu dan anak kita rasanya mas nggak sanggup kalau ini benar benar nyata. batin Rizal.


Setelah bertarung dengan pikirannya Rizal segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan diri, tanpa jeda Rizal langsung memutar kran shower, Rizal membasahi semua baju yang masih melekat di badannya.


''Kenapa ini semua harus terjadi padaku Ya Allah, apa aku tak pantas untuk mendapatkan kebahagiaan, kenapa harus secepat ini terenggut.


Rizal memang belum tau kenapa hatinya mantap bahwa dia akan berpisah dengan istrinya.


Malam yang dingin sedingin hati Rizal yang sudah meluapkan semua isi hatinya di kamar mandi.


Kini Rizal sudah keluar dari kamar mandi dan menuju ranjang.


Rizal merebahkan badannya di samping istrinya Rizal menatap istrinya yang sedang tidur nyenyak.


Lalu Rizal menyelipkan rambut sang istri yang terurai di wajahnya,

__ADS_1


Rizal mengecup kening Nadia.


Sejuk bagaikan bunga yang selalu terawat secerah mentari yang selalu setia menemani pagi, itulah wajah yang di tampilkan Nadia setiap hari pada Rizal sang suami.


Kini Rizal beralih pada perut istrinya Rizal mengelus elus perut yang makin hari makin membuncit.


Sampai akhirnya Rizal ikut tertidur pulas.


Di seberang sana, Sepulang Deny dari rumah mama Widya, Deny langsung menuju apartemennya, Tak butuh waktu lama Deny membuka pintu kamarnya dan segera ke kamar mandi, tapi sebelum Deny masuk Deni melihat ponselnya sedang berbunyi Deny mengambil ponselnya yang di letakkan di meja kamarnya, Deny melihat layar, dan ternyata tertera nama Lilis, tak butuh waktu lama Deny langsung menarik ke tombol hijau


''Halo Lis ada apa ?


maaf kak Lilis ganggu ya? Lilis cuma mau nanya apa kakak udah pulang dari kantor?


''Baru aja kakak masuk emang kenapa? kamu kangen ya?


Aku cuma pingin tau keadaan kakak aja, lagian mana ada kangen, kan baru kemarin kita ketemu.


''Kangen juga nggak apa apa kok, kakak malah seneng berarti kamu beneran cinta sama kakak?


Kak bukan gitu kan malu kalau cewek bilang duluan, harusnya kan kakak yang bilang duluan


''Iya iya kakak kangen sama kamu, tapi maaf kakak mggak bisa kalau harus telpon kamu sering sering, kamu tau kan kakak itu sibuk banget..


''good night too dear good sweet dreams**.


Telepon terputus setelah kata terakhir dari Deny.


Hati Lilis seakan berbunga bunga mempunyai pacar seperti Deny,


Berbeda denagan Lilis, Deny malah merasakan kesediahan, Deny teringat pada masalah yang di hadapi Rizal saat ini, dalam hati kecil Deni terselip rasa tidak ingin menikah dulu sebelum Rizal benar benar tau apa yang di alaminya sekarang dan itu mungkin butuh proses yang agak lama tapi apakah Lilis akan sabar untuk itu.


''Sudahlah pikirin besok lagi, gumam Deny,


Deny langsung masuk kamar mandi untuk membersihkan diri.


Flashback off


''Lis apa kamu mau jadi pacarku ?


Pertanyaan deny langsung membuat hati Lilis seperti mimpi. tapi dengan cepat Lilis langsung menjawab.


''Iya aku mau kak .


''Nah gitu dong, kalian jangan malu malu aja tapi aslinya mau. ledek Rizal.

__ADS_1


''Tapi maaf ya Lis, kalau soal nikah kita pikirin nanti lagi soalnya aku mau fokus kerja dulu.


''Iya nggak apa apa kak, aku juga mau fokus kuliah dulu kok,


''Selamat ya Lis akhirnya kak Deny nembak kamu juga. Nadia


Akhirnya saat itu juga Deny dan Lilis resmi menjadi pasangan kekasih ,dan semua teman menyetujuinya termasuk juga Irfan.


Flashback on


Mama Widya sedang berada di kamar bersama Papa Doni


''Pa, apa nggak sebaiknya Rafi kita suruh pulang aja ,mama kasihan lihat Rizal yang setiap hari lembur ,Nadia kan sudah hamil besar, mama suka nggak tega kalau harus selalu di rumah sendirian ,meskipun ada bibi kan nggak seperti di dampingi suaminya.


''Iya biar papa coba bilang sama Rafi untuk pulang, soalnya anak itu kan sulit banget untuk ke indonesia ma, dia itu suka sama perusahaan yang disana ,katanya bebas dan tak ada yang ngomeli nyuruh nikah terus,


''Ya udah kalau gitu mama mau video call aja sama Rafi,


Akhirnya mama Widya dan pap Doni melakukan VC sama kak Rafi.


Hello mam how are you? Rafi.


Kabar mama baik Raf kamu sendiri gi mana kabarnya?


I am fine mam, mama tumben telepon malam malam ada apa?


''Raf apa kamu mau kali ini aja dengerin mama .


Iya Rafi akan dengerin .


''Raf kamu mau kan pulang ke sini untuk mengurus perusahaan Rizal sampai istrinya melahirakn dan perusahaan yang di sana biar di urus sama orang kepercayaan papa kamu


What.... Rizal udah mau jadi papa, mama beneran?


''Iya makanya kamu cepat nikah,


''Iya ma kalau gitu aku pulang bawa pacar aku ya ma, nanti biar aku kenalin sama mama dan papa.


''Iya tapi kamu pulang kan ?


Iya ma, besok aku akan urus kantor dulu dan aku akan langsung terbang ke sana, mama tunggu Rafi ya?


''Iya terima kasih ya kamu memang sangat mengerti keluarga .mama Widya.


VC terputus.

__ADS_1


__ADS_2