
Alea menghampiri Rafi yang sedang duduk di sofa, Alea berjongkok, dan kini mereka saling berhadapan,
''Apa maksud mas bicara seperti itu?
''Apa aku harus mengulang kata yang menyakitkan itu?,
Alea menggeleng,
''Kalau begitu jawablah pertanyaanku!!
''Mas, aku nggak tau, apa aku bisa menepati janjiku, kalau aku sangat mencintainya .
Rafi meraih kedua tangan Alea yang masih dengan posisinya.
''Apa kamu mau berjuang demi cinta kita?
Alea mengangguk.
''Sebesar apapun masalah yang melanda, aku akan tetap mempertahankan cinta kita, Alea.
''Aku sangat mencintaimu, dan aku akan memperjuangkan cinta kita, ''Tapi bukan kah cinta itu tak harus memiliki? tanya Rafi.
Alea bingung dengan pertanyaan Rafi kali ini,
''Maksud kamu apa? apa mas mulai ragu sama aku?
Rafi menggeleng,
Kini mata Alea mulai kerkaca kaca, air mata yang di tahan dari tadi seakan memberontak.
''Mas nggak tau harus mulai dari mana, saat ini mas bingung, mas nggak tau jalan apa yang harus kita pilih, dan mas nggak mau di antara kita ada yang tersakiti.
alea semakin menerka nerka perkataan Rafi.
''Mas apa ini ada hubungannya dengan pertemuan mas dan Adit?
Rafi mengangguk.
''Apa kamu mau mendengarkan cerita mas?
''Aku akan siap mendengarnya. jawab Alea dengan penuh ketegaran.
Alea mendengar cerita Rafi dari awal sampai akhir, sesekali Rafi menyeka air mata Alea.
Kini posisi mereka sejajar di lantai.
Alea makin terisak dengan tangisnya membuat Rafi semakin bersalah,
''Maaf, mas nggak tau kalau perjanjian mas akan berdampak seperti ini, Mas juga nggak nyagka kalau Adit menyukai kamu,
''Tapi kenapa harus serumit ini, kenapa harus aku wanita di antara kalian. Alea dalam tangisnya.
Rafi menempelkan keningnya di kening Alea.
''Tapi kamu percaya jodoh kan? kalau kita berjodoh pasti Tuhan akan tetap mempersatukan kita, meskipun kita saling berjauhan,
''Aku akan tetap mencintai kamu selamanya, Dengan adanya masalah ini, kita akan bisa belajar mengikhlaskan, semua adalah titipan, dan akan kembali kepada Nya
''Tapi aku belum siap kalau harus berjauhan dengan mu, aku nggak sanggup,
__ADS_1
''Sayang, dengarkan mas, kita nggak akan berjauhan, kita akan tetap seperti biasa, tapi untuk hubungan kita, apa kamu mau bersabar,
Alea mengangguk,
Rafi mencium kedua punggung tangan Alea.
''Terima kasih, atas semua pengorbananmu ini, siapa pun nanti yang memiliki kamu pasti akan sangat bahagia, kamu wanita yang sangat baik, mas berharap kita masih berjodoh.
Mereka berpelukan satu sama lain.
Alea masih saja dengan tangisnya.
Rafi hanya bisa menenagkannya.
Sungguh tak di sangka saat pernikahan yang sudah hampir di depan mata, kini semakin menjauh,
Sedang di sisi lain,
Nadia sedang mengerjap ngerjapkan matanya, melihat di sisinya ternyata Rizal masih memainkan ponselnya.
Nadia bangun, dan mengucek matanya serta mengumpulkan nyawanya.
''Wah, kelihatannya ridurnya nyenyak banget ya, nyonya Pratama. Rizal menyindir,
Nadia yang merasa tersindir langsung melihat suaminya dengan mata tajam.
''Apa maksud mas, aku kan lelah, emang nggak boleh, kalau aku tidur?,
''Bukan nggak boleh sayang,tapi apa kamu tau mas nungguin kamu selama kamu tidur, karena mas takut kamu di gigit nyamuk.alasan Rizal
''Mas jangan lebay deh, katakan aja apa mau mas !!
''Upah apa, emang mas ngelakuin apa sampai minta upah segala?
''Wah, sepertinya istriku yang cantik ini lupa ingatan, dan perlu aku ingetin lagi,
''Siapa yang tadi capek jalan jalan?
''Aku.
''Terus siapa tadi yang mjitin?.
''Mas, masih dengan santainya Nadia menjawab.
''Terus di mana mana yang namanya mijit itu ada?
''Upah .jawab Nadia dengan santai.
''Nah itu tau ,dan mas belum menerima upah dari kamu, apa mau mas ambil upahnya sekarang?
*Nadia bergidik ngeri mendengar suaminya yang sedikit mesum.
He.....He... he*...
Nadia tertawa pelan yang membuat Rizal semakin mendekat.
''Mana, upahnya?
''Terus mas mau upah apa, uang udah banyak ,malah nggak akan habis sampai tujuh turunan, makan, lagian aku baru bangun tidur belum sempat masak, terus apa lagi?,
__ADS_1
''Itu... mas minta upah yang itu....
''Maksud mas, apa sih, aku nggak faham, Nadia pura pura bodoh.
Ya ampun istriku ini, lugu, apa pura pura bodoh sih, masa nggak tau apa yang aku minta.
''Udah ah, kelamaan, aku ke kamar mandi dulu, nanti kita bahas lagi upahnya mas, Rizal semakin jengkel melihat Nadia berjalan ke kamar mandi Rizal hanya bisa melihat punggung istrinya.
''Gagal lagi, gagal lagi ,kapan nih jatahnya?Rizal sambil melempar bantal.
Sedangkan di balik kamar mandi Nadia sedang bersorak gembira, karena sudah tau maksud Rizal, dan kini Nadia mencari alasan untuk bisa lepas dari suaminya,.
''Untung aja aku cepat pergi, kalau nggak pasti mas Rizal nggak tau waktu,gumam Nadia di kamar mandi.
Tak butuh waktu lama, Nadia keluar dari kamar mandi dengan muka yang lebih fresh,
Nadia melihat Rizal yang masih berguling dengan bantalnya,
Nadia menghampiri Rizal dan memeluk dari belakang,
''Mas, ayo kita turun, kita makan dulu, lagian aku kan belum mandiin dede Juan, kita itunya nanti malam aja ya? Nadia merayu Rizal dan menepuk pundaknya persis anak kecil.
Rizal berbalik melihat sang istri yang penuh dengan senyum manis.
''Iya deh, istriku yang cantik, kita makan dulu, tapi ingat mas nggak mau kamu ngulur ngulur waktu lagi,
pokoknya nanti malam mas minta jatah,
*Ya biarin aja deh apa kata mas Rizal, mau lagi juga percuma mending diam aja, lebih aman.
Akhir* nya Nadia dan Rizal turun untuk makan ,Sedangkan Juan sudah di mandiin bibi,
''Juan sayang ,maafin mama ya, tadi mama ketiduran, jadi lupa mandi in dede deh.
''Iya tu sayang, papa aja sampai di lupain sama mama, mama tidurnya kayak kerbau, kalau lagi capek.
''Mas, apaan sih nanti kalau Juan denger gi mana?Nadia cemberut.
''Nggak, nggak ,Juan sayang, maafin papa ya, mama itu kayak Bae suzi,
''Nggak usah nyindir deh, aku tau lo siapa Bae suzi,
''Beneran sayang mas nggak bohong kamu itu sangat cantik, dan kecantikan kamu itu sangat luar biasa, karena luar dalam.
Nadia hanya tersipu malu mendengar pujian Rizal.
Rizal memuji Nadia, kini seakan Nadia terbang ke angkasa,
Mereka makan bersama sama setelah beberapa menit,
Setelah makan Nadia segera masuk ke kamar, Nadia bukan lah istri yang suka ingkar janji dan juga bukan istri yang agresif, tapi Nadia melakukan apa yang seharusnya ia lakukan, kini Nadia sudah siap akan kata katanya seperti mereka sebelum makan.
Malam yang di nantikan oleh Rizal sang suami, meskipun mereka sudah
hampir dua tahun menikah, tapi kebahagiaaan mereka baru di rasakan beberapa bulan, karena masalah yang melanda mereka selalu bertubi tubi,
Berbeda dengan Rizal saat ini yang lagi menikmati moment dengan sang istri, Rafi justru termenung dengan keadaan yang menimpanya,
Apakah kebahagiaan akan segera di raih oleh Rafi, atau kah harus melewati rintangan yang panjang seperti Rizal,bahkan apa mungkin Rafi bisa bersatu dengan Alea, ataukah harus kandas di tengah jalan.
__ADS_1