Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 80


__ADS_3

Tak bersemangat, itulah diri Rizal saat ini setelah mendengar suara sang istri, mandi berdua namun dengan sangat mulus.


ucapan Nadia adalah senjata untuk memgelabuhi sang suami.


(Maaf ya bukan nggak mau menuruti sang suami, cuma ingin sang suami sembuh total, itu saja. )


Nadia dan Rizal keluar dari kamar mandi Nadia mengambil Hair dryer dan menyalakannya, tapi seketika itu juga langsung di ambil oleh Rizal


Seperti di sebuah salon Rizal sangat lihai mengeringkan rambut istrinya di depan meja rias, tanpa ada yang bersuara.


Setelah di rasa cukup kering ,Rizal langsung menyisir rambut sang istri


Nadia hanya melihat dari pantulan cermin


Sedangkan Rizal masih saja sibuk dengan kegiatannya.


''Mas, kok nyisirnya lama banget sih?


Rizal hanya diam dengan muka yang sedikit manyun.


''Mas, kok lama nyisirnya, Nadia mengulang pertanyaan nya lagi.


Rizal menyikap rambut panjang sang istri dan mencium leher putihnya.


''Sayang, ayo kita tidur dulu, mas capek ,


Nadia menarik tangan suaminya yang hendak meninggalkannya.


Nadia meletakkan kedua tangan suaminya ke pinggang rampingnya.


Kini mereka berdua saling berhadapan.


Nadia mendongakkan kepalanya ke atas menghadap sang suami.


Nadia tersenyum melihat wajah suaminya yang cemberut seperti anak kecil yang minta es krim.


''Mas, dengarkan aku dulu, bukannya aku nggak mau, tapi mas harus benar benar sehat dulu, mas kan masih harus check up, nanti kalau dokter sudah bilang mas boleh melakukan apa saja, aku nggak akan melarang mas lagi.


Nadia mencium kedua pipi suaminya secara bergantian.


''Tapi mas sangat tergoda hanya dengan melihatmu?


Tahan.. tahan.... tahan...


''Apa perlu aku menjauh?


Rizal menggeleng.


Akhinya mereka tenggelam dalam mimpi yang indah di siang hari.


Sedangkan di bawah ada seorang desainer ternama yang datang bersama dengan Alea, karena waktu yang sangat dekat dan harus membuat baju yang lumayan banyak Akhirnya Alea membawa beberapa disainer ternama.


''Ma, Nadia dan Rizalnya mana?


''Di kamar lagi tidur, soalnya baru pulang tadi tu Juannya aja juga tidur.


Mengarah Juan yang di pangkuan suaminya.


''Terus gi mana ma, kan kita harus cepet bikinnya?


''Ya udah ,gi mana kalau pakai baju pengantin Nadia aja, jadi nggak usah bangunin dia,


''Boleh juga,


''Kalau gitu siapa yang ambil ?


''Rafi aja yang ambil, kalau pintunya di kunci kamu ambil duplikatnya,


''Apa, Aku lagi,ma ,kan nggak sopan masuk kamar orang,

__ADS_1


''Mas Rafi yang sabar ya? Alea.


''Raf kamu tega bangunin adik kamu yang baru pulang?


Rafi menggeleng.


''Ya udah cepet,


Ini nih kalau aku di rumah, selalu jadi sasaran mama, tapi nggak apa apa deh, lagian siang siang masa mereka lagi....


otak mesum Rafi.


Rafi segera naik ke lantai dua dan memegang knop pintu kamar Rizal


nggak di kunci, batinnya.


''Maaf ya dek, kakak lancang masuk kamar kamu, Rafi berbisik.


Rafi menghampiri lemari dan mencari baju pengantin Nadia dan Rizal.


Setelah mendapat apa yang di cari ,Rafi segera bejalan keluar.


Rafi turun dengan membawa apa yang di inginkan sang mama.


''Terima kasih ya sayang, mama janji kamu akan segera menikah dengan Alea.


''Beneran ma? Rafi kegirangan.


''Iya, tapi tetap nunggu adik kamu.


''Kamu lihat Lea, sikap calon suami kamu,


Lea hanya tersrnyum mendengar ucapan sang mama.


Sedangkan di sebrang Sana Deny dan Lilis juga sibuk dengan gaun pengantinnya.


Deny dan Lilis datang ke butik mama Widya untuk mengambil gaun pengantin yang sudah di siapkan oleh mama Widya.


Tapi Lilis tetap menunggu di mobil dan tak ikut keluar masuk mall.


''Kok kakak cepet banget emang beli apa?


''Rahasia,


''Sini aku bisikin, mulai sekarang jangan panggil aku kak lagi, rasanya nyeri kuping aku kalau kamu panggil kak terus,


''Terus aku panggil apa, aku kan udah nyaman dengan panggilan itu.


''Dan mulai sekarang harus dengan yang lebih nyaman selain kak.


''Ya sudah deh aku panggilnya mas aja.


''Nah gitu dong, kan enak di dengar,


Di dalam kamar Nadia sangat kaget dengan baju di dalam lemari yang berantakan.


''Mas, lihat deh lemari kita kok jadi berantakan gini, kayanya aku nggak merasa buka lemari deh dari tadi.


''Iya sih ,mas tadi lihat juga rapi, kenapa jadi berantakan gini ?


Apa mungkin ada maling, masa sih rumah sebesar ini ada maling,lagian ini kan masih siang bolong,terus kalau bukan pencuri siapa


batin Nadia.


''Kamu lagi mikirin apa sayang, pencuri?


Nadia mengangguk.


''Nggak mungkin lah ada pencuri di rumah ini, apa lagi ini kan siang, dan penjaga di depan itu banyak sekali.

__ADS_1


''Kita turun aja yuk ,tanya sama mama.


Akhirnya dengan rasa penasarannya Rizal dan Nadia turun untuk menemui. sang mama.


''Kak Alea, udah lama ke sini nya ?


''Iya, tadi aku nganter disainer untuk mengukur kalian, e tak taunya tidur, ya udah mas Rafi ambil baju pengantin kalian di bawa ke butik.


''O... jadi kak Rafi yang udah acak acak lemari di kamar.


Rafi memgangguk anggukkan kepalanya.


''Ya ampun kak, aku kira maling,


''Berantakan gi mana Nad,


''Ma, baju aku dan mas Rizal itu sampai berserakan, ya aku curiga makanya aku dan mas Rizal langsung turun mau tanya sama mama.


''Biasa lah Nad, ngambilnya kan nggak ikhlas, cibiran Alea.


''Sayang jangan ngomong gitu dong, aku ikhlas kok, aku cuma bingung aja dengan baju mereka yang banyak ,dan aku nggak mau lama lama melihat mereka yang tidur dengan berpelukan. Rafi keceplosam membuat Nadia malu.


''Iya aku tau, kamu mau peluk juga ?


Rafi mengangguk.


''Nanti kalau sudah halal.


Semua dalam ruangan itu tertawa melihat tingkah Rafi yang belakangan ini seperti anak kecil.


''Kalian ngomongin apa sih, kok terdengar sampai kamar papa, papa Doni sambil menggendong sang cucu.


Alea yang melihat keponakan langsung mengambil alih dari tangan calon papa mertuanya.


''Ini lo pa ,masa Rafi berantakin baju Nadia dan Rizal,


''Apa betul begitu Raf ?


Rafi mengangguk anggukkan kepalanya.


''Nggak sengaja pa,


''Mas, lihat deh, Juan lucu banget ya ?


''Heem, ponakan om, kamu nggak kangen sama om yang ganteng dan paling kece ini. Sambil mendekatkan wajahnya ke pipi gembul Juan.


''Wah ternyata kalian juga sudah pantes ya?,


Rafi langsung berdiri menghampiri sang adik.


''Kakak mau ngapain, santai dong.


''Ini siapa kamu, sambil menunjuk ke dirinya sendiri.


''Kakakku.


''Kalau kakak kamu berarti umur kita tua yang mana ?


''Ya tua an kakak lah,


''Terus itu anak siapa ?


''Anak aku.


''Apa kamu sudah pantes punya anak?


Rizal mengangguk.


''Kamu itu bodoh banget, kamu aja cocok, apa lagi kakak yang lebih tua dari kamu.

__ADS_1


semua tertawa lagi gara gara si raja kocak satu ini, siapa dulu kalau bukan Rafi.


__ADS_2