Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Epusode 86


__ADS_3

Setelah satu minggu Deny menempati rumah pemberian pak Doni,


Kehidupan baru kini di alami Deny dan Lilis, pasalnya mereka pindah ke rumah baru hadiah dari pak Doni ,kemesraan pengantin baru pun selalu menghiasi wajah dari keduanya,


Rumah yang terbilang besar dan mewah yang hanya di huni dua insan,


''Mas, apa mas nggak curiga sama Putri?


''Maksud kamu apa?


''Mas, selama ini kan Putri nggak pernah ketemu sama Rizal dan Nadia, tapi setelah Nadia di culik Putri muncul, apa nggak terasa aneh?


''Kamu jangan berburuk sangka pada orang, itu akan jadi fitnah kalau sampai apa yang kamu lontarkan salah.


''Maaf, aku kan cuma menerka aja,


Deny tersenyum,


''Ya udah, kamu di rumah sendiri nggak apa apa kan, mas harus mulai kerja hari ini,


''Soalnya Rizal juga sudah mulai kerja,


Mas, memang belum ada perkembangan soal penculikan Nadia?


Deny menggeleng.


''Kok bisa ya mas, gi mana keadaannya, aku jadi takut, kalau... kata Lilis mengambang, karena langsung di tutup dengan jari Deny.


''Jangan memikirkan hal yang belum tentu terjadi, apa lagi hal yang buruk, kamu doakan saja ,Nadia akan selamat dan baik baik saja.


Lilis mengangguk mendengar nasehat Deny.


Sedangkan Rizal yang sudah setia berada di dalam kamarnya, kini mulai membuka lembaran barunya yaitu kembali bekerja di perusahaan Pratama,


Rizal menyambut pagi hari dengan menggendong sang buah hati yang kini mulai tidur dengannya.


Akan tetapi Rizal masih di rumah papa Doni karena takut kurangnya kasih sayang putranya.


Rizal berusaha tegar dengan keadaan yang menimpa dirinya saat ini,


Rizal melihat sang buah hati dengan penuh senyuman,


''Sayang,lihatlah anak kita sekarang, dia semakin pintar, kamu ada di mana, kenapa sampai sekarang nggak ada kabar? batin Rizal.


''Zal, apa kamu sudah siap untuk berangkat, Rafi yang masuk tanpa mengetuk pintu,


Rizal menggeleng, Kakak, Gi mana aku mau siap kalau dede Juan nggak ada yang jaga ?


''Dede Juan, sini ikut om Ya? papa mau kerja .


Rafi langsung mengambil alih keponakan tercintanya dari Rizal.


Rizal segera mandi dan bersiap siap, Hari ini pertama Rizal untuk bekerja kembali, Sedangkan Rafi menggantikan papa Doni,


Tak butuh waktu lama, kini Rizal sudah rapi dengan jas kerjanya

__ADS_1


Rafi dan Rizal turun untuk sarapan, Sedangkan Juan langsung di ambil alih sang mama .


''Kamu beneran udah siap untuk kerja Zal?


Rizal mengangguk.


''Ma, mama tolong jaga Juan ya, aku nggak mau kalau Juan sampai kekurangan kasih sayang gara gara mamanya nggak ada di sampingnya,


''Iya nak, mama juga tau itu, Pa, apa masih belum ada kabar soal Nadia.


Papa Doni menggeleng.


''Ya sudah, kalau gitu kita berangkat ma Pa?


'Kalian hati hati ya?


''Juan anak papa, jangan rewel ya baik baik sama oma di rumah.


Setibanya di kantor Rizal langsung masuk ke dalam gedung pencakar langit itu.


Semua karyawan membelalakkan matanya melihat presdirnya yang sudah lama tidak muncul, dan kini tiba tiba muncul dengan penampilan yang berbeda.


''Pagi pak, para karyawan menyapa.


''Pagi, Rizal balik menyapa.


Rizal yang di ikuti Deny dari belakang langsung masuk ke dalam lift menuju ruangannya.


Sedangakn Rafi mulai mengarahkan Rizal, karena sudah lama tidak bekerja, sebelum Rafi pindah ke perusahaannya yang baru.


Alea yang belum di beri tau oleh Rafi pun datang ke perusahaan Rizal.


''Maaf, aku pikir mas Rafi sendiri, Alea sedikit malu.


''Nggak apa apa kak masuk aja ?


Rafi yang melihat kekasihnya langsung menghampirinya.


''Sekarang Rizal yang akan di sini dan kita akan pindah keperusahaan papa.


''Oh... kenapa mas nggak kasih tau aku dulu,


''Aku kan bosnya, suka suka ku dong,


Alea cemberut mendengar ucapan Rafi.


''Lets go, kita berangkat sekarang,


''Ke mana ?


''Ya ke kantor lah, masa ke KUA.


Mulai deh si raja gombal ini, tapi makin hari makin ganteng aja, batin Alea.


Rafi yang menyadari Alea bengong langsung menjentik jarinya.

__ADS_1


''Hai, kamu mikirin apa, kita ke KUA nya nanti, nggak sekarang,?


''Iya aku tau, lagian siapa yang mau ke KUA sekarang ?


Alea dan Rafi berlalu dari kantor Rizal menuju kantor papa Doni.


Sedangkan di kampung, Nadia tak melakukan kegiatan apa pun selain melamun dan melamun, semakin hari semakin tersiksa, itulah yang di rasakan Nadia saat ini,


Semenjak Nadia tinggal dirumah ibunya, setiap malam selalu memdapat banyak lembaran foto Rizal dan Putri,


Air matanya sakan tak pernah kering, itu yang membuat sang Ibu ngilu.


Nadia hanya duduk di dalam kamar sambil melihat pemandangan dari dalam,


''Ndok, apa kamu nggak ingin melihat pemandangan di luar?


Nadia menggeleng.


''Kamu harus bangkit Nak, kamu nggak boleh seperti ini, kamu harus ingat ,kamu dan Rizal masih suami istri, jangan sampai wanita itu merebut suami kamu .


''Bu, aku harus bagaimana, apa aku harus datang ke rumah mama Widya dan merebut mas Rizal lagi, tapi setelah itu aku nggak akan melihatnya untuk selama lamanya?


''Biar aku saja yang seperti ini Bu, aku nggak mau kalau keluargaku jadi taruhannya,


''Tapi Nad, kamu juga berhak bahagia, Ibu nggak tau apa yang di rasakan Rizal saat ini, tapi Ibu lihat dalam foto itu Rizal selalu saja menampakkan senyumnya.


Nadia sangat benci dengan keadaan yang seperti ini,


Nadia menangis dan sesekali merobek foto kebersamaan Rizal dan Putri.


kenapa kamu tega sama aku mas, apa kamu sudah melupakan aku dalam sekejap, batin Nadia.


Nadia menangis sejadi jadinya setiap memandang foto Putri dan suaminya.


Semenjak Nadia di culik dan menghilang Putri memang selalu datang ke rumah mama Widya, hanya sekedar pingin ketemu Juan dan embel embel main aja.


Dan setiap hari pula Putri memotret kebersamaannya dengan Rizal dan Juan,


Dan sesekali dengan mama Widya.


Bahkan dalam keluarga itu pun tak ada yang menyadari, sebenarnya ada maksud apa di balik semua itu.


Seperti hari Ini ,Putri datang denagn membawa mainan yang banyak untuk Juan, entah apa yang di rencanakan kali ini, tak ada henti hentinya mengahampiri buah hati Rizal dan Nadia.


''Permisi tante ,Om maaf aku ganggu ya?


''Enggak, silahkan put.


''Oh iya Put,gi mana kabar papa kamu ?


''Papa baik om,


''Juan, ini tante bawa mainan untuk Juan, kita main sama sama ya ?


Rayuan demi rayuan selalu saja di lontarkan putri untuk si kecil Juan,

__ADS_1


Semakin hari Juan pun mulai dekat dengan Putri, karena sikap Putri yang sok lembut, dan penyayang, padahal semua itu hanya pura pura belaka.


Apa lagi kalau bukan karena papa Rizal yang tampan dan cool.


__ADS_2