Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 65


__ADS_3

Lancar, kata itulah yang patut di katakan Nadia di hari pertama nya praktik, Nadia mengerjakan semua tugasnya dengan sangat baik,


Nadia harus rela meninggalkan sang buah hati demi tugasnya itu,


Sore hari... kini saatnya Nadia pulang dari rumah sakit, nadia memesan taksi online, karena tak mau merepotkan sang supir.


Lama, Nadia menunggu di depan rumah sakit, Nadia sedikit khawatir dengan keadaan dede yang di tinggalnya sehari penuh, akhirnya Nadia menelpon mama Widya, hanya untuk menanyakan kabar dede,


Setelah mendapat kabar dari mama, Tiba tiba ada yang memanggil dari belakang.


Nadia.. panggil seorang wanita dari belakang dengan lantang.


''Lilis, kamu apa kabar? Nadia sambil menghampiri dan memeluknya.


Mereka saling melepas kangen, karena sudah beberapa hari nggak ketemu.


''Aku baik, kamu sendiri gi mana? terus kamu disini ngapain?


''Aku juga baik, aku di sini lagi ngerjain tugas.


,Mereka saling bercerita tentang keadaan masing masing, sampai taksi online datang memisahkan mereka,


Nadia berlalu lebih dulu, naik taksi online yang dia pesan, sedangkan Lilis, masih mematung di tempat,


Aku fikir, aku yang paling menderita dengan keadaan ini Nad, tapi aku salah, kamu lah yang paling menderita, aku hanya seorang kekasih, sedangkan kamu adalah seorang istri yang harus menderita karena kehilangan kasih sayang seorang suami, semoga kita cepat mendapat kan jalan keluar atas permasalahan ini, batin Lilis.


Lilis menghela nafas panjang, setelah mengeluarkan uneg unegnya.


Di seberang sana....


''Kalian masih ingat rumah Rizal?


Dua orang berbadan kekar mengangguk.


''Sekarang saya punya tugas untuk kalian, kalian awasi lagi rumah itu dan beri aku kabar, jika kalian melihat sesuatau yang mencurigakan.


''Maksud bos?tanya dua preman.


''Aku curiga kalau rumah tangga Rizal sedang ada masalah, dan ingat tugas kalian hanya mengawasi dan menunggu aba aba dari saya.


''Baik bos, kami siap melaksanakan

__ADS_1


Sejak pertemuan Putri dan Nadia di kampus, Putri sangat penasaran dengan ekspresi wajah Nadia saat di tanyai soal Rizal, Pasalnya Nadia menjawabnya dengan ragu, dan itu membuat hati Putri semakin besar rasa ingin tahunya.


Kamu lihat permainan ku selanjutnya Nad, aku nggak akan membiarkanmu bahagia di atas penderitaanku, batin Putri.


Taksi yang di tumpangi Nadia tiba di depan rumah besar papa Doni, Nadia segera masuk,sebelum Nadia menemui dede Nadia membersihkan diri terlebih dahulu,


Setelah semua selesai Nadia segera menghampiri dede di kamar mama Widya.


Nadia mengetuk pintu kamar mama Widya, setelah mendapat izin, Nadia segera masuk dan menghampiri dede.


''Dede, anak mama ,mama kangen banget,


''Gi mana Nad,tugas kamu? tanya mama Widya.


''Alhamdulillah ma, semuanya lancar.


Mama Widya dan Nadia keluar dari kamar menuju ruang keluarga,


Tak lama Rafi datang dengan menunjukkan wajah yang sangat lesu.


Mama Widya yang melihatnya langsung menegurnya


''Kamu kenapa Raf kok kelihatannya lemas gitu.


Rafi smabil menghampiri keponakannya.


''Eits,,, om Rafi mandi dulu, kan bau, masa mau deket dede sih? mama Widya.


''Ya udah deh om Rafi mandi dulu, tapi habis itu Dede main sama om Rafi ya?Rafi dengan muka lucunya.


Rafi berlalu dari hadapan Nadia dan mama Widya.


Setelah selesai dengan mandinya Rafi segera turun dan menggendong dede,


Sedangkan mama Widya pergi ke dapur bersama dengan Nadia dan para pembantu untuk membuat makan malam .


Tanpa sepengetahuan Nadia Rafi melakukan video call dengan sang adik, Rafi berbicara pelan sekali, agar Nadia tak mengetahuinya.


Tak banyak yang mereka bicarakan hanya saja Rafi menunjukkan wajah imut Dede, supaya Rizal tetap semangat untuk menjalani pengobatannya.


''Kamu harus semangat, lihat siapa ini yang sedang menunggumu, jangan sampai kamu menyesal, karena tak bisa bertemu dengannya, ini adalah buah cinta kamu dengan Nadia, jadi dengar baik baik ucapan kakak kali ini kalau kamu masih ingin bertemu dengannya.

__ADS_1


Itulah kata terakhir yang Rafi ucapkan pada Rizal sambil menunjukkan wajah putranya.


Rizal menangis di pelukan Deny sambil melihat wajah putranya di layar ponsel,


Rizal berfikir bahwa pengobatannya akan berjalan lancar dan dirinya akan fokus dengan kesembuhannya jika jauh dari Nadia, tapi kenyataannya lain ,Rizal merasa sangat menderita dengan keadaan ini.


Tapi setelah Rizal melihat wajah malaikat kecilnya, kini Rizal semakin bersemangat, Rizal memanggil bik Sri dan minta sesuatu.


''Bik, mulai hari ini aku bejanji akan makan semua masakan bibik, aku mau sembuh, aku mau kembali lagi seperti dulu dan berkumpul dengan anak dan istriku,


Bibik yang mendengar langsung menunjukkan senyumnya.


''Bibi akan selalu mendoakan untuk kesembuhan Aden, dan aden harus berpikir positif, supaya aden cepat sembuh


''Iya Zal, kamu harus tetap semangat dan berjuang, lawan penyakit mu dengan semangatmu, aku tau umur itu di tangan Tuhan, tapi jika mau berikhtiar Insya Allah apa yang kita harapkan akan di kabulkan oleh Nya, hidup kita memang skenario Nya ,dan kita harus mengikhlaskan apa yang di takdirkan untuk kita,


Rizal hanya mengangguk dengan ucapan Deny.


Di rumah besar papa Doni, semua berkumpul kecuali Rafi, karena saat ini Rafi sedang bersiap siap untuk melakukan tugasnya,


Karena adanya Nadia di rumah, mama Widya pun tak bisa menjenguk Rizal ke rumah sakit.


Rafi turun dari tangga dan menuju tempat di mana semuanya berkumpul.


''Ma Pa, aku pergi dulu ya,


Mama dan papa Doni hanya menjawab dengan anggukan.


''Bentar deh kak, kakak bilang tadi lagi capek, terus kenapa keluar lagi, emang sepenting apa sih urusan kakak, sampai kakak bela belain keluar dalam keadaan kaya gini, Nadia dengan kecurigaannya melihat wajah Rafi yang sedikit lesu.


''Ini sangat penting Nad, bahkan lebih penting dari apapun, sudah kakak pergi dulu,


Rafi berlalu dari hadapan semua orang,


Tapi Nadia masih berangan angan dengan ucapan Rafi.


Kata kak Rafi lebih penting dari apapun, sebenarnya apa sih yang terjadi, kenapa perasaanku semakin nggak enak kayak gini, apa ini ada hubungannya dengan perginya mas Rizal, kalau memang benar ada hubungannya dengan mas Rizal, kenapa mereka menyembunyikan semua ini dariku, memang mereka anggap aku ini siapa, apa aku orang yang tidak penting untuk mengetahui masalah yang terjadi di keluarga ini,


Apa ini, pokoknya aku harus tanyakan sama papa dan mama saat ini juga, aku nggak mau mereka menyembunyikannya dariku lagi. batin Nadia


Akhirnya dengan semua keberaniannya Nadia duduk di depan mama Widya dan papa Doni,

__ADS_1


Nadia memanggil bik Narti untuk menggendong Dede bayi,


''Ma, Pa, kali ini Nadia ingin kejujuran mama dan Papa, tolong jawab yang sejujur jujurnya, kalau memang mama dan papa masih menganggap aku keluarga ini .


__ADS_2