
Mas, malam ini aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini, selain aku punya suami yang sangat tampan dan baik,aku juga mempunyai mertua yang sangat menyayangiku, sebagaimana mereka menyayangimu,
''Sayang, mas lebih beruntung, bisa mempunyai istri seperti kamu, kamu adalah peri yang di kirimkan untuk mas, dan kita akan sama sama membangun rumah tangga yang lebih sempurna lagi,
Percakapan Nadia dan Rizal membawa mereka ke alam mimpi,
Di dalam mobil....
''Mas, Nadia dan Rizal terlihat sangat bahagia ya, mereka itu pasangan yang sangat serasi dan aku harap kita bisa seperti mereka nanti. ucap Alea.
''Alea, sayangku mas nggak mau mengikuti mereka, mas mau kita menjalani ala kita sendiri, kamu nggak tau sih ,mereka itu penuh dengan drama ,terlalu banyak kesedihan yang membuat mas bingung di buatnya,
Mama Widya dan papa Doni hanya diam mendengar celoteh Rafi.
''Pa, terus gi mana dengan pernikahan ku pa? ''tanya Rafi penuh harap,.
''Kita tunggu Adit sadar dulu, dia kan teman kamu, apa kamu nggak mau dia melihat pernikahan kamu? ''
''Tapi pa, Kan Adit belum pasti kapan dia sembuh , masa kita menunggu yang belum pasti sih?'' mama Widya sedikit sewot.
''Nggak apa apa ma, aku tau kok maksud papa, aku setuju, kamu juga kan Al? ''Rafi menyahut.
Alea mengangguk dan tersrnyum,
Tak ada satu orang pun yang berani membantah jika papa Doni sudah mengatakan keinginannya.
Sayup sayup mata Nadia sudah mulai terbuka dan yang dilihat pertama kali adalah Rizal suaminya yang sekarang selalu mesum.
Sekarang kamu makin tampan saja mas, aku nggak nyangka setelah perjalanan panjang kamu menghadapi semua ujian, kini kamu sudah tidak merasakan sakit, batin Nadia.
Nadia mengelus dan menatap wajah yang sekarang menjadi teman hidupnya.,
''Apa wajahku menggodamu, sampai kau tak berkedip melihatnya, suara serak Rizal ala bangun tidur mengagetkan Nadia
Nadia hendak menarik tangannya, namun dengan cepat Rizal mencengkaram jari lentik Nadia.
Rizal masih saja dengan mata yang terpejam.
Termyata dari tadi dia sudah bangun, tapi kenapa matanya masih terpejam ?''batin Nadia.
''Jangan heran sayang ,meskipun mata mas, masih terpejam, tapi hati mas ini bisa merasakan setiap sentuhan lembut tangan kamu, dan itu sangat membuatku tersiksa saat ini, karena mas tak bisa menyentuhmu,
''Mas, ini baru bangun tidur, dan kamu sudah menyuguhkan kata kata mesum kamu, apa menurut mas ini lucu,
__ADS_1
''Wah, sekarang kamu mulai banyak tanya ya, kalau kamu lagi nggak pms, mas sudah terkam kamu, kamu nggak ngerasa kalau di sini ada yang meronta ronta.
''Aku nggak lihat tu, mana, Nadia pura pura bodoh dengan pertanyaannya membuat Rizal semakin memeluknya erat,
''Mas, jangan gini dong, mas mau aku nggak bisa nafas dan mati? ''karena Nadia merasa sulit untuk bernafas,
''Hai, jangan mati dulu, bahkan mas belum puas untuk menikmati tubuhmu, kalau kau mau mati ,tunggu sampai aku menjadi kakek!''
Dengan mata terpejam saja masih bisa mengoceh, dasar suamiku ini sekarang makin cerewet saja.
Tok... tok.. tok... bunyi ketukan pintu membuat Rizal membuka matanya, Rizal baru menyadari bahwa sekarang dia sedang tidur di rumah mertuanya,
''Sayang, kenapa kamu nggak bilang kalau kita tidur di rumah Ibu,? tanya Rizal,
''Mas, kamu lupa, kalau memang kita nginap di rumah Ibu, jawab Nadia heran.
Rizal mengangguk.
Nadia beranjak dari ranjangnya dan membuka pintu,
''Nad,, belanjaan habis, Ibu mau ke pasar, Ibu cuma mau bilang, kalau Juan belum bangun, gitu aja,
''Bu, biar aku aja yang ke pasar?'' Ibu dirumah, aku kan juga ingin jalan jalan ,sudah lama nggak melihat pasar di sini,
Nadia ke kamar mandi membersihkan diri, dan bersiap,
Rizal yang tak mendengar percakapan Nadia dan Sang Ibu pun mengernyitkan dahinya.
''Sayang, kamu mau ke mana? ''kok berdandan.
''Aku mau ke pasar belanja, Apa mas mau ikut?'',
''Ke pasar, kenapa kita nggak ke supermarket saja, kan lebih higienis?''
''Mas, adanya di sini pasar, bukan supermarket, lagian kalau kita ke pasar itu lebih hemat,
''Tapi sayang mas nggak mau kamu becek becek,
''Mas, nggak ada pasar yang becek, jangan banyak nanya, mas, mau ikut apa nggak? ''tanya Nadia sambil mengambil dompet di dalam tasnya.
''Baiklah mas akan ikut, mas kan suami yang siaga, dan akan selalu ikut kemanapun istrinya pergi.
Nadia tersemyum kecil sambil menatap Rizal ,
__ADS_1
''Pak Eko, antar kita ke pasar!'' ucap Rizal.
''Baik tuan,
Setelah beberapa menit, kini mobil Rizal sudah terparkir di dekat pasar,
Nadia turun ,begitu juga dengan Rizal yang ikut turun mengekori Nadia.
Setiap barang yang di beli nadia pun di serahkan Rizal untuk membawanya, membuat para pengunjung pasar heran,
''Wah ,beruntung sekali mbaknya, punya suami tampan, setia ,dan rela membawakan barang belanjaan, kalau suami aku boro boro, di suruh nganterin aja nggak mau, malah di suruh naik ojol, ucap salah satu pengunjung.
''Iya ya, jarang jarang lo, ada suami seperti masnya, suami jaman sekarang mah, mau enaknya saja, urusan dapur mah tidak peduli,
Nadia hanya tersenyum dan mendengarnya.
''Sayang, masih lama nggak, mas udah capek nih, sambil memperlihatkan beberapa kantong kresek yang ada di tangannya.
''Iya, ini yang terakhir, setelah ini kita pulang, ucap Nadia pelan. .
Setelah Nadia membayar belajaannya mereka berlalu.
Di dalam mobil Rizal menghela nafas panjang dan memijat lengannya,
''Sini, aku pijit, Nadia dengan suka rela memijit lengan suaminya yang manja.
''Nah, gitu dong, suami tampan kamu ini harus tetap terawat supaya ketampanannya nggak luntur, ucapan Rizal seolah memang dirinya yang benar sendiri.
''Iya, baiklah suamiku yang tampan ,mulai hari ini, istrimu ini akan selalu merawatmu ,tapi ingat, jangan meminta lebih, karena aku kan sudah capek merawatmu, jadi untuk urusan.... Rizal dengan sigap memarik lengannya dan menutup mulut istrinya.
karena Rizal sudah tau kemana arah pembicaraan Nadia.
''Nggak jadi deh, mas udah enakan kok, dan kamu nggak perlu ngurusin mas lagi, kamu juga nggak boleh capek capek ,sambil membelai rambut Nadia.
*Aku tau kelemahan mu mas, jadi jangan macam macam, batin Nadia tertawa geli.
Aduh, tuan dan nona muda ini ,selalu saja membuat aku bingung, tapi mereka ini memang pasangan yang sangat serasi, meskipun badai menerjang, mereka ini tetap saling menjaga kepercayaan masing maaing, aku bersyukur punya majikan seperti mereka, batin pak Eko. sambil melirik dari kaca spion*.
''Kenapa pak, apa ada yang aneh? tanya Rizal saat melihat pak Eko menatapnya sekilas.
''Tidak tuan, cuma mau bilang nona dan tuan ini pasangan yang sangat so sweet gitu aja ,jawab pak Eko ragu.
''Sayang, ternyata pak Eko ini tau bahasa so sweet loh, wah ternyata pak Eko gaul juga ya?''
__ADS_1
''Mas, udah dong, kasihan pak Eko,ucap Nadia serius membuat Rizal diam, tapi berbeda dengan Rizal, pak Eko malah tersenyum kecil mendapat pembelaan dari Nadia.