
Di saat semua pergi dengan tugasnya masing masing, kini tinggal Rizal dan Nadia lagi,
Tak lama Dokter datang,
''Sekarang waktunya tuan Rizal untuk kemo.,
''Apa Nona mau di sini atau keluar?
''Saya di sini saja dok.
Dokter segera melakukan tugasnya.
Kali ini Rizal mencoba untuk menahan setiap sakit karena jarum,Rizal hanya sesekali menjingkat dan mendesus karena refleks,
''Mas nggak apa apa kan? tanya Nadia.
Rizal hanya mengangguk.
Mas. bohong, pasti mas saat ini kesakitan, aku tau,ucapan mas memang bisa bohong, tapi wajah mas tidak bisa membohongiku sama sekali.
''Mas, nggak usah di tahan, keluarkan rasa sakit itu, di sini ada aku, mas jangan malu, aku ada di sini hanya untuk mu, dan aku siap mendengar keluhanmu. Bisikan Nadia di telinga Rizal.
Seketika itu Rizal langsung menjerit, setelah mendapat izin dari Nadia, Sudah tak ada rasa malu lagi di depan istrinya,
Nadia pun sama, tak sanggup untuk menahan air matanya, Nadia juga meluapkan tangisnya di depan suaminya, tangan Nadia tetap menggenggam tangan Rizal,
Sesekali Nadia mengusap air mata Rizal,
''Semangat, semangat semangat semangat, hanya itu lah kata yang terucap dari mulut Nadia untuk suaminya .
Membutuhkan waktu kurang lebih dua jam untuk melakukan kemo,
Itu membuat Nadia menguras air matanya lagi, karena melihat sang suami.
Bagaikan tertumpu batu, itulah yang di rasakan Nadia saat ini,
Setelah semua selesai Rizal berbaring lemas tak berdaya,
Nadia mengelus kepala suaminya yang plontos tanpa rambut sedikit pun,
''Mas, sekarang tidurlah, aku akan menjaga mas di sini,
Rizal hanya mengangguk.
Nadia berada di samping Rizal dan memandang wajahnya yang kurus dan sedikit keriput.
Ya Allah sembuhkanlah suamiku, buanglah penyakit yang ada dalam tubuhnya, jangan biarkan dia kesakitan lagi, rasanya aku nggak sanggup lagi,kalau harus melihatnya kesakitan Ya Allah, semoga Engkau mendengar doaku.
Amiiin
Tok.. tok.. tok... suara ketukan pintu membuyarkan lamunan Nadia.
Nadia berjalan menghampiri pintu dan membukanya.
''Lilis, kak Deny, silahkan masuk !
''Kok, sepi Nad, emang nggak ada yang ke sini? tanya Deny.
''Kak Deny telat, tadi pagi semua datang, tapi sekarang sudah pulang,
__ADS_1
Sedangkan Lilis tak menggubris dengan pembicaraan Nadia dan Deny.
Lilis berjalan menghampiri Rizal,
Lilis membelalakkan matanya saat tau kondisi Rizal saat ini.
Nadia hanya melihat dari belakang.
''Nad,
Nadia hanya mengangguk.
Akhirnya tangis Lilis pun pecah di pelukan Nadia.
''Aku nggak nyangka Nad, kalau sebenarnya ini yang terjadi, kenapa mereka menyembunyikan ini, apa maksudnya? Lilis yang masih menangis.
''Kamu yang tenang ya, aku akan ceritain semuanya.
Akhirnya Nadia menceritakan semua kepada Lilis,
''Jadi ini semua kemauan kak Rizal ?
''Heem.
''Jadi maafkan mas Rizal karena sudah memisahkan kalian.
''Enggak Nad, aku nggak apa apa kok, kalau aku tau kejadiannya kaya gini, aku nggak mungkin berharap kak Deny cepat kembali, biar dia menemani kak Rizal sampai sembuh.
''Lis, sekarang kan aku sudah tau keadaan mas Rizal, mulai sekarang aku sendiri yang akan menjaganya di sini, dan ini saatnya untuk kalian melepas rindu.
''Apaan sih Nad, Lilis sedikit malu.
''Apa, Rizal dan istrinya tidak memempati rumah itu lagi, memang mereka kemana?
''Kami juga nggak tau bos,kami lihat hanya pembantu, supir dan satpam yang ada di sana, kami tidak melihat Rizal maupun Nadia sama sekali keluar dari rumah itu.
Apa mereka pindah rumah, atau mereka tinggal di rumah om Doni? pikir putri.
Setalah mengawasi rumah Rizal, anak buah Putri melapor apa yang di lihatnya.
''Ya sudah kalian pergi, tapi kalau kalian melihat Nadia maupun Rizal langsung lapor ke saya.
''Baik Bos.
kedua preman berlalu dari hadapan Putri,
Lagi lagi Putri sangat marah dengan apa yang di dengarnya.
''Sialan, semua ini gara gara Nadia, awas aja kalau sampai kamu muncul di depanku aku nggak akan segan segan membuatmu menderita.
Putri mengeluarkan uneg unegnya.
Di kantor, kali ini sama seperti yang lain, Rafi juga menampakkan senyum nya yang sudah berbulan bulan di sembunyikannya.
Di dalam ruangan ,Rafi senyum senyum sendiri, sampai Alea yang melihatnya menjadi bingung dan ingin menanyakannya.
Alea datang ke ruangan Rafi dan mendekatinya.
Itupun tak di sadari oleh Rafi,
__ADS_1
Akhirnya Alea membisikkan sesuatu di telinga Rafi.
''Pak Ceo kelihatannya lagi bahagia banget, sampai senyum senyum sendiri, memang ada apa sih? bisikan Alea.
Rafi yang refleks langsung memeluk Alea,
''Aku sangat bahagia, akhirnya Rizal sudah bertemu dengan Nadia, dan sekarang Rizal terlihat lebih ceria, itu akan bepengaruh dengan kesembuhannya, kata Rafi yang masih memeluk Alea.
''Pak, lepasin, malu nanti kalau ada orang yang lihat.
Setelah mendengar ucapan Alea Rafi langsung melepaskan pelukannya dan menggaruk garuk kepalanya yang tidak gatal.
''Maaf, aku tadi refleks aja kamu sih ngagetin aku, aku kan jadi kaget.
Alea malah tersenyum mendengar alasan kekasihnya.
''Nggak apa apa, tapi lain kali jangan terulang lagi, iya kalau yang mas peluk aku lagi, kalau orang lain gi mana?
''Enggak lah, masa peluk orang lain,mas cuma pernah peluk Nadia adik ipar, karena waktu itu mas sangat kasihan melihatnya.
Akhirnya mereka malah ngobrol panjang lebar,Rafi menceritakan pertemuan Nadia dan Rizal yang dramatis.
''Wah, kalau gitu mas ingat dong janji mas?
Rafi mengangguk.
''Aku akan segera melamarmu, dan kita akan segera menikah.
Alea tersenyum bahagia mendengar ucapan Rafi.
Sungguh tak di sangka penantian yang lama akhirnya berbuah manis, karena dengan kesabaran dan saling percaya, itu yang membuat dua insan bersatu, karena itu adalah sebuah kunci untuk bisa bersatu, maka tak bisa di tampik ,kalau kesabaran dan saling percaya itu yang selalu di ucapkan dua pasangan yang saling memadu kasih,
Tapi jika salah satu ada yang berkhianat, itu juga tak mudah untuk memgembalikan hati yang di lukai,itu sangat menyakitkan, memang tak nampak oleh mata, tapi itu sangat sakit dari apapun,maka dalam suatu hubungan harus saling memprioritaskan percaya dan setia.
Setelah pulang dari kantor Rafi mengajak Alea untuk menjenguk Rizal dan ingin memperkenalkan pada Nadia sang adik ipar .
Rafi mengetuk pintu,
Setelah Nadia membuka pintu ,Rafi langsung masuk dengan menggandeng Alea.
''Gi mana keadaanmu hari ini Zal?tanya Rafi.
''Lebih baik kak, karena salah satu obatnya sudah ada di sini.Rizal sambil melihat Nadia.
''Oh.. iya Nad, kenalin ini Alea pacar kakak.
Nadia bersalaman dan mereka saling peluk.
''Wah, cantik sekali, cocok sama kakak, terus kalian kapan nikah?Nadia
''Segera, itulah kata Rafi.
''Kami akan menikah bareng kalian resepsi.
''Kak, nggak usah nunggu kami, kami kan masih lama iya kan mas,? Nadia dengan menghampiri suaminya.
Rizal hanya mengangguk.
''Iya kak, kita resepsinya masih lama, mendingan kakak nikah aja dulu?
__ADS_1
Kan kasihaan kak Aleanya masa di pacarin aja nggak di halalin.