Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 93


__ADS_3

''Sayang, kita pulang ke rumah ya, kata papa kan Lilis dan kak Deny rumahnya dekat rumah kita, aku udah kangen nih ama dia?


Nadia merengek, sambil menggoyang goyangkan tangan Rizal.


Rizal menoleh dan mencium kening Nadia.


''Iya, kita pulang ,di sini banyak pengganggu, ''Mas jadi nggak sabar bikin adik nya Juan.


Nadia membulatkan matanya, dan mendekatkan wajahnya,


''Nggak usah kaget gitu, apa kamu nggak mau Juan punya adik lagi?,


Ya ampun sekarang mas Rizal kesambet apa sih kok jadi mesum gini? Nadia dalam hati.


''Maksud kamu apa,pasti kamu mikir mas mesum ya ?


Kok dia sekarang bisa menerawang pikiranku


''Ya bisa lah, kamu ini istriku, apa yang kamu pikirkan mas, itu tau ?


''Udah Ayo katanya mau pulang,


Rizal berdiri dan menggandeng tangan Nadia ,


Sampai di bawah Rizal dan Nadia langsung pamit ke mama Widya dan papa Doni.


''Ma, kami pulang ya, udah lama ni, aku tinggal di sini.


''Iya, kalain hati hati,kapan kapan mama Dan papa main ke sana, mama Widya sambil menoel pipi Juan yang gemesin.


''Oh. ya, Zal, sekarang kalian akan lebih tenang, dan semoga nggak ada yang mengganggu lagi seperti kemarin


''Terima kasih ya paa, Rizal sambil memeluk pak Doni dan mama Widya bergantian.


Begitu pun Nadia memeluk kedua mertuanya.


''Hai, kalian mau jadi adik durhaka nggak pamit sama kakak, tiba tiba saja suara menggelegar dari lantai dua.


Rizal maupun yang lain mencari sumber suara.


''Ternyata Rafi ada di sudut tangga atas dengan setelan baju kantornya.


Rizal tersenyum dan menghampiri nya .


''Kakak ku yang paling tampan, kenapa sih sekarang suka ngambek kayak cewek pms aja,


''Eiiit, apa kamu bilang? Rafi melotot ke arah Rizal.


''Maaf, lagian kenapa sih, kakak tu akhir akhir ini, selalu saja ke po, ,usil, marah marah nggak jelas, apa coba salah adiknya yang kelewat tampan ini.


''Sekarang aja pede, kalau tampan. dulu mana. katanya keriput, tua, plontos,


Rizal merengut mendengar ucapan Rafi.


''Udah, kalian apaan sih, berantem aja, kayak anak kecil, ingat umur kalian sudah berapa mama Widya melerai, sedangkan Nadia dan papa Doni hanya menjadi penonton setia.


Rizal memeluk Rafi dengan erat,


''Jangan suka marah marah, kakak kan belum nikah,takutnya nanti cepet tua, bisik Rizal.


''Kalau gitu kamu bujukin mama dong, biar cepat nikahin kakak!..bisik Rafi kembali.


''Whattt... ,masih dalam mode pelan, kenapa harus aku yang bujuk mama, emang kenapa, kakak nggak bisa?


''Bukan nggak bisa, tapi mama nunggu persetujuan kamu, masih aja berbisik.

__ADS_1


''Oke, demi kakak ku tercinta, aku akan lakulan apa saja, bisik Rizal.


''Kamu adalah adik ku yang paling baik, kakak doakan semoga kalian dapat momongan yang kedua, ucapan Rafi dengan lantang, sambil menepuk pundak Rizal.


Tanpa fikir panjang, Rizal langsung mendekat mama Widya


''Di bisikin apa sama kakak kamu, pasti nikah,


Kok mama udah tau, gi mana nih ngomongmya.


Rizal memutar otaknya.


''Ma, minggu depan kan Nadia wisuda, aku langsung mau melakukan resepsi, apa mama dan papa setuju?


''Mama udah duga, pasti itu yang akan kamu bilang ke mama,


Sedangkan Rafi hanya bersiul menghadap anak tangga, pura pura tak tau.


''Wah, sekarang mama jadi seperti mas Rizal ya, bisa menerawang pikiran orang, ucap Nadia polos.


Kini semua mata mengarah ke arah Nadia.


Nadia pun bingung mau mengucapkan apa.


''Maaf, apa aku salah ?


Rizal menggeleng.


Sedangkan mama Widya dan yang lain hanya senyum tipis.


''Kamu nggak salah sayang, tapi kamu itu terlalu cerdas,ujar Rizal.


''Oke, kalau gitu nanti malam kita akan datang ke rumah pak John untuk melamar,


Rafi yang tadinya melengos, kini langsung menghadap papa Doni dan menghampirinya.


''Terima kasih pa, terima kasih,


Rafi mengucapkannya berulang kali, kepada papa Doni dan mama Widya,


Semua tersenyum lebar melihat kebahagiaan Rafi.


Kini Rafi beralih ke Rizal .


''Terima kasih kamu memang adik yang paling baik, nggak sia sia kakak selama ini menjagamu, ternyata kamu ada gunanya.


''Apa sih kak, itu bukan berterima kasih yang baik, tapi itu menghina,


''Maaf, kakak cuma bercanda.


''Ya udah, kalau gitu aku pamit pulang dulu,


''Apa nanti malam kamu nggak ikut ke rumah Alea?


Rizal melihat sang istri,


Nadia mengangguk.


''Ikut dong ma, lagian kan cuma aku saudara kakak.


Rafi langsung mengirim pesan ke Alea yang mengatakan bahwa keluarganya akan datang nanti malam,


Dalam pesannya tersebut, Rafi langsung mendapat balasan kalau Alea tidak bisa masuk kerja hari ini, karena akan menyiapkan segala sesuatu.


Rizal dan Nadia pulang ke rumah, sedangkan Rafi berangkat ke kantor.

__ADS_1


Kini Rizal sudah mahir menyetir sendiri, semenjak di nyatakam sembuh pikiran Rizal pun tak di hantui rasa takut maupun gelisah akan keadaannya .


Tak butuh waktu lama untuk sampai rumah Rizal,


Sampai di depan gerbang Nadia menoleh rumah mewah samping rumahnya,


''Mas, apa itu rumah Kak Deny dan Lilis,


''Mas juga belum tau pasti, tapi kata papa di samping rumah kita,


''Ya udah yuk masuk dulu, nanti kita cari tau lagi,


Nadia dan Rizal segera masuk rumah setelah pintu di buka sang bibi.


''Selamat datang Tuan ,Nyonya!!''


Nadia dan Rizal tersemyum melihat penyambutan asisten rumah tangganya dan supir serta satpam.


''Gi mana ke adaan rumah ?


''Semua baik tuan, jawab semua bersamaan,


Nadia langsung pergi ke kamar dan menidurkan Juan di kamarnya,


sedangkan Rizal berlalu ke kamarnya sendiri.


Kebahagiaan baru akan di mulai lagi di rumah yang super mewah ,


Tak lama sebelum Nadia sampai kamarnya, ada yang mengetuk pintu.


Bibi yang membukanya langsung mempersilahkan masuk.


''Lilis, Nadia kaget setelah tau siapa yang datang.


''Nad, kamu apa kabar, keduanya saling menanyakan kabar dan berpelukan.


''Aku baik, kamu sendiri, kak Deny mana?


''Ke kantor,


''Kamu kok tau sih kalo aku udah pulang?


''Aku tadi lihat mobil kak Rizal, jadi aku langsung ke sini.


''Apa kamu baik baik saja, nggak ada yang menyakiti kamu kan ?tanya Lilis yang khawatir.


''Kamu tenang aja, semuanya baik baik aja, papa Doni udah urus semuanya.


Keduanya duduk di ruang keluarga, dan ngobrol sambil bersantai ria.


Sedangkan Di kamar Rizal setelah mandi, mondar mandir menunggu kekasih halalnya yang tak kunjung ke kamar.


''Lagi ngapain sih ni orang, bukannya tadi juan tidur, kok lama banget,


Rizal yang tak sabar menghampiri ke kamar putra tercintanya.


''Nggak ada, kemana dia ,gumam Rizal.


Rizal menutup pintu kamar Juan kembali, dan menuruni anak tangga.


Setelah sampai, Rizal menoleh ke sumber suara yang penuh tawa,


Pantes lupa sama suami, ada teman akrab .pikir Rizal jengkel.


Sedang di sebarang sana,ada yang lagi berbunga bunga,

__ADS_1


Para karyawan pun jadi bingung melihat bosnya yang tersemyum sendiri sambil jalan menuju ruangannya.


Siapa lagi kalau buka Rafi.


__ADS_2