
Seminggu sudah Adit di rawat dalam keadaan sadar ,kini Adit merasa dirinya sudah baik dan sehat, Adit sudah di perbolehkan pulang .
Adit pulang ke rumahnya dengan perasaan yang lega ,karena saat ini dirinya tidak lagi di penuhi dendam.
Sedangkan Rafi di sibukkan dengan acara pernikahannya yang sudah tersebar di seluruh nusantara,
Papa Doni menepati janjinya akan menjadikan moment pernikahan Rafi dan juga resepsi pernikahan Rizal dengan begitu mewah .
Gedung yang akan di pergunakan pun sudah mulai di hias, serta pengawal yang begitu banyak selalu mengelilingi setiap sudut ruangan,
Persiapan yang begitu membutuhkan banyak tenaga itu memang di harapkan se perfect mungkin.
''Wah, senangnya yang mau nikah, mukanya sampai keluar bunga nya tu, ejek Rizal saat melihat Rafi tersenyum senyum sendiri.
''Nggak usah ngeledek kakak, ini adalah hasil sebuah kesabaran kakak, kamu ingat, kakak gagal menikah gara gara kamu sakit, setelah itu kejadian yang menimpa Adit, dan inilah hasilnya, kamu pun akan menikmatinya juga.
''Iya iya, maaf karena sudah menunda pernikahan kakak dengan kak Alea.
Rizal memeluk sang kakak.
Kebahagiaan pun ikut terpancar bagi setiap orang yang menerima undangan dari keluarga Pratama.
Termasuk pegawai kantor pun semuanya di Undang tanpa terkecuali .
Bukan hanya dari golongan orang kaya saja yang bisa menikmati pesta itu, tapi dari golongan menengah ke bawah pun juga akan ikut menikmati pesta yang di adakan keluarga Pratama kali ini.
Sedangkan para wanita menyiapkan fashion yang akan mereka pakai di hari yang meriah itu,
Mama Widya yang menentukan konsep untuk pesta pernikahannya.
Semua kerabat dari pak Doni dan juga mama Widya pun sudah hadir, karena mereka semua dari jauh bahkan dari luar negeri .
''Nad, apa kamu sudah ada tanda tanda hamil lagi, tanya mama Widya saat mereka lagi bercengkerama.
Nadia menggeleng.
''Kalau gitu setelah acara ,kamu dan Rizal harus bulan madu bersama Rafi dan Alea.
Nadia membulatkan matanya,
__ADS_1
''Ide bagus tu ma, aku memang punya rencana bulan madu, tapi bingung Juan gimana?Rizal menyahut dari belakang.
''Kamu tenang aja, Juan biar sama mama di rumah,
''Mas, nagapain sih bulan madu segala, kamu di rumah kan sering melakukannya bisik Nadia.
''Kalau di rumah kita sering kali di ganggu dengan si kecil, kali ini mas ingin bebas, tanpa ada yang mengganggu, dan kamu harus nurut, jangan membantah, anggap saja ini perintah dari mama, bisik Rizal kembali, membuat Nadia memanyunkan bibirnya.
Itu memang maumu mas, di rumah saja sudah bikin aku lelah, apa lagi nanti bulan madu, apa aku bisa meniktmainya, atau bahkan aku akan selalu merasa capek karena dirinya, Oh, Tuhan apa ini, kenapa akhir akhir ini aku selalu berpikir mesum ,apa virus mesum mas Rizal sudah menular? ''batin Nadia
''Jangan berfikir mesum, aku tau apa yang kamu fikirkan saat ini,mas hanya ingin kamu menikmati indahnya dunia ini, dan itu bersamaku,
''Beneran, nggak ada maksud lain, Nadia sambil menatap Rizal mencari kejujuran yang berada di mata Rizal,
Rizal mengangguk anggukkan kepalanya.
''Sayang,kamu itu terlalu polos ,itu yang aku suka dari kamu, jangan pernah pergi dariku walaupun hanya sedetik, aku tak akan sanggup untuk menjalani hidup ini tanpamu, kamu adalah istri terbaikku, batin Rizal.
Sambil memeluk Nadia dari belakang, membuat semua penghuni rumah ikut baper dengan tingkah mesra Rizal.
''Pantas saja Rizal cepat sembuh, ada istrinya yang cantik selalu ada di sampingnya, kalian ini sangat mesra membuat kami iri saja, kamu dapat dari mana istrimu ini Zal? ''ucap salah satu saudara mama Widya.
Nadia hanya garuk garuk kepalanya sambil melihat Rizal.
''Pantas saja kamu nempel terus, kalian ini memang pasangan yang sangat serasi.
Kenapa mereka jadi kepo gini sih, aku nggak mau sampai Nadia malu, gara gara pertanyaan yang konyol ini, apa sebaiknya aku ajak pergi Nadia aja ya, batin Rizal menghawatirkan Nadia, yang saat ini di kelilingi saudara mama dan papanya.
Rizal hanya takut Nadia tersinggung dengan omogan kerabatnya, karena mereka nggak tau asal usul Nadia.
''Sayang Kalau negitu waktunya kita tidur, aku nggak mau kamu capek,biar para pelayan yang mengurus semuanya.
''Zal, kamu ini nggak sabaran banget sih, biarin aja Nadia di sini, lagian kan aku masih pingin kenal dekat dengan Nadia,
''Tante, Nadia ini kan udah capek, aku nggak mau kalau dia sakit, ucap Rizal.
''Mas, aku nggak apa apa kok, mendingan mas tidur duluan, aku nanti nyusul,
''Kalau mereka ngomong macam macam, jangan di dengarin, cukup mas saja yang kamu dengarin, bisik Rizal di telinga Nadia.
__ADS_1
Nadia tersenyum dan mengangguk.
Nadia berbincang dengan kerabat Rizal, mereka saling berbagi pengetahuan, Nadia pun jujur dengan keadaan yang sebenarnya, itu membuat Saudara mama Widya semakin kagum,
Tidak seperti yang di bisikkan Rizal, Nadia malah merasa bahagia bisa mengenal kerabat Rizal lebih dekat.
Sedangkan di kamar Rizal hanya berguling guling memikirkan nasib Nadia.
''Gi mana kalau tante yang cerewet itu menanyakan sesuatu yang membuat Nadia tersinggung , aku nggak mau kalau sampai Nadia sakit hati gara gara tante yang super cerewet itu, gumam Rizal.
Rizal langsung saja menyibak selimutnya dan turun dari ranjang,
Rizal kembali turun umtuk mememui sang istri yang kini berada di bawah.
''Kenapa balik lagi Zal, apa kamu nggak bisa tidur karena gulingmu masih di sini?''
''Tante apa sih, ini kan memang sudah malam, aku maunya Nadia tidur, aku nggak mau kalau dia capek, besok kan acara kami, aku nggak mau kalau sampai istriku kelelahan,
''Bilang saja kamu nggak mau jauh darinya, jangan bertele tele, Udah Nad, kamu temani suami kamu sana, dari pada tante di sini risih melihat suami kamu mengoceh,
Nadia langsung berdiri mengikuti Rizal ke kamar,
Sedangkan yang lain hanya melihat punggung mereka berlalu.
''Dasar anak muda jaman sekarang, kalau udah cinta nggak tau keadaan,
Mama Widya hanya tersenyum melihat kejengkelan keluarga nya itu.
''Apa memang mereka seperti itu Wid? ''
Mama Widya hanya mengangguk.
''Mas, kamu nggak malu apa, sama mereka?''ucap Nadia saat mereka di kamar,
''Ngapain malu, kita ini suami istri?'' dan mas nggak mau melewatkan satu malam pun tanpamu, mereka saja yang memang suka usil dengan kita, makamya itu, mas itu nggak suka tempat rame, karena menurut mas itu sangat mengganggu,
''Kalau ini bukan pesta kita, mas juga nggak mau di sini, lebih baik kita pulang ke rumah dan menikmati malam kita dengan tenang. ucap Rizal di telinga Nadia.
''Mas....ucapan Nadia terpotong .
__ADS_1
''Ssst........ diam.
''Nggak tau deh lanjutannya apa? ''