Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 53


__ADS_3

Seperti biasa di pagi hari Nadia bangun terlebih dahulu dan melakukan ibadah, lama sekali Nadia melantunkan ayat ayat suci Al Qur'an tapi tak membuat suaminya bangun, dengan terpaksa Nadia membangunkan karena waktu sholat hampir habis, dengan keraguan Nadia berjalan menuju ranjang,


''Bangunkan nggak ya, kalau aku bangunkan takut mas Rizal marah, kalau nggak di bangunkan nanti telat sholatnya, ah gi mana ini, apa aku suruh bibik aja, ah kelamaan aku bangunkan aja deh, biarin aja kalau mau marah. batin Nadia.


Dengan perutnya yang besar Nadia mondar mandir di sebelah ranjang.


Akhirnya dengan segala keberanian yang Nadia punya ,langsung menggoyang goyangkan punggung Rizal dengan tangannya.


''Mas bangun udah pagi, nanti keburu habis waktu sholatnya.


Rizal yang merasa tubuhnya bergerak pun langsung membuka matanya dan mengumpulkan nyawanya.


Rizal memandangi Nadia yang masih berdiri di samping ranjang.


tanpa menyapa Rizal langsung pergi ke kamar mandi.


Nadia yang melihat suaminya masuk kamar mandi, langsung melangkahkan kakinya untuk keluar, tapi kali ini Nadia tidak ke dapur melainkan ke ruang keluarga dan menonton tv, setelah menyuruh bibi masak.


Rizal keluar dari kamar mandi pun clingak clinguk entah apa yang di cari.


Selesai dengan sholatnya kali ini Rizal langsung merebahkan badannya lagi sambil menatap langit langit ,seperti memikirkan sesuatu yang sangat berat, dan terkadang mengusap wajahnya dengan kasar.


Kenapa sih aku selalu saja nggak bisa fokus kalau ingat dia, ayolah Zal kamu harus fokus jangan mikir yang lain dulu ,semangat, Rizal menyemangati.


Tin...tin... Bunyi klakson membuyarkan lamunan Rizal, Setelah memakai baju dan perlengkapannya Rizal segera turun ke bawah, sedangkan Nadia langsung membukakan pintu.


''Kak Deny, masuk .


''Rizal nya apa udah siap?


Nadia mengangkat kedua bahunya.


Aku udah tau kok Nad pasti kali ini hubungan kalian nggak baik kamu harus sabar Nad. hati Deny.


''Ya udah aku tunggu di luar aja kalau gitu.


''Masuk kak, ngapain di luar kan nggak enak kalau di lihat orang, lagian pasti kakak belum sarapan kan.


Deny mengangguk


''Temani mas Rizal sarapan ,takutnya nanti dia nggak jadi makan kalau ada aku.


Rizal turun dari tangga menuju meja makan.


Rizal melihat Nadia masuk dan beriringan dengan Deny,


''Kamu Den, kak Rafi mana?


''Hari ini kak Rafi ada rapat penting dan dia nyuruh aku yang jemput kamu.


''Baiklah mari, kamu belum sarapan kan, Rizal sambil menarik kursi yang di meja makan.


Mereka berdua sarapan dengan hikmat tanpa ada yang bersuara hanya dentingan sendok.

__ADS_1


Sesekali Rizal melirik Nadia yang sedang asyik menonton tv.


Nadia pun sama kadang kadang juga melirik suaminya.


Andai aku yang saat ini bersamamu mas, pasti hati aku akan sangat bahagia, tapi nggak pa pa yang penting kamu makan dengan lahap meskipun aku nggak ada di sampingmu tapi aku bisa merasakanya.


Setelah sarapan Deny dan Rizal berlalu dari rumah, seperti biasa kini hari hari Rizal tidak melakukan aktifitasnya di kantor melainkan di rumah sakit.


Sedangkan Rafi di kantor sedang sibuk menyiapkan berkas berkas mitting, Rafi harus menyiapkan sendiri tanpa Deny.


''Repot juga ya tanpa sekretaris, apa Deny


juga sama sepertiku saat aku nggak masuk, tanda tanya diri Rafi.


Rafi menjalankan mobilnya menuju tempat miting dan kali ini tempatnya memang tidak jauh dari kantor.


Di jalan Rafi melihat wanita cantik yang tak lain adalah Alea.


Rafi langsung membuka kaca mobil dan menyapa.


''Alea kamu ngapain di sini,?


''Rafi, aku lagi nungguin taksi soalnya tadi aku diantar supir dan aku sudah suruh pulang dia ''Sekarang, bareng aku aja yuk?,


''Kamu nggak repot.


''Aku mau mitting sih tapi sebentar aja kok nanti kamu tunggu aja di mobil.


Alea masuk ke dalam mobil Rafi.


Mereka saling canda tawa dan menanyakan kabar satu sama lain.


sampai pada akhirnya Rafi sampai pada tempat tujuan,


''Kamu tunggu bentar ya nggak lama kok,


''Iya tuan,


''Ah kamu bercanda aja,


Rafi masuk ke sebuah restoran tempat miting, sedangkan Alea masih berada di mobil.


''Rafi sangat gagah, dia udah punya pacar belum ya, ah pasti udah deh masa sih cowok setampan dan setajir dia belum punya pacar.


Alea bertanya jawab dengan dirinya sendiri.


Satu jam sudah Rafi miting di dalam restoran dan kini Rafi sudah kembali ke mobil,


Rafi melihat Alea sedang tertidur pulas.


Perasaan tadi nggak lama banget tapi kok Alea sampai ketiduran begini, biarin aja deh, batin Rafi.


Rafi langsung menjalankan mobil nya tanpa membangunkan Alea.

__ADS_1


Alea kok nggak bangun bangun sih terus aku bawa dia kemana nih mana aku nggak tau di mana rumahnya, apa aku bawa ke kantor aja, terus kalau udah nyampai kantor dia belum bangun juga gi mana, Rafi merasakan bingung dalam hati.


Setelah lama Rafi menjalankan mobil dan tak tau arah kini mobilnya di berhentikan di pinggir jalan Rafi mengetuk ngetuk setirnya sambil mencari ide yang pas,


Tak lama Alea mengerjap ngerjapkan matanya,


Alea bingung dan menoleh ke kanan dan kiri,


Tapi Alea langsung tersenyum setelah melihat di sisinya ada pria tampan yang sedang melihatnya.


''Maaf aku ketiduran Alea sambil malu malu.


''Nggak apa apa ko, kayak nya kamu capek banget,


''Iya, tadi malam papa minta aku menemaninya menemui klien sampai larut, papa menganggapku sebagai sekretarisnya, padahal papa juga sudah punya sekretaris, tapi kalau di kira tamu itu sangatlah penting papa selalu mengajakku sebenarnya aku juga nggak mau berbisnis dengan papa aku ingin mencari kerjaan sendiri, tapi papa selalu memaksaku jadi mau nggak mau aku harus mau..


''Jadi aku juga termasuk orang yang penting dong.


''Maksud kamu?.


''Kan waktu aku mitting sama papa kamu kamu juga di ajak.


Alea mengangguk,


''Kamu nggak mau kan jadi sekretaris papa kamu, apa kamu mau jadi sekretaris ku? tanya Rafi.


''Maksudnya ?Alea kaget


''Ya kamu jadi sekretarisku ,


''Terus sekretaris kamu kemana, ?


''O... Deny dia itu sekretaris Rizal dan dia cuma sementara ikut dengan ku nanti kalau Rizal sudah sembuh dia jadi sekretaris Rizal lagi,


''Rizal adik kamu, sembuh, memang dia sakit apa,


''Ceritanya panjang,kapan kapan aku ceritain, dan dia sekarang lagi berobat, kamu ikut doakan ya supaya cepat sembuh.


''Heem aku akan selalu doakan yang terbaik untuk adik kamu.


''Jadi kita ke mana nih sekarang? tanya Rafi.


''Anterin aku pulang aja, nggak apa apa kan?


''Oke, aku anter kamu, siapa tau nanti ketemu calon mertua ,Rafi bercanda.


Alea yang mendengarnya langsung melotot ke arah Rafi.


''Maaf, kamu nggak marah kan? Rafi


Alea menggeleng dan tersenyum.


Aku sangat senang kamu bilang gitu Raf, dan semoga kamu serius dengan ucapan kamu.

__ADS_1


__ADS_2