Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 52


__ADS_3

Matahari hampir tenggelam di ufuk barat


Sore hari Nadia melihat jam dinding dan jam menunjukkan waktu Rizal pulang kerja Nadia langsung keluar dari kamar menuju dapur untuk membuat makanan.


Maksud Nadia agar Rizal tak marah lagi, karena kejadian tadi pagi membuat Nadia berpikir keras gi mana cara agar Rizal tak mudah marah padanya.


Meskipun perut Nadia besar itu tak menjadi penghalang baginya malah menjadi penyemangat.


Nadia bergelut dengan bumbu dapur, memasak kesukaan Rizal, wajah campur keringat dan minyak pun tak dia pedulikan, dengan semangatnya, sampai melupakan apapun yang di sekitarnya. Bibi yang melihatnya pun menjadi iba, tapi Nadia sama sekali tak mau di bantu,


sampai akhirnya pun selesai juga.


Nadia masuk ke kamar dan membersihkan dirinya kemudian memakai make up, kali ini Nadia berpenampilan cantik ,Nadia melihat wajahnya di pantulan cermin


''Mas mudah mudahan kamu nggak marah lagi sama aku,aku janji nggak akan membuat mas marah lagi, gumam Nadia di depan cermin.


Tin... tin... suara klakson mobil berhenti di depan rumah.


Nadia melihatnya dari jendela kamar, dan benar saja itu mobil kak Rafi, Nadia segera turun untuk menyambut kedatangan suaminya.


Nadia melihat bibi hendak membuka pintu, tapi Nadia segera melarang nya


''Jangan bik biar aku aja.


Bibi langsung kembali ke dapur setelah mendengar Nadia.


Nadia berjalan menuju pintu dan langsung membukanya.


Rizal sudah di depan pintu, Nadia menjulurkan tangannya maksud mencium punggung tangannya Rizal tapi dengan cepat Rizal menepisnya.


Nadia hanya bengong melihat kelakuan Rizal.


Kenapa lagi dengan mas Rizal, apa aku salah lagi, apa dia marah karena aku berdandan batin Nadia.


Sedangkan Rafi langsung pulang tanpa turun


Rizal langsung menuju meja makan dan membuka tudung saji.


Karena melihat makanan kesukaannya Rizal langsung mengambil piring untuk makan.


Rizal mulai menyendoknya satu suapan


Enak sekali siapa yang masak ya seperti masakan Nadia ,apa memang dia yang masak. batin Rizal.

__ADS_1


Nadia yang melihat suaminya makan langsung menghampirinya.


Nadia tersenyum karena melihat sang suami yang sangat lahap di tengah tengah makan.


''Enak mas, ini masakan aku lo, apa mas mau nambah?


mendengar ucapan Nadia Rizal langsung membanting sendoknya ,dan pergi dari meja makan.


Nadia yang di depannya pun sontak kaget melihat sikap suaminya.


Apa aku salah ngomong ,kenapa mas Rizal marah lagi, Nadia sambil menitihkan air mata.


Rizal berjalan naik tangga menuju kamarnya sampai di ujung tangga Rizal menoleh ke arah istrinya yang masih mematung di depan meja makan ''maaf ''hanya kata itu yang Rizal ucapkan dan berlalu ke kamar.


Rizal langsung masuk ke kamar mandi dan membersihkan diri di bawah shower,


Nadia duduk di meja makan sambil memandangi masakan yang dia buat ,


''Mas kenapa kamu berubah apa salahku apa aku sudah tak menarik lagi untukmu ,tolong katakan kalau aku punya salah, kalau mas diam aku nggak akan tau dimana salahku, gumam Nadia.


Bibi dari belakang mendengar keluh kesah majikannya dan menghampirinya.


''Non, non yang sabar ya mungkin tuan lagi ada masalah di kantornya, dan tidak bisa menahan emosinya, sekarang non susul tuan ke kamar dan non jangan katakan apa apa dulu, biar tuan yang memulai pembicaraan, maaf bibi cuma kasih saran itu pun kalau non mau, kalau tidak mau ya nggak apa apa,


Bibik mengangguk.


''Semoga berhasil ya non.


Nadia pergi meninggalkan meja makan dan berjalan menuju kamarnya.


Nadia membuka pintu kamar dengan pelan, Nadia masuk, Nadia tak melihat suaminya di kamar, tapi Nadia mendengar percikan air di kamar mandi.


Mas Rizal mandi aku siapin baju aja, Nadia berinisiatif.


Nadia membuka lemari dan memilah milih baju untuk Rizal,


sudah ketemu Nadia langsung meletakkannya di tempat biasa Rizal ganti baju.


Nadia langsung duduk di shofa kamar, menunggu Rizal dari kamar mandi.


Rizal keluar dari kamar mandi dan menuju lemari,tapi sebelum sampai Rizal sudah melihat baju yang terpampang di tempat biasa.


Tapi Rizal hanya menoleh dan melanjutkan jalannya.

__ADS_1


Sampai di depan lemari Rizal langsung membukanya dan mengambil satu baju untuk dia pakai


Nadia yang melihatnya hanya diam saja.


Bahkan baju yang aku pilihkan saja tidak di pakainya, sebenarnya apa sih yang mas Rizal mau? bertanya dalam hati Nadia.


Setelah memakai baju Rizal langsung naik ke atas ranjang.


Nadia pun ikut menyusul kali ini Nadia tak mengatakan apa pun langsung merebahkan tubuhnya di samping Rizal, tapi Rizal langsung munggunginya.


Hanya ada keheningan tak ada yang bersuara satu sama lain, sampai akhirnya Nadia yang memulai duluan.


''Mas, tolong kali ini aja mas jawab pertanyaan Nadia, apa mas marah sama Nadia, apa salah Nadia dan kalau memang Nadia ada salah tolong kasih tau, dan apa yang harus Nadia lakukan supaya mas nggak diemin Nadia terus.


Nadia sambil memegang punggung Rizal.


Rizal hanya diam tanpa suara,


Nadia mengelus punggung Rizal terus menerus mengharap jawaban.


''Aku udah ngantuk tolong singkirin tangan kamu.


Mendengar kata Rizal Nadia segera menarik tangannya dari punggung suaminya.


Nadia berbalik menghadap tembok, dan mulai meneteskan air mata.


Sebenarnya apa sih mas yang terjadi padamu apa sekarang kamu mulai bosan sama aku, atau cinta kamu mulai pudar dan menemukan wanita yang lebih cantik dariku, tapi aku butuh penjelasan untuk itu, tapi aku akan sabar menunggumu bicara mas,


Nadia mulai memejamkan matanya dan tertidur


Rizal yang mendengar dengkuran nafas Nadia langsung menoleh dengan pelan.


''Maafkan mas sayang semua ini bukan salah kamu, tapi salah mas sendiri yang sangat takut kehilangan kamu, semoga kamu sabar akan keadaan ini ,mas janji setelah semua ini selesai mas akan minta maaf sama kamu di depan semua orang ,dan doakan mas dalam setiap sujudmu, supaya mas kuat menghadapi semua ini meskipun harus dengan cara menyakitimu.hati rizal sambil memegang bantal Nadia.


Setelah mengatakan unek uneknya dalam hati Rizal berbalik lagi memunggungi Nadia.


Akhirnya malam yang penuh kediaman dan tanda tanya selesai juga dengan terlelapnya masing masing dua insan di dalam kamar, berat rasa hati bagi Rizal untuk melakukan ini, tapi apa daya ini adalah jalan satu satunya yang terbaik menurutnya.


Tapi beda dengan Rizal, Nadia merasa ini adalah suatu mala petaka dalam hidupnya karena selama pernikahannya baru kali ini Nadia merasa menjadi orang yang paling tidak beruntung di dunia.


Malam yang dingin di lewati dengan saling berdiam diri,


Tak ada kasih sayang yang yang terlihat dari keduanya.

__ADS_1


__ADS_2