Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 57


__ADS_3

Pak sopir melihat Rizal dari kaca spion pun heran, bahwasanya Rizal hanya diam dan memejamkan mata, padahal Nadia sedang merintih kesakitan.


''Tuan muda nggak opo opo?tanya pak supir.


''Cepat sedikit pak, dan nanti tolong bapak telpon kak Rafi, bilang aja kalau Nadia mau melahirkan, Jawab Rizal dengan mata masih terpejam.


''Nggih tuan.


Tak butuh waktu lama, kini mobil yang di tumpangi Rizal sudah sampai di depan rumah sakit, pak supir segera keluar dan mencari dokter, sedangkan Rizal masih berada di dalam mobil.


Dengan cepat pak supir datang dengan dokter, pak supir langsung membawa Nadia masuk rumah sakit, Rizal berjalan dari belakang seakan berat kakinya untuk melangkah, pak supir yang menyadari langsung menghampiri dan menggandengnya.


''Tuan nggak opo opo, ketoke tuan lagi sakit yo?


''Nggak usah khawatirin saya pak, tolong bapak cepat telpon kak Rafi dan juga mama


''Nggih nggih...


Pak supir bergegas menelpon Rafi.


Sedangkan Rizal menunggu di luar ruang melahirkan.


Dokter keluar dan memberi tau bahwa Nadia ingin di temani suaminya.


Kali ini dengan semangat Rizal masuk, meskipun harus menahan rasa sakit,


Rizal menghampiri Nadia yang terbaring di ranjang sambil merintih kesakitan.


''Mas, sakit, Nadia sambil menggenggam tangan Rizal dengan erat


''Sayang kamu harus kuat, demi anak kita, Rizal sambil mengusap keringat Nadia.


Sesekali Rizal mencium kening Nadia.


Dokter datang dan memeriksa Nadia ternyata pembukaan sudah mencapai sepuluh,


''Baik tuan,sudah waktunya nona untuk melahirkan,


Dokter dan suster datang untuk membantu persalinan, Rizal masih tetap berada di samping Nadia dan selalu menyemangatinya.


Nadia selalu mendengarkan itruksi dokter, sampai akhirnya lahirlah seorang bayi laki laki yang sangat tampan,


''Alhamdulillah bayi kita laki laki sayang, dan sangat tampan,


Nadia hanya mengangguk


''Silahkam leluar tuan karena kami akan membersihkan nona


''Baik sus.


Rizal berlalu dari ruangan dan menunggu di depan.


Mama Widya serta papa Dony dan Rafi datang,


''Gi mana Zal, apa sudah lahir?.


''Alhamdulillah ma, Anak Rizal sudah lahir, laki laki sangat tampan, tiba tiba saja Rizal ambruk di depan mama Widya


''Kamu nggak apa apa Zal? kak Rafi,


Mama Widya sangat terkejut dengan keadaan anaknya yang lemas,

__ADS_1


''Zal, apa yang terjadi, kenapa kamu lemas begini.?


''Ma, maaf kami menyembunyikan ini sama mama dan papa , akhirnya Rafi menceritakan keadaan Rizal kepada kedua orang tuanya.


Seketika itu tangis mama Widya pecah.


Rizal di bawa ke salah satu ruangan, karena melihat keadaanya yang lemah,


Mama Widya menangis melihat keadaan putranya yang terbaring lemas, belum sempat melihat menantu dan cucunya kini mama Widya di buat sedih oleh putranya sendiri.


''Ini gi mana pa, mama takut Rizal kenapa napa?


''Mama yang tenang ya? Rizal sangat kuat ma, mama ingat waktu dia kecil dia bisa melawan itu semua, apa lagi sekarang dia sudah dewasa, pasti dia bisa melewatinya.


kita doakan saja semoga semuanya lancar seperti apa yang kita harapkan.


Mama Widya kembali keruangan Nadia untuk melihat menantunya.


Suster membawa bayi mungil dan di bawa ke kamar Nadia,


''Maaf ini bayinya nyonya belum di adzani,


''Baiklah sus sini biar saya yang bawa ke ayah nya.


''Mama Widya menggendong bayi mungil dari tangan suster .


Mama Widya membawa bayi Rizal ke kamar rawat Rizal.


''Zal ini bayi kamu, kamu adzani dulu ya?


Rizal bangun dan menggendong bayinya, belum dia melantunkan adzan tapi ,air mata sudah basah membasahi pipinya.


''Ini papa nak, papa sangat bahagia bisa menggendongmu ,kamu harus jadi anak yang pinter ya, jangan bikin mama marah,jangan menyusahkannya, kamu nggak boleh nakal, karena papa nggak bisa menemani kamu, Tangisan Rizal sangat menyayat hati kedua orang tuanya dan Rafi,


Rafi yang duduk di shofa tak bisa menahan kesedihannya,


Rafi sama seperti mama dan papanya, menangis saat melihat adiknya berbicara dengan putranya.


Setelah memgeluarkan isi hatinya Rizal segera melantunkan adzan di telinga sang bayi,


''Apa kamu masih mau menggendongnya Zal?mama Widya.


Rizal mengangguk,


Rizal selalu mencium pipi gembul putranya itu, setelah cukup lama, akhirnya Rizal menyerahkan bayinya pada sang mama.


Mama Widya membawa kembali bayinya ke kamar Nadia.


Nadia melihat bayinya sangat senang ,pasalnya ini yang di nantikannya sembilan bulan lamanya.


''Nad, ini bayi kamu, dia sangat lucu sekali,


Nadia tersenyum, melihat bayi serta kedua orang tuanya .


Tapi ada yang kurang dengan penglihatan Nadia,


''Mas Rizal mana ma?


''Ada, udah kamu fokus sama bayi kamu, nanti Rizal juga ke sini kok,


Di mana mas Rizal ,kenapa dia nggak ada, tapi tadi dia disini terus kemana dia sekarang?tanda tanya dalam hati Nadia.

__ADS_1


Tok... tok... tok...suara ketukan pintu


Mama Widya segera membuka,


''Kalian, silahkan masuk!


''Baik tante, ternyata yang datang Deny dan Lilis serta Irfan.


''Nad, gimana keadaan kamu,? Lilis


''Aku udah baikan kok,


''Waah tampan sekali, seperti papanya ,Sini biar aku gendong ,ikut tante ya tampan!


Lilis mengambil alih bayinya dari tangan Nadia.


Nad aku keluar dulu ya? Deny pamit.


Deny segera mencari kamar rawat Rizal,


''Deny langsung masuk setelah melihat Rafi keluar dari sebuah kamar


Rafi selalu saja menelpon Deny kalau ada apa apa dengan Rizal.


''Kak, gi mana keadaan Rizal?


''Belum tau Den, kita harus memindahkan nya segera, sebelum terlambat ,


''Kalau gitu ayo sekarang aja kak, lebih cepat lebih baik.


Rafi langsung berjalan menuju ruangan dokter dan meminta izin untuk memindahkan Rizal ke rumah sakit khusus.


Sedangkan Deny menyiapkan mobil untuk mereka,


Rafi mendorong Rizal dengan kursi roda.


''Kak,berhenti sebentar, Rizal saat berada di depan kamar Nadia. Rizal menoleh ke arah pintu dan mengucapkan ''Selamat tinggal sayang ,aku akan berjuang demi kamu dan anak kita, kamu harus baik baik tanpa aku, jangan pernah mengeluh untuk mengurus anak kita,mas berjanji akan segera kembali untuk kalian, Jalan kak!


Rafi mendorong kembi kursi roda Rizal keluar rumah sakit,


Di kamar Nadia...


Nadia mulai menanyakan Rizal, kepada mertuanya,


''Ma, pa Mas Rizal mana? kok dari tadi aku nggak melihatnya


''Sayang kamu yang sabar, pasti nanti Rizal datang.


Ting tung, Bunyi notifikasi ponsel mama Widya.


Mama mengambil ponselnya dari tas dan membukanya.


Mama Widya membelalakkan matanya.


Nadia yang melihat nya pun menjadi heran


''Ada apa ma, kok mama kaget gitu?.


''Eng enggak apa apa kok ini dari teman mama,mama keluar dulu ya?mama Widya gugup.


Mama Widya menggandeng papa Dony dan keluar dari kamar Nadia.

__ADS_1


__ADS_2