
Hari ini adalah hari pertama bagi Lilis di rumah sendiri, Lilis sangat bosan, karena rumahnya saat ini sangat sepi,
Akhirnya Llis berinisiatif untuk datang ke rumah mama Widya untuk menjenguk si kecil Juan .
Tapi sebelum Lilis berangkat, Lilis meminta izin pada Deny,
Tak butuh waktu lama taksi yang di tumpangi Lilis berhenti di depan rumah besar Papa Doni.
Lilis segera masuk, dan kebetulan bik Narti masih ada di luar.
''Pagi Bi, Bu Widya nya ada?
''Ada Non, di dalam juga ada non Putri juga.
Tu kan ngapain coba dia main ke sini lagi, kalau nggak ada maksud, aku jadi semakin curiga, apa jangan jangan penculikan Nadia ada hubungannya dengan Putri. batin Lilis
Lilis segera masuk menghampiri mama Widya yang masih berada di ruang keluarga bersama Putri dan Dede Juan .
Pagi tante, Put, sapa Lilis ramah, meskipun dalam hatinya sedikit merasa tak senang dengan Putri.
''Pagi Lis, loh bukannya Deny kerja, kamu ke sini naik apa?
''Taksi tante, aku udah izin kok sama mas Deny tadi.
Lilis langsung menghampiri Juan dan menggendongnya.
Sedangkan di kantor, Rizal di sibukkan dengan dokumen yang menumpuk di depannya.
Tok... tok.. tok... ''Masuk! sahutan dari dalam setelah mendengar ketukan pintu.
''Maaf pak, saya hanya mau melapor di bawah ada yang ingin bertemu bapak, katanya dari kampung Ibu Nadia.
Rizal mengernyitkan dahinya.
''Apa katanya, pembangunannya sudah tiga puluh persen, dan barang barangnya habis, itu yang saya dengar darinya pak.
''Kalau gitu kamu tolong ke bagian keuangan untuk mengurus semuanya
''Baik pak .
''Ibu, apa yang harus aku bilang sama Ibu ,kalau sampai Nadia nggak ketemu, Ya Tuhan, kenapa aku sampai melupakan Ibu, ''Apa aku harus bilang sekarang ,dari pada lama lama Ibu akan lebih marah sama aku, ''Ah.. kenapa kepalaku jadi pusing gini,Rizal mengerang.
''Den, ke ruanganku sekarang, Rizal melakukan panggilan telepon untuk Deny.
''Ada apa, kelihatannya kamu lelah, nih minum dulu, sambil menyodorkan segelas air putih di depan Rizal.
''Den, aku takut kalau sampai Nadia nggak ketemu, apa yang harus aku katakan sama Ibu, Ini sudah seminggu dan kita belum punya tanda apa apa untuk menemukan Nadia.
''Kamu tenang dulu, kalau kamu ketemu dengan Ibu dan Nadia belum juga ketemu, ya kamu katakan saja yang se jujurnya.
__ADS_1
''Tapi aku takut Den, aku takut Ibu akan marah padaku, Nadia anak satu satunya dan aku nggak bisa memegang janjiku pada Ibu, bahwa aku akan menjaganya ,Rizal sambil menitihkan air matanya.
''Den ,kamu urus pengiriman sembako untuk Ibu dan paman.
''Baik, apa ada perlu lagi?
Rizal menggeleng.
Sedangkan Nadia mulai berfikir jernih dan mengikuti waktu yang terus berjalan.
Nadia keluar rumah dan melihat pembangunan rumah sakit yang tepat berada di samping rumahnya.
Nadia tersenyum melihat desain rumah sakit yang begitu mewah,
Mas, terima kasih kamu sudah mengabulkan keinginanku, aku nggak percaya kalau kita akan berpisah seperti ini, apa sekarang kamu masih mengingatku, atau justru kamu sudah melupakan aku karena kehadiran Putri. batin Nadia.
Nadia berjalan menyusuri sudut sudut proyek yang masih penuh dengan kerangka.
''Non, gi mana dengan desainnya,apa kurang bagus? pak mandor.
''Pak ini sudah sangat bagus dan saya menyukainya.
''Terus kenapa berhenti pak?
''Bahannya habis non, dan ini lagi nunggu pengiriman dari kota ,supir kami sudah datang ke sana, Nadia mengangguk anggukkan kepalanya.
Kenapa istri pak Rizal di sini, apa ada masalah dengan mereka, kenapa aku juga nggak melihat pak Rizal, batin mandor itu yang sudah lama bekerja di beberapa proyek Rizal.
''Iya non.
Kenapa dia melihatku seperti itu, apa dia curiga keberadaanku di sini, semoga tidak, batin Nadia.
Nadia berjalan menyusuri seluruh sudut bangunan itu,
Sore hari, Nadia yang sudah selesai dengan mandinya, Nadia keluar dari rumah untuk mencari angin,
Tiba tiba mobil pick up berhenti tepat di depan rumahnya.
Nadia mengernyitkan dahinya.
Mobil siapa ini, kenapa berhenti disini? tanda tanya dalam hatinya.
Pak supir keluar bersama temannya dan menghampiri Nadia yang masih duduk di teras,
''Permisi nona, kami mengantar sembako dari pak Rizal.
Nadia hanya tersenyum dan memanggil ibunya.
Bu Lela keluar menghampiri supir tersebut,
__ADS_1
''Pak tunggu bentar ya, jangan di turunkan dulu!
Sebelum menyuruhnya menurunkan barang barang, Bu Lela menghampiri Nadia terlebih dahulu,
''Gi mana Nad, kamu mau menerimanya apa nggak?
''Terima saja Bu, ini rejeki Ibu, dan Rejeki nggak boleh di tolak.
Dengan izin Nadia, akhirnya sembako di turunkan pak supir serta temannya.
Banyak yang ganjil dengan pemandangan pak supir kali ini, pasalnya pak supir yang pernah melihat berita dari sosmed, tapi Ini Nadia baik baik saja berada di rumah Ibunya.
Tapi supir itu hanya diam seribu bahasa.
Setelah selesai ,supir pick up itu segera minta izin untuk pamit.
Di dalam mobil pick up....
''Yo, kau lihat nggak tadi, siapa yang ada disana ?sang supir memanggil temannya.
''Iya, itu istri pak Rizal yang katanya di culik ,aku juga heran, kenapa dia berada di kampungnya, padahal di kota saja sangat heboh dengan beritanya.
''Yo, kamu curiga nggak sih, dengan apa yang terjadi ?
''Maksud kamu apa ?
''Maksud aku, Istri pak Rizal kan katanya di culik, tapi ini malah di rumahnya dan aku lihat juga baik baik saja, nggak lecet sedikut pun, apa memang istri pak Rizal sengaja pulang dengan alih alih di culik.
''Hizz... kamu ini, yang aku dengar selama ini istri pak Rizal itu sangat baik dan setia, Masa berani membohongi pak Rizal yang tampan dan kaya raya.
''Atau kita bilang saja berita baik ini sama pak Rizal, kan kasihan pak Rizal dan keluarganya masih sibuk nyari, tapi yang di cari ternyata di sini dan baik baik saja .
''Iya, itu lebih baik.
Di rumah mama Widya Lilis semakin curiga dengan apa yang dia lihat saat ini, pasalnya Putri selalu saja memotret dirinya saat bersama dengan Juan
Bahkan ponsel Putri di penuhi gambar dirinya dan Juan,
Ini orang gila sama foto, atau gila sama Juan sih, kok aku lihat dari tadi berpose tak ada hentinya. Lilis jengkel.
Namun yang di lihat masih saja cuwek dengan adanya Lilis.
Dasar cewek ketus,sombong,masih aja nggak berubah,
Lilis semakin geram melihat tingkah Putri kali ini,
Lamunan Lilis buyar karena ada yang mengetuk pintu.
Lilis segera berjalan menghampiri pintu dan membukanya,
__ADS_1
Ternyata tiga serangkai dan satu gadis cantik yang datang .