Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 79


__ADS_3

Matahari mulai menampakkan sinarnya masuk dari sela sela jendela,


Si kecil Juan yang masih tertidur pun mulai mengerjap ngerjapkan matanya karena merasa terganggu dengan tingkah papanya.


Rizal tak berhenti mencium putra kecilnya itu.


Nadia yang melihatnya pun ikut geram.


''Mas, kamu suka banget sih ganggu dedek,


''Biar dia bangun sayang,masa udah siang nggak bangun bangun sih,


Tapi dasar anak kecil, setelah mengerjap ngerjapkan mata malah kembali tidur lagi.


''Mas, Juannya kan belum bangun, gi mana kalau kita ke rumah paman,


Rizal hanya mengangguk mendengar ucapan sang istri.


Rizal dan Nadia beriringan menuju rumah sang paman


Semua warga kampung menyapa, karena tau siapa yang lewat.


''Pagi Nad,mau kemana kok jalan kaki, tanya salah satu warga.


''Ini pak, kami mau ke rumah paman,


''Mau pinjam motor?


''Nggak usah pak, lagian kan dekat.


Sedangkan Rizal hanya mengangguk.


Tak butuh waktu lama kini mereka tiba di depan rumah paman.


Bibi yang berada di rumah langsung mempersilahkan masuk


Nadia dan Rizal menyalami wanita paruh baya itu.


Banyak yang di bicarakan antara Nadia dan paman serta bibik nya meskipun tak terlalu penting,


Kini Nadia dan Rizal pamit untuk pulang, karena teringat Juan yang belum bangun .


''Kalian mau paman antar pakai motor?


''Nggak usah paman, kami jalan aja lagian kan dekat.


Lagi lagi di tengah jalan mereka berpapasan dengan Hari,


Hari dengan motornya berhenti di samping Nadia dan Rizal.


''Nad, apa mau aku anter?


Nadia menggeleng.


''Apa hebatnya suami kamu sih Nad, ayolah dari pada kamu capek,


''Lagian mana ada suami yang membiarkan istrinya capek dan panas panasan seperti ini ,


Rizal hanya sesaat kali melirik ke arah Hari yang sok jagoan.


''Dasar perjaka tua nggak punya kerjaan, sukanya gangguin orang saja, apa kamu nggak tau suami Nadia ini orang kaya raya yang mau membuat rumah sakit di desa ini, hatinya juga baik. salah satu tetangga yang lewat.


Dalam hati Nadia dan Rizal hanya ada sedikit tawa.


''Kalau gitu kami permisi dulu, lain kali kalau mau bonceng orang cari yang single,jangan yang bersuami. Rizal sedikit meledek.


Rizal menarik pinggang ramping sang istri ,dan mereka berlalu melawati Hari yang masih duduk di atas motornya.

__ADS_1


Tiba di depan rumah Nadia langsung ke kamar untuk melihat sang buah hati.


''Kosong, dede Juan ke mana?


Nadia segera masuk ke segala ruangan untuk mencari Juan.


''Kenapa sayang ,kok kamu kelihatannya cemas gitu.


Dede nggak ada mas, ?


''Paling di bawa Ibu.


''Mungkin sih, soalnya Ibu juga nggak ada .


Tin.. tin... tin.... bunyi klakson berhenti di depan rumah.


Nadia yang mendengarnya langsung segera keluar.


''Pak Eko, supir Rizal sampai dengan mobil mewah Rizal.


Rizal yang mendengar Nadia menyebut nama supirnya langsung ikut keluar.


''Loh, pak kami kan belum telpon bapak, kok sudah ke sini?


''Maaf, Tuan muda,nyonya besar yang nyuruh saya, karena kangen karo si dede Juan.


''Oh.... jadi mama yang nyuruh pak Eko


''Ya udah kalau gitu pak Eko masuk dulu, kami beres beres dulu.


Tak lama Sang Ibu pulang dengan menggendong cucu dan membawa belanjaan .


Bu Lela juga sedikit heran melihat mobil di depan rumahnya.


Bu Lela masuk dan melihat pak Eko yang sedang duduk.


''Maaf,apa bapak supir Nak Rizal?


''Saya kesini mau jemput tuan muda dan nona muda karena perintah nyonya, katanya kangen sama Dede Juan.


Ibu hanya mengangguk anggukan kepalanya.


Nadia dan Rizal dari kamar dengan membawa tas bajunya dan di serahkan pada pak Eko.


''Wah anak mama ternyata sudah wangi,


''Iya tadi ibu lihat, dia tengkurep, jadi Ibu langsung ambil dan mandiin .


''Bu, aku dan mas Rizal mau pulang dulu, Ibu jaga diri baik baik, nanti Nadia dan mas Rizal akan ke sini lagi. Nadia sambil memeluk sang Ibu.


''Bu, apa nggak sebaiknya Ibu ikut sama kami,


Ibu Lela menggeleng.


''Ya udah kalau gitu ,aku akan mempercepat pembangunan rumah sakit di sini, dan aku akan datang lagi untuk peresmiannya.


''Kalian hati hati ya di jalan, pak jangan ngebut ngebut ya,


Nadia dan Rizal pamit kepada sang Ibu dan segera berlalu.


Sedangkan Ponsel Rizal tak berhenti berdering dari panggilan sang mama,


Mama Wadya minta video call, karena nggak percaya Nadia dan Rizal ikut pulang .


''Pak, nanti langsung ke rumah mama dulu ya ?


''Nggih tuan muda,

__ADS_1


Butuh waktu beberapa jam untuk sampai ke kota,


Perjalanan yang melelahkan bagi Rizal, apa lagi dengan Nadia yang sedang memangku si gendut Juan.


Mobil berhenti di depan rumah mewah milik pak Doni, mereka segera turun dan masuk,


Rizal di kagetkan dengan sang mama yang menangis di ruang keluarga, Rizal menghampiri mamanya.


''Mama kenapa nangis, mama Widya menoleh dan berhamburan memeluk Rizal dan bergantian dengan Nadia.


''Mama kangen sama kalian, kenapa kalian nggak pulang pulang sih !


''Lihat tu Zal, mama lebay banget, kangen sama anak cucu dan menantu aja sampai nangis kaya gitu.


Rafi masih saja sewot dengan kedua orang tuanya yang nggak mau menikahkannya segera.


''Kakak kenapa, kelihatannya kok kesel.


''Tanya aja sama mama dan papa tersayang.


Rizal bingung sambil tolah toleh mengarah ke wajah orang orang yang di depannya.


''Kak Rafi kenapa ma?


''Itu tu udah ngebet minta di nikahin dengan Alea.


Rizal yang mendengar malah mengerutkan dahinya.


''Ya nikahin aja lah, apa susahnya.


''Tak semudah itu Zal, sekarang kan kita lagi ngurusin acara nikahannya Deny dulu.


''Bergilir dong.


Akhirnya Rizal mendekati Rafi dan merangkulnya.


''Tenang kak, Setelah Deny nanti giliran kakak, pasti papa udah ngrencanain ini semua ,Bisik Rizal.


''Ya udah kalau gitu, aku istirahat dulu ya ma pa,


Rizal berlalu menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Sedangkan Juan sudah tau lah pasti sudah di tangan mama Widya.


Nadia berada dalam kamar mandi untuk membersihkan diri,


Sedangkan Rizal yang dari dulu jahil sudah mulai punya ide ide untuk istri tercintanya.


''Sayang buka pintunya, mas sakit perut nih, Rizal bohong.


''Bentar mas, ini aku udah mau selesai.


''Sayang ayolah, mas udah nggak tahan nih.


pura pura sambil merengek.


Sedangkan Nadia yang merasa risih langsung membuka pintu kamar mandi perlahan,


''Mas, apa nggak bisa di tahan sebentar, aku belum selesai,


''Ayolah sayang, mas udah nggak tahan !


Akhirnya dengan terpaksa Nadia membuka pintu kamar mandi dan mempersilahkan suami tercintanya masuk.


Tapi Nadia juga tak mau kalah,


Saat Rizal masuk terdengarlah kata kata Nadia yang paling pedas menurut Rizal.

__ADS_1


''Ingat, kalau macam macam puasa satu tahun lagi''


Lemes nggak tu Rizal dengarnya ?


__ADS_2