
Pagi sekali Nadia sibuk dengan dandanannya belum juga harus mengurus si kecil Juan, sedangkan Rizal hanya sibuk dengan ponselnya,
''Ya, hari ini adalah hari yang di tunggu tunggu Nadia, untuk memakai toga,
''Mas. apa aku sudah cantik, kenapa mas nggak muji aku? Nadia sambil melenggak lenggokkan badannya di depan cermin,
''Sayang ,mau pakai apa pun kamu juga cantik. ,apa kamu mau mas memujimu? , Rizal langsung menaruh ponselnya yang sedari tadi di pegangnya.
Dengan senyum nakalnya Riza l memeluk Nadia dari belakang,
Rizal mencium tengkuk leher Nadia.
''Mas, udah dong, nanti kita telat, Nadia yang merasa risih.
'' Makanya jangan suka memancing singa tidur,
Setelah perdebatan kecil, kini mereka sudah bersiap menuju kampus,
Begitu juga mama Widya dan papa Doni, serta Rafi mereka juga bersiap menuju kampus, karena selain mertua dari Nadia ,papa Doni Juga pemilik kampus,
Nadia dan Rizal sudah sampai kampus duluan. mereka langsung menempati tempat acara,
''Mas apa boleh aku hubungi kak Alea, kan udah lama juga aku nggak ketemu dia, rasanya aku kangen .
Rizal malah memicingkan satu alisnya.
Sambil menggendong si gendut Juan.
''Boleh, jawaban singkat Rizal.
''Mas, sayang ya, Ibu nggak kesini padahal ini adalah hari penting aku, ibu yang menginginkannya, rasanya aku kangen juga sama ibu,
''Nad, kata siapa Ibu nggak datang, apa lagi ini acara yang sangat penting untuk kamu,
Tiba tiba ada suara dari belakang mengagetkan Nadia.
Sedangkan Rizal hanya santai,
Karena memang dirinya lah yang menyuruh pak Eko untuk menjemput Ibu mertuanya.
''Ibu, ini beneran Ibu, Nadia berhamburan memeluk sang Ibu.
''Iya, Ibu datang, ini kan acara penting kamu masa iya ibu melewatkannya.
Sedangkan Rizal hanya tersenyum melihat tingkah istrinya yang bergelut manja di pelukan ibunya.
Rizal menghampiri sang mertua dan mencium punggung tangannya .
''Ibu, bagaimana kabarnya. tanya Rizal.
''Alhamdulillah ibu baik, wah Juan makin gendut aja, sini ikut nenek, akhirnya Bu Lela mengambil alih Juan dari gendongan Rizal.
Sedangkan di depan gerbang mobil Rafi berpapasaan dengan mobil Alea,
Rafi berhenti dan kini mobil Alea masuk duluan,
Setelah Alea turun, langsung menghampiri mama Widya serta papa Doni.
__ADS_1
''Ma, Pa ,kalian apa kabar?
''Kami baik Al, kamu sendiri gi mana kabarnya.?
''Aku juga baik ma. Alea dan mama Widya berpelukan.
Sedangkan Rafi hanya sesekali melirik,
*Mas, kenapa kamu nggak menyapaku, apa memang kita harus sejauh ini ?batin Alea.
Aku ingin sekali menyapamu Al, tapi aku takut semua ini akan berdampak buruk*.
Akhirnya mereka masuk,
Sambutan yang sangat meriah untuk pemilik kampus, pak Doni dan mama Widya duduk paling depan, sedangkan Rafi duduk di sebelah Rizal .
Kursi penuh, sedangkan Alea masih berdiri,
Hanya ada satu kursi yang masih kosong yaitu di samping Rafi,
Gi mana nih, apa aku harus duduk di samping mas Rafi, apa nanti dia nggak marah sama aku, batin Alea sambil berdiri.
Sedangkan Rafi yang melihat Alea bingung langsung menepuk kursi di sebelahnya sambil memandang Alea,
Alea langsung berjalan dan duduk di samping Rafi,
Acara demi acara pun di mulai, berbagai sambutan dari pihak kampus pun telah usai, hingga semua berakhir ,Rafi dan Alea tak bicara sepatah kata pun,
Semua orang berhamburan mencari keluarga masing masing, sekedar untuk berpose,
Begitu juga dengan Rizal sekeluarga,mereka perfoto ria,
''Aku baik, Nadia melihat Putri sedang bergandengan dengan Anton.
Semua wajah merasa kan kebahagiaan kecuali Rafi dan Alea,
''Kak Rafi ,kak Alea aku mau kalian foto berdua mau kan, maaf anggaplah ini kado untukku, jangan menolak.
''Tapi Nad, Rafi menolak.
''Pliiisss, ku mohon kali ini aja, dan setelah ini aku nggak minta apa apa lagi dari kalian,
Dengan paksaan Nadia, akhirnya Alea dan Rafi foto berdua.
Semoga saja kalian seperti ini selamanya, batin Nadia,
''Mas, bisa kita bicara, Alea yang mencengkal tangan Rafi yang hendak pergi.
Rafi menghela nafas panjang,
Dan kemudian mengangguk.
Rafi dan Alea pergi ke ruangan tertutup dan di sana hanya ada mereka berdua.
Rafi menghadap Alea, dan mereka kini saling berhadapan.
''Mas, aku nggak mau kita seperti ini terus, aku mau kita lebih terbuka, jangan takut sama Adit, kita nggak salah.
__ADS_1
''Apa maksud kamu?
''Mas, aku tau mas punya janji sama Adit, tapi apa mas nggak curiga sama Adit, kalau hanya masalah sepele, nggak mungkin kan ,Adit sebegitu marahnya,
Rafi diam dan menelan semua kata kata Alea,
Benar juga ya apa kata Alea, kalau masalah janji nggak mungkin dia semurka ini, apa ada masalah lain selain itu, tanda tanya dalam hati Rafi.
Akhirnya Rafi langsung menggenggam tangan Alea dan keluar dari ruangan itu.
Rafi dan Alea membelah kerumunan tanpa menghiraukan semua orang yang menyapanya.
Rizal yang melihat pun mengernyitkan dahinya,
''Mas, itu kakak sama kak Alea mau kemana?kok buru buru banget,
''Mas, juga nggak tau sayang, mungkin aja ada hal yang penting, Rizal menjawab dengan santainya.
Sedang di sebrang sana ada yang terbakar emosi setelah mendengar kabar dari anak buahnya,
''Sialan, ternyata kamu sudah berani sama aku sekarang, apa kamu kira aku main main dengan ucapanku?
Adit tersenyum menyeringai..
''Tunggu saja permainanku Raf., aku akan menghancurkan kamu dan keluargamu, aku nggak akan membiarkan keluargamu hidup tenang,kamu akan mendapatkan apa yang kamu perbuat pada ayahku, Doni Pratama.
Flashback off
Kepulangan Adit dari luar negeri karena mendapat kabar buruk,
Adit mendapat kabar bahwa Pak Tresno papa Adit terkena serangan jantung,
Setelah tibanya di Indonesia Adit langsung pergi ke rumah sakit,
Adit menangis saat melihat sang papa tergulai lemas dan tak berdaya.
''Papa kenapa, apa yang terjadi, tanya Adit dengan nada cemas,
Pak Tresno membuka mulut dan mengeluarkan kata kata, namun Adit tak memahaminya dan sampai kata terakhir,
Hanya kata Doni pratama yang terdengar nyaring,
Setelah itu nafas pak Doni mulai tersengal sengal dan menghembuskan nafas terakhirnya.
Adit menjerit saat melihat tubuh papanya mulai melemas, dan melepaskan genggaman tangannya.
''Tuan muda maaf, ada kabar kalau saat ini perusahaan sedang ada masalah, kemungkinan akan di sita hari ini juga,
Tangisan Adit makin terisak saat mendengar bahwa perusahaan papanya bangkrut,
Saat itulah Adit mencari tau siapa sebenarnya Doni pratama, setelah tau Doni pratama papa dari Rafi maka dendam itulah mulai muncul,
Dan menjadikan janji Rafi sebagai umpan empuk ,dan fakta sebenarnya mungkin nggak ada cinta di hati Adit untuk Alea,
Dan sejak saat itu Adit menjadi kejam, bahkan tak segan segan untuk melalukan hal yang di luar kendali. untuk menaklukan semua musuhnya.
Flashback on
__ADS_1
Rafi mengendarai mobilnya menuju rumah Alea, karena tak memungkinkan saat ini untuk menanyakan kepada sang papa yang masih sibuk dengan acara kampus.