Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 40


__ADS_3

Perjalanan hidup memang tak seindah yang di bayangkan, di kala kebahagiaan menghampiri kita seakan tak bisa lenyap, tapi di kala musibah yang bergantian mendekat. seakan semua yang kita miliki tak ada artinya.


Itu memang sudah melekat pada setiap jiwa, tapi apalah kita hanya manusia hanya bisa menjalani yang di takdirkan,


Rizal tiba tiba saja memeluk Nadia, seperti ada kerinduan yang mendalam saat ini.


''Sayang mas kangen sama kamu? Rizal sambil memeluk.


''Mas kita kan nggak ketemu cuma beberapa jam kok sudah kangen aja.


Rizal yang mendengar kata Nadia langsung memegang kedua pipinya, Wajah Rizal semakin mendekati wajah Nadia.


Rizal mencium bibir Nadia dengan lembut.


''Sayang apa kamu mau melakukannya malam ini ?Rizal merayu.


Nadia hanya tersenyum tipis mendengar bisikan Rizal di telinganya.


Rizal memandang wajah Nadia dengan lekat meminta jawaban sang istri.


Nadia melihat mata Rizal yang penuh harap, seakan sudah tak bisa di bendung, tangan Rizal mulai meraba leher istrinya,


Kini Wajah Rizal beralih ke leher Nadia dan menciumnya.


Ya Allah mas, aku belum sempat jawab aja kamu udah gini, apa lagi kalau aku udah jawab iya, pasti kamu udah makan aku. batin Nadia agak jengkel karena geli dengan tangan suaminya.


''Mas,kata Nadia langsung berhenti.


Mulut Nadia sudah terbungkam oleh bibir suaminya.


Seperti tak kenal lelah Rizal yang seharian bekerja dan malam pun bekerja untuk istrinya


Rizal mencium lembut sang istri dan kini Rizal sudah memulai aksinya.


Malam yang di rindukan oleh Rizal pun di lewati dengan kebahagiaan bersama Nadia, meskipun terselip rasa sedih dalam hatinya, Rizal tetap berusaha tegar di depan Nadia.


Malam yang indah dan penuh kehangatan tersimpan sejuta cinta dan cerita yang di alami dua insan dalam kamar ini, Rizal yang memendam hasrat karena kesedihan yang melanda dirinya kini tuntas sudah dia luapkan kepada sang istri.


Keesokan harinya, Hari ini adalah hari pertama Rafi untuk bekerja di kantor Rizal.

__ADS_1


''Pagi ma ?Rafi yanh sudah memakai pakaian kantor.


''Pagi Raf apa kamu langsung mulai kerja hari ini ?


''Iya ma, kan tujuan aku di sini memang mau kerja jadi untuk apa kalau aku hanya diam di rumah .


''Tapi meskipun kamu itu sibuk kerja, jangan lupa cari istri Raf, kamu nggak lihat kalau sekarang adik kamu sudah mau jadi ayah ?


Mulai lagi deh mama begini ni kalau aku ada di sini pasti cuma itu yang selalu di tanyakan mama,batin Rafi,


''Iya ma, mama sabar aja nanti pasti aku akan cari istri, mama nggak usah khawatir dengan anak mama yang ganteng ini .canda Rafi.


''Terus mana katanya kemarin kamu mau bawa pacar kamu ?


''Maaf ma,sebenarnya aku belum punya pacar, lagian aku mau fokus kerja dulu, nanti kalau udah waktunya pasti akan datang dengan sendirinya tanpa di cari .jawab Rafi melas.


Mama Widya hanya mengangguk mendengar kata bijak anak sulungnya itu.


Rafi sangat tampan dan coll di tambah dengan kepiawaian dalam berbinis yang melengkapi dirinya.


Sikap angkuh pada wanita itu sudah melekat


pada diri Rafi, tapi Rafi orang yang sangat ramah, hanya saja itu sebatas rekan atau hubungan kerja dan bukan pribadi.


Para karyawan yang melihatnya pun semakin terkagum kagum .


Pasalnya ketampanannya 50 50 sama Rizal.


''Kok kadi mirip bos ya?karyawan


''iya tapi tadi kan bos udah datang, terus ini siapa lagi kok mirip banget?


''Eh itu bukannya yang datang kemarin.


Iya, tapi lihat gayanya itu lo bikin mata terpana.


Rafi masuk ke dalam lift menuju ruangan Rizal.


''Akhirnya Rizal menyuruh Deny untuk mengumpulkan srmua karyayan di ruangan rapat.

__ADS_1


''Ada apa ya hari ini kan nggak ada rapat terus ngapain kita di kumpulin ?salah satu jaryawan pun bertanya tanya.


Semua telah berkumpul dan kini giliran Rizal mengumumkan pada semua karyawan


'Oke, Langsung saja dalam kesempatan ini, saya akan mengumumkan pada kalian bahwa mulai hari ini kak Rafi yang akan menjadi Ceo di sini, dan aku akan mengambil cuti untuk beberapa saat.


Para karyawan pun ikut heboh mendengar pernyataan bosnya.


Dan salah satu karyawan yang sangat penasaran pun langsung bertamya,


''Maaf pak, kalau boleh tau apa motif bapak untuk mengambil cuti?


''Baik lah saya akan jelaskan.


''Saya mengambil cuti karena sebentar lagi istri saya akan melahirkan dan saya harus siaga di sampingnya, jadi papa menyuruh kak Rafi untuk menggantikan saya sementara waktu, sampai istri saya melahirkan dan kak Rafi ini adalah kakak saya yang baru pulang dari luar Negeri.


Apa pak Rizal sudah punya istri dan mau punya anak, terus kapan nikahnya, adeeeh pasti kali ini banyak yang patah hati deh gara gara pak Rizal udah nikah, Tapi kalau pak Rafi udah nikah belum ya, salah satu karyawan menerka nerka


Semua karyawan saling lihat satu sama lain Rizal yang menyadari srmua itu langsung mengklarifikasi nya lagi.


''Maaf, apa kata kata saya ada yang aneh, kelihatannya kalian bingung. semua menggeleng.


''Saya akan jelaskan sekali lagi, saya menikah sudah hampir satu tahun dan sekarang istri saya hamil tujuh bulan dan kenapa kalian nggak pernah tau tentang pernikahan saya, karena saya dan istri saya memang belum mengadakan resepsi pernikahan ,di samping itu istri saya masih kuliah dan setelah istri saya menyandang sarjana, saya akan langsung mengundang kalian semua untuk datang ke acara pernikahan kami nanti, apa ada yang perlu di tanyakan lagi


''Enggak pak, kami minta maaf atas keraguan kami tadi .


Rizal mengangguk.


''Enggak apa apa yang penting semua sudah jelas dan silahkan bekerja kembali, dan saya mohon dukungannya untuk bos kalian yang baru.


Setelah mendengar penjelasan Rizal semua karyawan kembali ke tempatnya masing masing


Kini tinggal Rizal Deny dan Rafi yang masih berada di ruangan.


Rizal menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan memegang kepalanya.


Rafi dan Deni yang melihatnya pun ikut heran.


''Kenapa lagi Zal, Udahlah bilang aja sama kakak, kamu jangan menyembunyikannya sendiri, siapa tau kan kakak bisa bantu,meskipun sekarang kamu sudah dewasa dan mau punya anak, tapi bagi kakak kamu itu Rizal kecil seperti dulu.

__ADS_1


''Iya bilang aja Zal mungkin kak Rafi bisa bantu kamu dan kami berdua akan selalu mendampingimu dalam keadaan apapun.


Rizal masih saja menimbang perkataan Rafi dan Deny.


__ADS_2