
Semua orang hanya bisa menunggu kabar tentang Rafi dan Alea,
Karena tidak tau apa yang harus di lakukan saat ini,
Setelah mobil yang di kendarai Deny terparkir, Rizal langsung berlari masuk ke dalam rumah,
Rizal memandang ke arah mama Widya dengan mata yang sembab serta papa Doni yang menunjukkan wajah bingungnya.
''Pa, ma Apa sudah ada kabar tentang kak Rafi.
Mama Dan papa Doni menggeleng
Sedangkan Nadia, Deny dan Lilis menyusul dari belakang.
Nadia melihat ke arah mama Widya dan langsung memeluknya.
''Mama yang sabar ,Nadia yakin kak Rafi dan kak Alea akan segera ketemu.
''Tapi mama takut Nad, mama takut kalau mereka Kenapa napa.
Nadia ikut menangis,di pelukan mama Widya.
Semua terdiam untuk beberapa saat, tiba tiba di kagetkan dengan ponsel pak Doni. yang berdering,
Rizal yang pertama kali melihat.
Rizal memgambil ponselnya dan memberikan kepada papa Doni.
''Ini nomor siapa pa, kok belum di save?
''Papa juga nggak kenal Zal, baru kali ini papa mendapat telpon nomor tak di kena.
Akhirnya ponsel di angkat dan di loudsepeaker .
Semua orang mendengar,
📱
''Halo, ini siapa, pertama kali papa Doni membuka suara.
📱
''Ternyata Anda tuan Doni,saya yakin sekarang anda sedang bingung mencari putra anda, ha... ha.. ha..., tuan apakah anda ingin berbicara dengan Rafi.
Sebelum menjawab papa Doni dan yang lain sudah mendengar suara Rafi yang kesakitan, karena ulah Adit, Adit menendang Rafi hingga meringis kesakitan.
Semua yang mendengar pun menjadi geram akan kelakuan Adit.
📱
''Apa mau kamu, lepaskan Rafi, dia tidak tau apa apa, biarkan saya yang akan bertanggung jawab.
📱
''Sayang nya saya tidak butuh apa apa dari Anda tuan Doni, tapi saya butuh nyawa keluarga anda sebagai penebus nyawa papa saya.
__ADS_1
📱
''Apa maksud kamu penebus nyawa papa kamu, saya tidak membunuh papa kamu,
📱
''Maaf tuan Doni, saya yakin anda tidak lupa dengan kejadian beberapa tahun lalu,.
Setelah itu Adit langsung memutuskan sambungannya.
Mama Widya semakin terisak mendengar jeritan Rafi.
''Sebenarnya itu siapa pa, kenapa dia berkata seperti itu?
''Maaf, papa nggak bisa menjelaskan untuk sekarang ini, yang penting kita harus secepatnya mencari jalan keluar untuk membebaskan Rafi dan Alea.
''Pa, terus apa yang harus kita lakukan?, tanya Rizal,
''Apa kita harus lapor polisi om, timpal Deny.
''Jangan, om takut dia nekat menyakiti Rafi ,kalau sampai tau kita melapor polisi,
''Sekarang nyawa Rafi dalam bahaya,
kita tunggu sampai orang suruhan papa kembali, kalau mereka belum mendapat kabar tentang di mana Rafi di sekap, terpaksa papa akan turun tangan untuk mencari tau, kita nggak boleh lapor polisi, dan sebisa mungkin kita jangan melakukan kekerasan.
''Ini cuma salah faham, tapi anak itu mungkin nggak tau,
''Maksud papa?
''Tapi, saat beberapa hari, papa dengar pak Tresno terkena serangan jantung dan meninggal, dan papa juga nggak tau pasti apa penyebabnya, tapi saat itu papa juga nggak bisa menemui anak pak Tresno, kata sekretaris pak Tresno, anaknya sedang nggak mau di temui, padahal papa hanya ingin menjelaskan tentang perusahaan,
''Ya sudah, sampai sekarang papa nggak pernah menemuinya, dan ternyata anak pak Tresno itu Adit ,teman kakak kamu Zal,
''Jadi Adit itu, teman kakak, yang juga menyukai kak Alea?
Papa Doni mengangguk.
Semuanya melongo hanya mendengarkan cerita papa Doni,
Selang beberapa waktu ponsel pak Doni berdering, ternyata dari orang suruhan, yang sudah tau di mana Rafi dan Alea di sekap.
Pak Doni langsung menghubungi Pak John,
''Jadi gi man pa, apa yang harus kita lakukan sekarang? tanya Rizal. ,
''Zal, Den, kita pergi saja bertiga, disana orang suruhan papa sudah banyak, dan sebisa mungkin jangan pakai kekerasan, papa sangat nggak suka itu.
Deny dan Rizal mengangguk.
Mereka pergi bertiga, dan harus menempuh perjalanan yang begitu terjal dan sempit, sementara pak John, sudah sampai di tempat duluan.
''Bagaimana, apa kalian sudah tau pasti bahwa Rafi ada di dalam,
''Iya tuan, saya yakin, mereka memyekap tuan Rafi di tempat ini,
__ADS_1
Hasil penelusuran yang sangat jenius dari para bodyguart dan orang orang terpilih selalu membuahkan hasil yang memuaskan,
Rumah tua yang kumuh dan halaman yang di penuhi rumput serta bangunan yang sudah rapuh, itulah yang saat ini di hadapan pak Doni.
Pak Doni dengan gaya wibawanya mencoba masuk dengan santai, sementara Rizal ,Deny , pak John serta para bodyguart hanya melihat di balik gerbang.
Pak Doni menghampiri para penjaga yang memakai baju serba hitan serta senjata api,
''Di mana bos kalian, saya Doni Pratama ingin bertemu.
Tanpa tanya salah satu penjaga langsung masuk untuk memberi tau bosnya.
''Silahkan masuk tuan, bos ada di dalam.
Pak Doni masuk setelah mendapat izin.
Sedangkan di luar gerbang Rizal hanya mencemaskan sang papa, karena masuk menemui musuhnya sendirian.
''Ini gi mana Den, aku takut Adit berbuat nekad sama papa juga.
''Zal, kamu tenang aja, kamu tau kan siapa om Doni, siapa pun yang berhadapan dengannya pasti akan bisa menahan emosi,
''Tapi ini beda Den, kamu lihat kan para pejaga di sana, mereka membawa senjata api, sedangkan kamu tau papa kan, beliau nggak pernah bermasalah dengan orang yang kejam seperti ini.
Rizal semakin frustasi saat melihat badan penjaga rumah itu sangatlah kekar,
''Tuan tenang saja, kami ada di sini,
''Tapi papa di dalam sendirian, apa nggak sebaiknya kita masuk, ?
''Jangan tuan ,selagi belum terjadi apa apa lebih baik kita di sini, anda tau kan tuan Doni sangatlah bijak dalam menghadapi masalah, para bodyguart itu pun ikut menenangkan Rizal yang sedang kebingungan .
''Iya Zal ,kamu lihat sendiri kan, bahkan om saja tidak boleh ikut masuk. pak John.
Sedang di satu ruangan, meskipun siang hari tapi ruangan yang nampak gelap, karena tak ada cahaya yang menerangi, begitu pun dengan hati seseorang yang ada di dalamnya. hanya ada kegelapan yang menyelimutinya.
Pak Doni membuka pintu dan langsung masuk .
''Selamat datang tuan Doni Pratama, Ada perlu apa sampai anda datang ke tempat ini, tanya Adit meledek
Dengan santainya pak Doni berjalan menghampiri Adit yang sedang duduk sambil menyilangkan kakinya di atas meja.
''Di mana Rafi?tanya pak Doni.
''Wow...pertanyaan yang begitu indah, yang di lantunkan sang ayah untuk anaknya.
''Apa kah anda kangen dengan Rafi, anda tau kan bagaimana rasanya kangen, rindu dengan orang yang anda sayang. dengan senyum menyelidik.
''Maaf anak muda, saya tidak punya banyak waktu, apa kamu ingin kejelasan?
''Oh.... no, tidak usah tuan Doni yang terhormat, saya sudah tau semuanya, dan anda tidak perlu susah payah untuk menjelaskannya.
bagaimana kelanjutannya ya!!
makin seru nih, mohon dukungannya yah, like koment serta votenya.
__ADS_1