Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 84


__ADS_3

Setelah perjalanan beberapa jam, kini tibalah mobil yang di tumpangi Nadia masuk ke sebuah kampung di mana dia di besarkan.


Mobil berhenti tak jauh dari rumah Nadia.


Dua preman itu turun dan membangunkan Nadia yang dari tadi tidur.


''Nona silahkan turun, sudah sampai!


suruh preman bertubuh kekar itu.


Nadia mengerjap ngerjapkan matanya,


Nadia turun dan memandang sebuah rumah di depannya .


Ya, rumah yang menjadi surganya waktu Nadia masih kecil hingga remaja,


Nadia masih mematung dan setia dengan pandangannya.


Nadia mulai melangkahkan kakinya menuju pintu utama.


Nadia mengetuk pintu yang membuat Ibu terkejut.


''Siapa sih malam malam gini bertamu,


Bu Lela melihat jam dinding yang ada di kamarnya.


Ternyata sudah menunjukkan jam tiga pagi.


Bu Lela segara keluar untuk melihat siapa yang datang.


Saat Bu Lela membuka pintu ,betapa terkejutnya melihat Putri semata wayangnya dengan gaun pesta dan rambut acak acakan bahkan dengan mata yang sembab karena tangis.


''Nadia, kamu kenapa kenapa? ,apa yang terjadi, mana nak Rizal?


''Nadia malah menangis dan memeluk Ibunya.


''Masuk dulu ,dan bersihkan diri kamu, nanti kamu cerita apa yang sudah terjadi ?


Nadia mengangguk.


Setelah selesai dengan mandinya Nadia menghampiri Ibunya yang sudah setia menunggunya di ruang tamu.


Nadia berjalan pelan menghampiri sang Ibu.


Bu Lela tersenyum, ''Nad, sekarang kamu cerita apa yang sebenarnya terjadi;?


''Bu, mulai sekarang dan seterusnya aku akan tinggal di sini.


Memang kenapa, apa kamu bertengkar dengan Rizal, apa kalian ada masalah?


''Nak, saran Ibu kalau kamu punya masalah lebih baik di bicarakan baik baik, jangan sembunyi seperti ini.


''Nggak Bu, Nadia nggak bertengkar sama mas Rizal, bahkan Nadia mau tinggal di sini, karena Nadia nggak mau kehilangan dia.


''Maksud kamu apa?


''Nadia di ancam sama orang yang nyulik Nadia bu, kalau sampai Nadia tidak mau pergi dari mas Rizal, maka orang itu akan melenyapkan satu persatu orang yang aku sayangi, dan aku nggak mau itu terjadi.


''Baiklah, sekarang Ibu mengerti.


''Kamu sudah mengambil langkah yang sangat tepat, tapi Ibu juga akan selalu berdoa masalah ini agar cepat selesai, karena Ibu tau sebenarnya masalah apa yang sedang melanda kalian saat ini.

__ADS_1


''Zal, keluar lah nak,hari ini waktunya kamu ke rumah sakit, mama nggak mau kesehatan kamu menurun lagi.


''Ma, lebih baik aku nggak sembuh,asal Nadia kembali, teriakan dari dalam.


''Zal jangan gitu, nanti pasti Nadia akan kembali, ayolah jangan kayak anak kecil, kamu nggak kasihan sama Juan?


Setelah mendengar nama Juan, Rizal langsung berjalan mendekati pintu.


Rizal membuka pintu kamarnya yang sedari tadi di kunci.


''Zal, hari ini waktunya kamu ke rumah sakit,


''Kak Rafi sudah menunggu kamu di bawah!


''Ma, aku lagi nggak mau ke mana mana?


''Zal, mama Yakin Nadia akan segera di temukan,dan mama nggak mau saat Nadia kembali, dia melihat keadaanmu yang seperti ini, pasti dia sangat kecewa, dia sangat mencintai kamu, cepat kak Rafi sudah nunggu.


Mama Widya berlalu dari kamar Rizal,.


Rizal meresapi perkataan dari mama Widya dengan sejenak.


Akhirnya Rizal bersiap siap dan mau check up ke rumah sakit.


Sesampainya di bawah, Rizal langsung menuju meja makan yang sudah sangat ramai pastinya.


''Tante, Om, maaf aku harus pulang dulu, nanti aku balik lagi setelah mengantar Lilis,


''Apa nggak sebaiknya kalian tinggal di sini dulu?


''Maaf tante ,tapi aku merasa nggak enak kalau harus numpang, sekarang aku nggak sendiri, nggak mungkin kan kalau aku terus di sini ?


Tinggallah dulu di sini, ya tapi om nggak bisa memaksa, ini hadiah pernikahan kalian .


Papa Doni menyodorkan kotak kecil.


''Apa ini om?


''Buka saja, nanti kamu juga tau,


Deny membuka dengan pelan, kotak yang saat ini dia pegang.


Deny membelalakkan matanya saat tau apa isi kotak itu.


''Kunci, ini kunci apa om kok banyak banget?


''Den, kalau kunci mobil nggak mungkin kan banyak, itu kunci rumah yang om beli untuk hadiah pernikahan kamu, dan rumah itu berada samping rumah Rizal, om sengaja membeli rumah itu dekat rumah Rizal, supaya Rizal dan Nadia nggak kesepian.


''Om, terima kasih atas kebaikan om selama ini, Deny nggak bisa membalas kebaikan om,


''Den, selama ini kamu sudah cukup membantu keluarga ini, kamu sudah menjaga Rizal dari waktu dia kuliah, dan kamu sangat berjasa untuk Rizal,


Sedangkan yang di sangkut pautkan tak bergeming. siapa lagi kalau bukan Rizal yang lagi melamun.


''Dan rumah ini tak seberapa dengan pengorbananmu selama ini .


''Iya Den kakak salut sama kamu. kamu adalah sahabat sekaligus saudara kami yang terbaik.


Flashback off.


Di perusahaan Pratama yang kini menjadi perusahaan Rizal.

__ADS_1


Anak muda sedang melamar pekerjaan menjadi seorang OB,


''Mas, kamu sangat tampan kenapa mau jadi OB?


Nasib, hanya itu jawaban dari pertanyaan yang di lontarkan untuknya.


''Mas, Pak bos minta kopi.


Akhirnya pemuda itu membuat kopi untuk di serahkan kepada bos besar.


''Permisi pak ini kopinya.


''O...ya taruh di situ, pak Doni,. sambil melirik ke arah Deny.


''Kamu masih muda berapa umur kamu ?


''Sembilan belas pak ?


''Kenapa kamu jadi OB?


''Nasib saja pak,


''Apa kamu kuliah?


Pemuda itu menggeleng,


''Mulai besok kamu harus kuliah dan jangan bekerja menjadi OB,


Itulah awal dari kebaikan keluarga Pratama untuk Deny, ya pemuda yang menjadi OB itu adalah Deny.


Flashback on


''Ya udah kalau gitu kalian antar Rizal dulu ke rumah sakit, dan setelah itu kemasi barang kamu dari apartemen, dan kalian harus segera menempati rumah itu.


Deny mengangguk.


Deny melajukan mobilnya menuju rumah sakit tujuan Rizal untuk Ceck up.


''Zal, kamu lagi mikirin Nadia? Rafi yang melihat sang adik melamun .


''Kakak yakin, orang suruhan papa pasti akan selalu segera menemukannya,


''Tapi kalau nggak ketemu gi mana kak? apa yang harus aku lakukan?


''Kamu yang sabar, nanti setelah pulang dari rumah sakit kita akan mencari nya.


Setibanya di rumah sakit tanpa ada halangan Rizal langsung bertemu dengan dokter spesialis.


Rizal mulai di periksa dengan berbagai alat untuk mendeteksi penyakitnya.


Dokter tersenyum lebar setelah mengetahui semua hasil ronsen dan hasil yang di dapat dari tubuh Rizal.


''Selamat tuan Rizal ,anda sudah sembuh, saya tidak bisa berkata apa apa, ini hasilnya ,tuan bisa melihatnya sendiri, ini adalah kejaiban yang luar biasa.


''Ini benar Dok, saya sudah sembuh?


''Benar tuan, tapi untuk saat ini tuan belum boleh melakukan pekerjaan yang menguras tenaga dan pikiran, karena saya takut itu akan memicu kesehatan tuan,


''Terima kasih dok, Rizal sambil tersenyum haru.


Entah apa yang di rasakan Rizal saat ini, apa mungkin dia bahagia dengan kesembuhannya, atau kah sedih karena sang istri yang belum di temukan.

__ADS_1


__ADS_2