Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 92


__ADS_3

Rafi masih saja bersender di depan pintu kamarnya sambil bersiul,


Kak Rafi kenapa, kenapa dia lihat aku kayak gitu, apa ada yang aneh batin Rizal.


Rizal melihat penampilannya dari baju sampai celana yang di pakainya.


''Bukan yang itu, celetuk Rafi.


''Maksud kakak, tanya Rizal yang semakin penasaran,


Rafi langsung menghampiri sang adik yang belum beranjak dari tempatnya.


''Habis ngapain, kok nafasnya sampai ngos ngosan?tanya Rafi kepo


''Kenapa kakak sekarang seperti Ibu Ibu kompleks sih, sukanya kepo urusan orang,


jawab Rizal sebel.


Rafi membelalakkan matanya melihat Rizal.


''Kalau kamu bilang kakak seperti ibu Ibu kompleks, betarti kamu, Rafi diam


adik Ibu Ibu kompleks, Rizal menjawab dengan pelan.


''Tau diri juga, makanya jangan pernah ngatain kakak,


''Mau ngapain, masih ingat luar,?pertanyaan yang menjengkelkan ,barin Rizal sebel.


''Mau ambil Juan, Nadia kangen sudah seminggu ini kan dia nggak ketemu sama Juan,


''Emangnya Nadia kenapa, kok nggak keluar sendiri?.


Rizal menggaruk kepalanya,


''Kepalamu plontos, nggak ada kutunya ngapain di garuk.


Rizal langsung saja berlari tak menanggapi pertanyaan sang kakak,


Kalau saja Rizal meladeni mulut pedas mungkin nggak akan ada hentinya, itu fikirnya


Entah kenapa, Rafi sekarang punya julukan si mulut pedas, semenjak mama Widya mengulur ngulur pernikahannya ,Rafi menjadi semakin lawak dan sensitif.


Rizal turun dari kamar untuk menemui mama Widya


''Ma, Juan mana?


''Ada di kamar sama papa, Nadia mana Zal kok kamu keluar sendiri, apa dia nggak enak badan,


''Enggak ma, cuma capek aja?


Rizal berjalan ke kamar papa Doni.


Rizal melihat Juan sedang bermain dengan papa Doni.


''Pa, boleh aku ambil Juan, katanya Nadia kangen?,


''Ambil aja Zal, papa tau kok, kan udah lama juga dia nggak ketemu Juan.


Rizal mengambil Juan dan keluar dari kamar papa Doni.


Zal, ajak Nadia turun, pasti dia belum makan,


gimana nih pasti Madia nggak mau,

__ADS_1


''Biar aku bawa ke kamar aja ma,


Sambil berjalan menuju tangga,


Rizal melihat Rafi keluar dari kamarnya dengan penampilannya yang cool abis,


''Mau kemana kak?


''Kepo juga kamu sekarang, seperti emak emak kompleks .


Kan adik nya Ibu ibu kompleks.


''Mau kencan. emang kamu saja yang bisa kencan ,kakak juga bisa,


Rafi belalu turun dari tangga, sedangkan Rizal masuk ke dalam kamar sambil menggendong Juan .


Nadia langsung mengambil alih dari Rizal.


''Mas kok lama banget sih, emang Juannya di bawa kemana lagi?


''Bukan Juannya yang di bawa ke mana, tapi tadi mas ketemu Ibu Ibu kompleks, yang menginterogasi mas,


''Maksud mas ,kak Rafi?


RIzal mengangguk


Nadia tertawa lebar membuat Rizal mengerutkan alisnya,


''Mas ,sejak kapan kak Rafi julukan itu?


''Kamu lihat sendiri kan, kalau mulut kak Rafi tu pedes banget, jadi mas inget tu sama Ibu Ibu kompleks,


''Iya, tapi dia itu sangat sayang sama mas, mas ingat kan gimana kak Rafi berjuang untuk mas?


''Mas juga cuma bercanda kok, nggak serius, mas juga sangat sayang sama kak Rafi, Mas masih ingat jasa kak Rafi untuk mas, bahkan dari kecil sekali pun.


Putri mondar mandir sepanjang malam hanya untuk memikirkan itu.


''Aduh gi mana nih, bisa turun pamor aku kalau harus minta maaf pada cewek kampungan itu,


Pagi pagi sekali Nadia sudah terbangun, Nadia melihat di samping nya ada dua orang yang sangat di cintainya.


Nadia tersenyum melihat dua orang yang sangat dia cintai,


Ngapain senyum senyum, apa yang kamu fikirkan, Rizal yang masih menutup matanya,


''Maksud mas apa?


''Kamu pikir mas, nggak bisa lihat kalau kamu sekarang lagi mandang wajah mas yang sangat tampan ?


''Iya, aku akui mas itu sangat tampan ,meskipun nggak punya rambut, apa lagi kalau punya rambut Lee min ho aja lewat.


''Wah, kamu berani nyamakan mas sama siapa itu, tetangga kamu ya ?


Nadia membelalakkan matanya,


''Ya ampun, mas nggak tau siapa Lee min ho?


Rizal menggeleng.


Nadia menepuk jidatnya,


''Udah lah ngapain bahas Le le Siapa itu!''Mendingan sekarang kamu ke kamar mandi, kita turun mas lapar ,soalnya tadi malam mas nggak makan.

__ADS_1


Nadia langsung pergi ke kamar mandi .


Sedangkan di bawah, pagi sekali sudah ada tamu yang datang ,siapa lagi kalau bukan keluarga putri.


''Kalian kok pagi sekali, ada apa, tanya pada Doni.


''Maaf tuan kedatangan kami ke sini, kami mau minta maaf atas kelakuan anak kami,


Papa Doni tersemyum,


''Memang apa yang di lakukan Putri pa, ?tanya mama Widya penasaran .


''Nggak apa apa kok ma, cuma salah paham saja, jawab papa doni berbohong, papa Doni takut kalau mama Widya marah, karena putri lah dalang dari semua penculikan Nadia menantu keayangan mama Widya itu.


Nadia dan Rizal turun dari tangga, Nadia tak menyadari bahwa ada tamu yang datang, Nadia dengan asyiknya berbicara dengan sang buah hati, saat Nadia menoleh ke arah ruang tamu, betapa kagetnya melihat siapa gerangan yang duduk di sana.


Nadia menggeser badannya di belakang rIzal.


Rizal yang melihatnya pun langsung menarik tangannya.


''Nggak usah takut, mas ada di sini,


''Tapi.... Nadia mengambang.


Ssstttt.... kalau dia berani macam macam lagi, mas yang akan menghadapinya.


*Wah ternyata sekarang auaymiku super hero batin Nadia.


Rizal menggandeng tangan Nadia dengan mesra menuju ruang tamu*.


''Pagi ma ,pa ,om tante, kalian apa kabar,?


Sedangkan papa Putri tersenyum dan membalas sapaan Rizal.


''Kami sekeluarga baik Zal,


Papa Putri langsung mengarah ke Putri,


Putri yang tau maksud papanya langsung


berdiri mendekati Nadia.


''Nad, aku minta maaf karena sudah berbuat salah sama kamu, aku bejanji nggak akan melakukannya lagi,


Nadia yang baik hatinya hanya tersrnyum dan mengangguk anggukkan kepalanya.


''Zal, aku juga minta maaf, karena sudah punya rencana memisahkan kalian.


''Nggak apa apa ,tapi jangan sampai terulang lagi, kamu masih bisa mendapatkan laki laki yang tampan,aku sudah berkeluarga, jadi kamu harus bisa melupakan aku,


Rizal berusaha menasehati Putri.


''Terima kasih .


''Ya, kalian memang sangat baik, tapi kita masih bisa berteman kan Zal,


Rizal menoleh sang istri meminta persetijuan


Nadia mengangguk .


''Baiklah kalau begitu ,mulai sekarang kita awali lagi persahabatan kita,


Hati yang tak pernah memiliki rasa dengki, iri, maupun ingin membalas apa yang orang lakukan padanya, itulah yang di miliki Nadia,

__ADS_1


Kamulah bidadari dunia akhiratku, aku adalah laki laki yang paling beruntung di dunia ini, Allah menciptakan kamu hanya untukku ,untuk Rizal fikri Pratama, tidak ada laki laki lain yang boleh memiliki kamu, aku nggak perduli, meskipun aku di bilang egois,


Nadia hilma faliha, istriku. batin Rizal.


__ADS_2