
''Apa pak satpam? kenapa mas biarin pak satpam gendong aku, kalau mas nggak kuat ,mendingan aku di bangunin aja, aku kan malu, pasti aku berat.
''Udah jangan marah marah nanti kamu cepat tua, apa kamu akan kasih upah sama yang gendong kamu.
''Hemmm, kalau pak satpam minta upah pastinya aku kasih.,
Lampu hijau nih,
''Tapi upahnya nggak sembarang lo, Rizal sambil membuka kaos yang di pakainya.
''Maksud mas, apa?
Rizal memicingkan satu alisnya
''Mas menginginkanmu sebagai upah sudah memindahkanmu ke kamar ini.
Apa, aku sudah di tipunya, dan dia minta upah,
Ya ampun kenapa jadi gini,
Nadia menelan salivanya yang sulit,
Nadia tersenyum kecil sambil mendekatkan ke wajah suaminya.
''Mas, ini kan siang siang, nggak enak kalau nanti ada yang ketuk pintu, nanti malam saja ya? tawar Nadia,
''Tapi mas maunya sekarang, mas kan udah menahannya lama sekali, apa kamu nggak takut kalau punya mas karatan?
''Mas, kalau karatan kan bisa di gosok lagi pakai gosokan panci mudah kan,
''Sayang kan punya mas nggak sekeras panci, ngapain di gosok pakai gosokan panci,
''Ya udah kalau gitu mas harus sabar dulu sampai nanti malam.
''Sayang, kamu beneran nggak mau sekarang?
Nadia mulai mengeluarkan ide ide konyolnya.
''Ya udah deh kalau gitu, mas ngalah sekarang, tapi inget untuk malam ini mas nggak akan melepaskan kamu lagi, dan kamu harus bersiap siap, jangan sampai me ngecewakan mas lagi. bisik Rizal yang membuat telinga Nadia geli ,
''Kalau gitu aku boleh keluar nggak, aku kangen sama Juan, Nadia mencari alasan supaya bisa lepas dari sang suami.
''
Keluar aja, jawab Rizal sebel.
''Kalau boleh keluar, mas minggir dulu dong!melihat Rizal yang masih berada diatasmya.
Rizal menggeser badannya dan merebahkan badannya, karena keinginannya yang tak terpenuhi.
Nadia yang melihatnya pun langsung mendekatkan wajahnya dan mencium bibir Rizal kilat,
''Sabar, nanti malam aku akan ingat, janji Nadia meyakinkan,.
Rizal tersenyum melihat istrinya,
Nadia keluar dari kamar untuk menemui sang buah hati,
''Kok, sepi pada kemana? Nadia beralih ke dapur untuk mencari nyawa manusia. namun tak menemukan juga,
Nadia melihat kamar mama pun juga sepi,
__ADS_1
Akhirnya Nadia keluar dan melihat pak satpam yang sedang berjaga.
''Pak, semua orang kemana, kok sepi?
''Nyonya dan tuan pergi dengan dede Juan nona, dengan bik Narti juga?
''Ya udah terima kasih ya pak.
''Sama sama Non.
Nadia masuk dan menuju kamarnya lagi,
karena tak melihat seoarang pun yang berada di rumah.
Rizal yang melihat wajah istrinya bete pun langsung mengajukan pertanyaan,
''Kenapa sayang, Juannya mana?
Nadia menggeleng,
''Maksud kamu?
''Mama dan Papa pergi membawa Juan.
Dalam hati Rizal langsung berbunga bunga mendengar ucapan sang istri.
''Itu artinya kita bisa melakukannya sekarang. Rizal tiba tiba saja sudah mencium Tengkuk leher Nadia.
Nadia pun pasrah dengan apa yang di lakukan suaminya.
Rizal yang sudah menahan hasratnya berbulan bulan bahkan setahun lebih kini akan melampiaskan kepada istri tercintanya.
''Apa kamu siap untuk melakukannya sekarang?.
Rizal memulai aksinya di siang bolong, panas semakin membara dengan adegan keduanya, bahkan mungkin sampai berjam jam mereka belum juga selesai, tapi mama Widya dan papa Doni yang sengaja keluar dari rumah pun untuk berlama lama menikmati indahnya pemandangan mall.
Entah itu apa Author pun tak bisa menjelaskannya lagi .
Hingga akhirnya mata Nadia pun terpejam lagi, sementara Rizal masih melihat sang istri yang sedang terlelap, Rizal tersenyum dan mencium kening istrinya.
''Terima kasih sayang, akhirnya mas bisa menikmati semua ini lagi,
Sore pun tiba, mama Widya dan papa Doni yang sudah pulang pun heran, melihat anak dan menantunya yang tak keluar dari kamar,
''Pa, secapek apa sih sampai sampai mereka tak keluar kamar,
''Mana papa tau, yang tau ya hanya mereka lah ma, udah biarin aja,
''Masa mereka lupa sama anaknya, mama Widya mulai geram
Melihat muka mamanya Rafi yang baru saja masuk pun mengernyitkan dahinya,
''Mama kenapa pa, kok kelihatannya cemas gitu.
''Biasa lah menantu dan anaknya belum keluar kamar dari siang.
''Rizal dan Nadia pulang?tanya Rafi.
Papa Doni mengangguk.
Rafi mendekati mama Widya dan membisikkan sesuatu.
__ADS_1
''Mama tenang aja ,nggak usah khawatir, pasti mereka lagi gituan, jadi biarin aja, lagian mereka kan udah lama nggak gitu gituan.
''Kamu ini selalu saja mikir yang jorok, sana pergi bau keringat juga masih dekat dekat mama ,
''Iya iya, tapi ingat jangan ganggu yang lagi di kamar?
Rafi meledek mamanya.
Rafi pun berlalu dari hadapan sang mama menuju kamarnya,
Sedangkan Nadia kalang kabut setelah melihat jam dinding ,Nadia membangunkan Rizal yang masih terlelap,
Aduh gi mana ini sudah sore, pasti mama dan papa udah pulang,
''Mas, ayo bangun sudah sore, bukannya bangun malah merangkul pinggang ramping istrinya.
''Mas, nggak lucu, ayo bangun!!,
Rizal menggeliat dan membuka matanya.
Nadia berlalu ke kamar mandi untuk membersihkan diri, sedangkan Rizal masih mengumpulkan nyawanya yang tercecer saat tidur.
Nadia keluar dari kamar mandi dan mengambil Hair dryer, Nadia duduk di meja rias dan melihat di pantulan cermin ,Nadia terkejut saat melihat lehernya penuh dengan lukisan yang pastinya dari Rizal
Kalau gini cerinya aku nggak mungkin dong keluar, kan malu, kalau sampai mama lihat, apa lagi kak Rafi yang mulutnya suka pedes itu, bisa bisa nggak berhenti tu cibirannya.
Batin Nadia,
Akhirnya Nadia menghampiri suaminya dan duduk di sebelahmya.
''Mas, boleh nggak kalau aku minta tolong?
''Tolong apa,
''Ambil Juan, bawa ke sini!
Rizal sedikit bingung dengan tingkah Nadia yang sedikit merengek.
''Memangnya kenapa sayang, kan kita bisa keluar bersama?
Nadia langsug marah saat suaminya nggak langsung menurutinya.
''Mas nggak lihat lukisan mas yang memalukan ini, mau di taruh mana muka ku kalau mama dan yang lain lihat,
Rizal tertawa terpingkal pingkal melihat kemarahan sang istri.
''Sayang itu nggak memalukan ,itu adalah sebuah maha karya, lagian kenapa harus malu, kan yang melakukan itu suami kamu sendiri.
''Mas, cepetan ambil Juan sekarang, atau tadi yang terakhir, dan kita tidak akan melakukannya lagi,
Lagi lagi ancaman Nadia selalu berhasil ,
''Oke, oke mas akan ambil Juan, tapi kamu harus ingat, jangan pernah nolak jika mas mengajakmu melakukan itu,
Nadia hanya menyunggingkan bibirnya.
Kamu akan kalah bila aku sudah mengeluarkan jurus ku mas.
Rizal langsung ke kamar mandi, tak butuh waktu lama, Rizal melakukan ritualnya di kamar mandi, setelah mengganti bajunya Rizal langsung keluar kamar untuk mencari buah hati tercintanya.
Rizal keluar dari kamar dengan nafas yang ngos ngosan,Rafi yang melihatnya pun mengeluarkan deheman .
__ADS_1
Pasti deh, ejekannya siap meluncur, dari mulut pedas kakak ,untung saja Nadia nggak keluar, kalau sampai dia keluar, pasti dunia sudah heboh gara gara mulut kakak yang super julid ini ,batin Rizal.