
SARANA GRUP......
Presdir yang sangat kejam dan tak kenal dengan kelembutan sama sekali, suka memecat dan bertindak seenaknya sendiri, karena kekuasaannya yang menjadikannya buta akan kebaikan di sekelilingnya,
Saat ini Adit sedang duduk dengan kursi kebanggaannya,
''Apa yang harus saya lakukan bos?, seorang berbaju hitam serta kaca mata berdiri di hadapan Adit.
Orang itu adalah suruhan Adit, untuk menyelidiki hubungan Rafi dan Alea.
Tanpa bicara Adit menyodorkan sebuah foto.
''Kamu lihat foto itu dengan jelas, mereka adalah sepasang kekasih, tapi saya nggak mau lihat mereka berduaaan dan kamu harus tau apa yang harus kamu lakukan!.
''Baik bos, saya siap untuk melakukan tugas saya dengan baik,
''Seperti biasanya, jangan sampai meninggalkan jejak, saya tidak mau ada kegagalan keluar dari mulut mu .
Seorang berbadan besar itu keluar dari ruangan Adit .
Sangat berbeda Dengan Adit yang dulu, Adit yang sekarang bahkan lebih kejam dari seorang mafia, namun dia tak pernah mengotori tangannya langsung.
Sedangkan hari ini, Rafi tidak masuk kantor dan mengurung diri di kamar,
mama Widya sangat cemas dengan keadaan putra sulungnya itu,
''Pa, ini gi mana pa, Rafi kok nggak mau keluar juga, dari semalam dia belum makan, papa cari jalan keluarnya dong?
''Mama tenang dulu dong, papa juga lagi mikir nih, papa juga bingung, ini kan urusan anak muda, bukan urusan bisnis, mana papa tau jalan keluarnya.
''Apa mama telpon Rizal ya pa?
''Itu lebih baik ma, mungkin aja Rizal punya solusi,
Akhirnya mama Widya langsung menelpon Rizal dengan segera.
Rizal yang masih berada di rumah pun kaget dengan panggilan mama Widya,
''Sayang, kita ke rumah mama sekarang, kata mama ada masalah dengan kak Rafi.
''Maksud mas apa, kak Rafi kenapa? tanya Nadia khawatir.
''Mas juga nggak tau pasti, tapi mama bilang kita harus ke sana.
Rizal menelpon Deny untuk menghandle pekerjaan kantor,
Kini mobil Rizal melaju rumah papa Doni, tak butuh waktu lama,
Mobil mewah Rizal sudah terparkir, Rizal dan Nadia masuk dengan tergesa gesa.
Rizal menemui mama Widya terlebih dulu sebelum menemui Rafi.
''Ma, gimana keadaan kak Rafi apa dia baik baik saja?
Mama Widya menggeleng
''Kakak kamu dari semalam nggak keluar kamar, bahkan ponselnya pun sudah menjadi sampah, mama nggak tau harus berbuat apa, makanya mama Telpon kamu,
__ADS_1
Rizal langsung menaiki tangga menuju kamar Rafi, sesampainya di depan pintu kamar, Rizal langsung mengetuk pintu.
''Kak,buka pintunya, Rizal sambil mengetuk pintu.
Lama tak ada sahutan dari dalam,
Akhirnya Rizal mengambil
kunci duplikat dan membukanya.
Rizal melihat Rafi yang masih merebahkan tubuhnya di atas ranjang besarnya.
Rizal berjalan menghampiri Rafi yang
masih memejamkan matanya.
''Kak, aku tau kakak nggak tidur, Rizal sambil duduk di pinggir ranjang,
'''Kamu ngapain ke sini, apa kamu nggak kerja? tanya Rafi sambil memunggungi Rizal.
''Kakak sendiri kenapa nggak kerja, inikan bukan hari libur,
''Kakak lagi malas aja, pingin sendiri, lebih baik kamu keluar!!
''Kakak ngusir aku?. Rizal dengan meninggikan suaranya.
Rafi menoleh sang adik dan memeluknya.
''Bukan maksud kakak untuk mengusir kamu, tapi kakak nggak mau kalau kamu terlibat dengan masalah kakak.
''Kamu memang adik kakak yang paling top, Rafi sedikit mengeluarkan senyumnya.
''Sebenarnya apa masalah kakak sekarang?
''Masalah kakak lebih rumit dari pada masalah kamu selama ini, bahkan kakak sendiri nggak tau harus berbuat apa .
Rafi menceritakan semua
masalahnya dengan Rizal, meskipun Rizal belum pernah mengalami nya namun Rizal mencoba mencari jalan keluar.
''Kak, apa aku boleh bilang sesuatu.
''Bilang aja, kenapa harus nanya!!.
''Emang seakrab apa sih, persahabatan kakak dengan kak Adit itu?
''Zal, dia itu sangat baik ,kakak nggak bisa menjelaskan panjang,
Sedangkan papa Doni yang kini mengambil alih perusahaan harus bekerja dengan Alea sebagai sekretarisnya,
Kesedihan Alea sama seperti Rafi, namun Alea tetap masuk kerja, karena tak tau kalau hari ini Rafi tidak masuk kantor, sedangkan Alea sendiri tidak bisa menghubungi Rafi, karena ponsel Rafi yang rusak ,
Alea masuk ke ruangan Presdir,
''Permisi pak, saya hanya mau kasih laporan ini untuk bapak tanda tangani .
Pak Doni tersenyum,
__ADS_1
''Panggil aja papa, seperti biasanya
''Baik pa, gi mana keadaan mas Rafi pa, apa dia baik baik saja?,
''Dia nggak baik, bahkan sampai sekarang pun dia belum keluar kamar,
Mas, aku harus ngapain sekarang untuk menghibur kamu, sebenarnya aku juga merasa sakit, tapi aku sadar di sini yang lebih sakit adalah kamu, batin Alea.
''Pa, nanti sore Alea boleh kan mampir ke rumah?,
''Boleh, ngapain minta izin papa, kamu sudah papa anggap keluarga, nggak usah sungkan sungkan.
Hari sudah semakin sore, para pegawai kantor sudah mengemas barang barang masing masing untuk pulang.
Sementara Alea menunggu papa Doni di Loby kantor,
Setelah melihat papa Doni keluar ,Alea segera menghampiri mobil dan membuka pintu untuk papa Doni.
Mobil pak Doni melaju dengan cepat, di dalam mobil tak ada pembicaraan sama sekali, Alea maupun papa Doni hanya diam.
Sesampainya di rumah, Alea hanya mengekori papa Doni masuk ke dalam rumah besar.
''Alea, kamu kesini?
''Iya ma, aku khawatir dengan keadaan mas Rafi, apa dia sudah keluar kamar?
Mama Widya menggeleng.
''Sekarang kakak coba aja bujuk kak Rafi, siapa tau kalau kakak yang bujuk dia mau keluar dan makan bareng kita.Nadia.
Alea berjalan menuju ke kamar Rafi.
Pintu kamar terbuka, dan di dalam masih ada Rizal dan Rafi yang masih mengobrol
''Apa aku boleh masuk, Alea mengagetkan Rizal dan Rafi.
''Kak Alea silahkan, aku keluar dulu ya kak, Rizal pamit.
Alea masuk dan duduk di samping Rafi.
''Mas, kenapa kamu seperti anak kecil sih, kita harus hadapi bersama, jangan malah bersembunyi di kamar,
''Kamu nggak mungkin kan seperti ini terus ,
''Sampai kapan pun aku akan menjadi milik mu, nggak akan ada laki laki lain yang mengisi hati ku,
''Mas percaya, tapi gi mana dengan Adit?
''Mas, kamu mikirin orang lain, tapi apa kamu pernah mikirin diri kamu sendiri,
''Tapi dia sahabat aku, aku nggak mungkin kan nyakitin dia, kalau aku masih tetap sama kamu ?
''Tapi apa kamu nggak mikir, kalau kamu kayak gini bisa nyakitin diri kamu sendiri bahkan kamu juga menyakitiku, Aku bukan wanita yang gampang jatuh cinta pada laki laki, dan di saat aku melabuhkan cintaku sama kamu, kamu nggak mau memperjuangkan cintaku, bahkan seakan kamu gampang banget untuk melepasku, Alea dengan nada marah
Akhirnya Rafi beranjak dari tempatnya dan memeluk Alea yang sudah terisak dengan tangisnya.
Sedangkan di luar rumah papa Doni ada sebuah mobil yang terparkir, dan mengawasi rumah besar papa Doni,
__ADS_1