Majikanku Suamiku

Majikanku Suamiku
Episode 100


__ADS_3

Pagi hari yang sangat cerah, pagi ini Rafi mencoba untuk setegar mungkin berangkat ke kantor.


''Pagi ma pa, suara lantang Rafi membuat mama Widya terkejut.


''Pagi sayang, kamu mau ke kantor ?


Rafi tersenyum mendengar kata kata mama Widya.


''Ma, sampai kapan pun aku tidak akan bisa menyelesaikan masalah hanya diam di kamar, aku akan mencoba bangkit dan menghadapi masalah ini. aku tau kalau Alea masih jodohku pasti kami akan di persatukan ,meskipun dengan jalan yang rumit,


''Papa sangat bangga dengan kamu ,semoga kamu cepat mendapatkan jalan keluarnya.


''Terima kasih pa,


Makan dengan tenang tanpa suara dan hening memang di rasakan di meja makan saat ini.


Rafi keluar dari rumah dan melajukan mobilnya langsung menuju kantor,


Sesampainya Rafi langsung menuju ruangannya,


Tak sengaja Rafi melihat Alea yang sudah berada di tempatnya.


Rafi melirik ke arah wanita cantik yang saat ini mengisi ruang hatinya itu, Rafi tersemyum kecil dan melanjutkan membuka pintu.


Kali ini Rafi sedikit menghindar dengan Alea, karena masih teringat dengan janjinya pada Adit,


Tok... tok.. tok... masuk, sahutan dari dalam.


''Pak paket, seorang karyawan mengantar sebuah paket,


Rafi menerima dengan tangan terbuka,


Rafi membolak balikkan kotak sedang yang kini berada di depannya.


Dari siapa, Sebelum melanjutkan pikirannya, ponsel barunya berdering, terdapat nomor yang tak di kenal.


Meskipun Rafi ragu untuk mengangkatnya, Tapi Rafi masih saja mengangkatnya.


📱


Halo.....


📱


Hai... apa kabar,apa kamu sudah menerima paket yang aku kirim, ternyata kamu lupa ya sama janji kamu,


📱


''Apa maksud mu Dit, aku nggak tau?


📱


Jangan pura pura bodoh Raf, kamu presdir yang dangat baik dan sangat jenius, apa kamu nggak tau maksud aku?


📱

__ADS_1


''Ayolah Dit, kamu jelaskan saja, apa maksud kamu?tanya Rafi.


📱


''Aku nggak suka kalau kamu dekat dengan Alea, tapi masih saja kamu ketemu dengan Dia, kalau kamu nggak mau ada korban ,jauhi Alea!!


Suara terakhir dari Adit, dan sebelum Rafi menjawab Adit sudah mematikan telponnya.


''Apa maksud dia, bukankah baru hari ini aku kerja, lagian aku juga belum ketemu sama Alea, Rafi memegang kedua pelipisnya, Rafi bingung dengan apa yang harus dia lakukan,


Akhirnya Rafi keluar dari ruangannya untuk menemui Alea,


Alea yang di sibukkan dengan laptopnya pun tak mengetahui Rafi yang sudah berdiri di depannya.


''Al, Rafi memanggil dengan pelan.


''Iya mas, ada perlu apa, kenapa kamu nggak telpon aku aja, kenapa harus nyamperin aku ke sini?.


''Aku minta maaf, mulai hari ini lebih baik kamu berhenti kerja, bukan maksud aku memecatmu, tapi aku nggak mau kalau Adit semakin curiga, aku nggak mau nyawa kamu dalam bahaya,


''Apa maksud kamu?, Tanya Alea


Rafi menarik tangan Alea menuju ruangannya .


Rafi membuka paket yang di terimanya.


Rafi membuka paket itu,


Mereka berdua melongo saat melihat isi dari paket itu, ternyata sebuah pistol dan sebuah kertas berisikan tulisan.


Setelah membaca surat itu ,Rafi maupun Alea saling diam dan menerka kata kata surat itu.


Sampai akhirnya Rafi mengeluarkan suara duluan.


''Alea,... Rafi memanggil Alea dengan pelan. .


Alea mendongakkan kepalanya menghadap laki laki tampan yang saat ini di depannya.


''Sebaiknya mulai sekarang kita menjauh, aku nggak mau Adit berbuat nekad, kamu mau kan berhenti kerja dari sini.


Alea mengangguk .


''Aku akan berhenti kalau itu membuat kamu nyaman,


Rafi memeluk sang kekasih dan tak sengaja meneteskan air mata.


Saat itu juga Alea langsung mengemasi barang barangnya keluar dari kantor Rafi,


Alea membuat surat pengunduran diri dan di serahkan ke Rafi.


Semua karyawan pun bingung dan bertanya tanya, sebab kepergian Alea,


''Kenapa Bu Alea mengundurkan diri, mereka kan pacaran, apa mereka berantem lalu putus ya?


''Hizz,,, jangan ngomongin bos, mungkin aja mereka lagi Ldr an biar lebih romantis kalau nanti nikah, para karyawan saling berbisik.

__ADS_1


Mata, mulut, boleh berbohong, tapi hati tidak bisa berbohong, kepergian Alea membuat Rafi semakin terpuruk, di ruangannya Rafi hanya berdiam diri, dan tak melakukan apa pun,


Sedangkan di dalam mobil Alea pun sama, hanya menangis dan menangis meratapi hubungannya yang akan kandas,


Kini nasib Rafi berbeda dengan Rizal yang selalu menebarkan pesona kepada sang istri, bahkan Rizal kini mulai malas masuk kantor, jika ada hal yang penting Deny lah yang harus pulang hanya untuk mengantarkan.


''Sayang, kamu sekarang kenapa sih, kok nggak mau ke kantor?,


''Sayang, aku tu lagi malas aja, kamu tau kan aku tu lagi kangen sama kamu?


Alasan yang nggak masuk akal.


''Oke, kalau kamu nggak mau ke kantor, aku nggak akan kasih jatah lagi malam ini, lebih baik aku tidur sama Juan, dari pada harus tidur sama suami pemalas, celetuk Nadia.


Rizal yang sedari tadi menutup wajahnya dengan bantal pun langsung melemparkan ke segala arah,


Rizal duduk dan memeluk sang istri,


''Oke, oke mas ke kantor, tapi jangan lupa kamu siapkan diri kamu untuk malam ini, oke?.. sambil menaik turunkan alisnya.


''Tu kan, dengan ancaman itu saja udah takluk, sebenarnya apa sih yang ada di otak mas Rizal ini, kok sekarang makin mesum aja, pikir Nadia heran.


Rizal langsung menyambar handuk dan masuk ke kamar mandi,


''Sayang, tolong kamu telpon Deny untuk jemput aku, Teriak Rizal dari dalam kamar mandi,


Sedangkan Nadia langsung mengambil ponsel dan menghubungi Deny,


Deny yang menerima panggilan pun langsung kembali ke rumah, meskipun kini Deny sudah berada di kantor, menurut Deny sekarang Rizal memang sedikit konyol, bahkan lebih konyol di banding anak kecil, kelakuannya semakin hari semakin manja, membuat Deny terkadang menggerutu, tapi Deny tetaplah Deny yang selalu menurut apa kata Rizal yang notabennya adalah bosnya.


Rizal keluar dari kamar mandi dan memakai bajunya, sedangkan Nadia hanya mengamatinya.


Rizal yang merasa di lihat malah tebar pesona dengan ketampanannya.


Rizal mendekati sang istri dengan membawa celana yang belum terpakai.


''Apa kamu mau memakaikannya untuk ku sayang?..


''Mas, kalau mau manja jangan kelewatan, cepetan, keburu kak Deny nyampae, kan kasihan, dia.


''Kamu kasihan sama Deny, apa kamu nggak kasihan lihat mas yang kerepotan pakai baju?


Ya ampun, mulai deh manjanya, ampun kalau punya suami anak mama, batin Nadia menggerutu.


Nadia langsung mengambil baju Rizal, dan memakai kannya, Rizal tersenyum puas sedang mengerjai istri tercintanya.


''Sayang, kamu ikhlas kan melakukan ini semua untuk mas?, tanya Rizal dengan nada manja.


Nadia senyum lebar,


''Ya ikhlas dong mas, aku kan istri kamu, kalau ada wanita lain yang memakaikan baju sama kamu ,aku juga nggak rela,


Nadia juga sedikit geli mengucapkannya.


''Ih, sayang jangan gitu dong, mas jijik kalau kamu bilang gitu, pokoknya nggak ada yag boleh pegang tubuh mas selain kamu.

__ADS_1


Saling bertengkar dalam canda tawa, itulah yang di rasakan Rizal saat ini.kebahagiaan yang selama ini baru di rasakan yang sesungguhnya.


__ADS_2