Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 10 : Gadis langka


__ADS_3

Geva terlihat mengepalkan tangannya seusai mendengar cerita dari Zada. Ia jadi semakin tak menyukai istri dari keponakannya itu yang ternyata sangat jahat.


Rald benar-benar bodoh! Membuang permata demi batu apung!


Gevariel berjanji kalau dia akan membalas perbuatan Veena yang telah berani menyakiti istrinya.


Sementara Zada kembali menyeruput minumannya yang ternyata sudah habis, sisa batu es kristal saja.


" Mau pesan lagi?" tawar Geva ketika mendengar suara nyaring dari sedotan yang di seruput tanpa ada air di dalamnya.


" Tidak perlu, perutku sudah kembung!" tolak Zada.


Geva menarik sudut bibirnya, Ia benar-benar tak mengira bahwa gadis cantik yang telah menjadi istrinya ini adalah tipe cukup blak-blakan.


Setelahnya, Geva pun menawarkan untuk mengantar Zada pulang. Mengingat bahwa dia sedang menghemat uang, Zada pun tidak menolak. Itung-itung mengurangi ongkos pulang.


Selama perjalanan, Zada lebih banyak diam sehingga membuat suasana menjadi hening. Namun, tiba-tiba terdengar suara perut berbunyi yang memecahkan keheningan.


" Kamu lapar?" tanya Geva. Sementara Zada terlihat memalingkan wajahnya guna menutupi rasa malu ya.


"Dasar cacing sialan! Demo tanpa melihat sikon!" Zada memaki cacing di dalam perutnya yang tak bersalah. Bagaimana tak berdendang jika sejak siang mereka hanya di beri makan dengan segelas orange jus dan french fries saja.


" Aden, kita pergi ke restoran biasanya," titah Geva tanpa menunggu jawaban dari Zada.


" Baik bos."


Berhubung rute perjalanan berubah, terpaksa Aden harus putar balik terlebih dahulu.


Tak butuh waktu lama, mereka sampai juga di sebuah gedung yang memiliki beberapa restoran. Geva segera mengajak Zada turun dan berjalan menuju restoran.

__ADS_1


" Oh, ya Tuan Gevariel. Si Aden tidak diajak makan sekalian?" tanya Zada tatkala tak melihat laki-laki itu tak ikut bersama mereka.


Geva tiba-tiba berbalik hingga membuat Zada yang tadinya berjalan mengekor di belakang jadi menubrukkan tubuhnya.


Aroma maskulin dari tubuh Gevariel mencuak memenuhi indra penciuman Zada. Padahal, pria ini baru saja pulang dari kerja tapi kenapa aroma tubuhnya masih harum saja.


"Kamu mau sampai kapan memeluk saya?" goda Geva yang seketika membuat Zada tersadar dari halusinasinya.


"Ma-af," ucap Zada dengan sedikit terbata.


" Berhubung kamu adalah istriku, aku tidak akan mempermasalahkannya!" pungkas Geva seraya menggandeng tangan Zada.


"Lagipula, apa yang harus di permasalahkan? Kan memang kamu yang salah, berbalik kok gak bilang - bilang! " Zada terus menggerutu dalam hatinya. Namun, ada rasa aneh yang hinggap dalam dirinya setiap mendengar Geva menyematkan kata 'istri'. Apalagi saat ini pria ity dengan seenaknya menggandeng tangannya.


Astaga Zada, ingat! Dia hanya suami palsumu, jangan sampai kamu baper hanya di perlakukan lembut seperti ini.


Akibat tidak terlalu fokus hingga membuat Zada tak menyadari jika mereka memasuki sebuah restoran paling mewah di gedung itu. Pasalnya, di dalam gedung itu berjejer beberapa restoran dari yang biasa sampai paling mewah.


Apakah tidak ada makanan yang harganya di bawah seratus ribu?


" Belum ada makanan yang ingin kamu pesan sayang?" tanya Geva saat melihat Zada yang hanya membolak-balikkan buku menu makanan itu.


Zada sedikit mencondongkan wajahnya dan menjadikan buku menu makanan sebagai satir agar sang pelayan tak mendengar saat ia berbicara dengan Geva.


" Apakah kita tidak bisa makan di tempat lain?" usul Zada.


" Memangnya kenapa? Kamu tidak suka menu makanan di sini?"


Zada melambaikan tangannya seakan mengkode bahwa bukannya dia tidak suka.

__ADS_1


" Bukan, hanya saja uangku di dompet hanya tersisa seratus ribu saja. Jadi___ " Zada masih menggantung ucapannya . Selama ini, dia memang tipe wanita yang sukanya bayar masing-masing ketika makan dengan orang lain. Bahkan, dengan Rald sekalipun. Kecuali jika mereka makan di restoran yang sebelumnya sudah di restorasi terlebih dahulu.


Sementara Geva mulai mengerti apa yang di maksud oleh Zada.


"Pesanlah sesukamu, malam ini aku yang traktir. Jadi, simpan saja uangmu, " kata Gevariel memberitahu.


" Seriusan?" tanya Zada yang seakan tak percaya jika Geva akan mentraktirnya makan mewah padahal mereka bukanlah siapa-siapa.


"Em." Geva mengangguk. " Bukankah aku yang mengajakmu makan di sini, jadi aku yang akan membayar."


Boleh juga!


Berhubung Zada sudah sangat lapar sekali, dia memesan beberapa menu makanan dengan hanya menunjuk gambarnya saja karena kalau baca bisa belibet lidahnya.


" Kamu bisa menghabiskan semua makanan itu?" tanya Geva setelah pelayan pergi.


" Em." Jawab Zada dengan mengangguk.


" Kenapa? Apakah aku pesan terlalu banyak?" Zada kembali bertanya. " Kalau begitu, kita cancel saja sebagian."


Geva menggeleng. " Tidak masalah, aku hanya khawatir kalau perut kecilmu itu tidak muat menampung makanan sebanyak itu."


" Tenang saja, perutku ini perut karet. Dia bisa menampung banyak makanan, soalnya cacing di dalam sana sangat suka makan! "papar Zada tanpa rasa canggung.


Sementara Geva hanya bisa tertawa mendengarnya. Sepertinya, dia mulai menyukai kebersamaannya dengan gadis inim


Melihat Zada yang makan dengan lahap tanpa memiliki rasa jaim sedikitpun, Membuat Geva hanya bisa tersenyum.


Benar-benar gadis yang langka!

__ADS_1


...****************...


__ADS_2