Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 54 : I love you,Za


__ADS_3

" Itu biar kamu sadar dengan apa yang telah kamu lakukan barusan. Sadar dari koma kok malah jadi pria bajingan! Kamu lupa kalau masih ada istrimu juga barusan?" Mama Jianying terus mengomel tanpa henti. Pasalnya,ia paling tak suka dengan pria yang tak bisa menghargai wanita, apalagi seorang istri.


" Istri?"ulang Geva dengan memasang wajah bingung.


Dahi Mama Jianying berkerut tatkala melihat ekspresi putranya itu.


" Geva,jangan bilang kamu lupa kalau sudah punya istri, yang terluka itu punggung kamu tapi kenapa otak kamu yang eror!"


Setelahnya,Geva justru tertawa saat melihat ekspresi serta mendengar Mamanya yang terus memaki-maki dirinya. Sementara Mama Jianying semakin bingung dengan tingkah absurd dari putranya itu. Sepertinya otak Geva benar-benar sudah geser.


Geva mendekati Mama Jianying,lalu merengkuh kedua pundaknya.


" Ma ... otak Geva baik-baik saja dan sepertinya Mama sangat menyayangi Zada sampai tak rela jika dia terluka,"ucap Geva yang membuat Mama Jianying semakin kesal. Ternyata, putranya tadi hanya sedang bermain-main.


" Tentu saja! Karena Zada adalah menantu kesayangan Mama. Jadi,jangan sampai kamu berani coba-coba menyakitinya karena Mama tak akan segan untuk menghabisimu!"ancam Mama Jianying yang membuat bulu kuduk Geva merinding. Beginilah sang Mama yang begitu kejam, padahal anaknya adalah dia.


Tapi,Geva bersyukur karena sang Mama bisa menyayangi Zada seperti ini.


" Ingat Geva, Zada adalah istri yang sangat baik jadi Mama harap kamu bisa menjaganya dengan baik pula."


" Geva tahu,Ma."


" Kalau begitu,kenapa kamu masih di sini! Cari istrimu sana!"usir Mama Jianying.


" Siap bos!" Geva memberikan hormat pada Mamanya,kemudian berjalan pergi keluar dari ruangan itu untuk mencari di mana keberadaan sang istri.


Geva membuka ponselnya untuk mengecek dimana keberadaan sang istri,setelahnya ia pun mengikuti petunjuk itu.


**


Di dalam toilet,terlihat Zada memandangi pantulan dirinya dalam cermin. Make up sisa acara tadi masih menempel pada wajahnya, namun pakaiannya sudah di ganti karena gaun itu adalah properti perusahaan walau dia yang mendesain nya.


" Kenapa Geva tadi terlihat dingin padaku?"gumam Zada yang masih saja kesal jika mengingat kembali sikap Geva padanya. Dia terlihat tak seperti Geva yang ia kenal.


" Ah! kenapa juga aku merasa seperti ini? Bukankah aku sendiri yang memintanya untuk bersikap profesional jika sedang berada di lingkungan kantor? Ya, Geva pasti hanya sedang bersikap layaknya seorang bos pada bawahannya." Zada berusaha untuk meyakinkan dirinya sendiri jika itu hanya sebuah profesionalitas saja. Tapi kenapa hatinya masih terasa sakit? Dan seakan ada rasa ingin diakui sebagai istri di depan umum?

__ADS_1


Tak mau terlalu lama berada di dalam toilet serta berpikiran yang tidak-tidak,membuat Zada berjalan keluar dari sana. Lebih baik dia berkumpul bersama yang lainnya guna melupakan kejadian tadi.Namun,siapa sangka jika ia justru bertemu dengan Geva yang kebetulan baru keluar juga dari toilet pria.


Tubuh Zada kembali membeku saat berpapasan dengan suaminya,entah kenapa tiba-tiba ada perasaan ingin memelukny. Akhir-akhir ini roda kehidupan Zada terasa berputar lebih cepat hingga membuatnya merasa sangat lelah dan butuh sebuah sandaran.


Sorot Mata Zada melihat ke sekeliling toilet yang terlihat sepi, sepertinya aman jika dia memeluk Geva sebentar sebagai obat rindu. Akan tetapi,tiba-tiba ingatan tentang Anna yang tadi juga memeluk suaminya membuat Zada merasa enggan,dia ingin marah tapi_


Sudahlah! lupakan soal ingin peluk! Kamu jangan jadi wanita gampangan Zada,jadi biar Geva yang memelukmu lebih dulu dan meminta maaf.


Setelahnya, Zada pun berlalu pergi begitu saja,membuat Geva jadi bingung.


" Supervisor Zada,"panggil Geva yang membuat langkah Zada seketika terhenti.


Apa yang barusan dia dengar tak salah? Suaminya masih memakai panggilan formal ketika mereka hanya berdua saja?


" Barusan kamu manggil aku apa?"tanya Zada dengan memasang wajah sangar.


" Supervisor Zada. Apakah ada yang salah?"ucap Geva dengan wajah datar tanpa rasa penyesalan sedikitpun.


Zada mendekati Geva,lalu menarik dasi pria itu hingga membuat kepala mereka sejajar. Tinggi badan Geva yang sangat tinggi,membuat Zada harus sedikit mendongak jika tak seperti ini.


" Apa maksudmu bersikap seperti ini,hem?"


Sudut bibir Geva sedikit terangkat saat melihat raut wajah Zada yang begitu menggemaskan, Ingin rasanya Geva meraup bibir mungil Zada yang begitu menggoda, tapi ia berusaha untuk menahannya karena saat ini Geva masih ingin bermain-main sebentar untuk menggoda sang istri.


" Seharusnya saya yang bertanya seperti itu. Apa maksud dari sikap supervisor Zada seperti berbuat ini, apa anda berniat untuk menggoda saya? Tapi,bukankah supervisor Zada sudah menikah?"


Dahi Zada berkerut, lalu melepaskan dasi Geba dengan mendorongnya. Untung saja keseimbangan Geva bagus. Jika tidak, mungkin dia sudah tersungkur ke lantai.


" Dasar nyebelin!"pungkas Zada seraya beranjak pergi meninggalkan Geva.


Melihat Zada yang sepertinya semakin kesal,membuat Geva menyudahi itu semua. Pasalnya,dia juga sudah sangat merindukan istrinya.


Namun,tiba-tiba ada seseorang yang memeluknya dari belakang.


" Aku merindukanmu, honey ...,"bisik Geva di telinga Zada.

__ADS_1


Honey?


Zada langsung membalik tubuhnya agar bisa menatap wajah Geva.


" Kamu mengingatku?"tanya Zada yang sempat mengira jika Geva melupakan dirinya.


Geva tersenyum, lalu menarik tengkuk Zada dan ******* bibir mungil itu. Zada yang masih bingung pun langsung melepaskan diri.


" Anda mau melecehkan saya Tuan Geva?"


Geba kembali tersenyum,lalu.menarik pinggang Zada hingga tubuh keduanya saling menempel.


" Sepertinya tidak masalah melecehkan istri sendiri,"ucap Geva yang kemudian kembali meraup bibir mungil Zada. Namun, kali ini Zada tak menolak. Ia justru melingkarkan tangannya ke leher Geva dan terus membalas setiap ******* kecil itu.


Melihat Zada yang mulai membalas voumannya,tentu membuat Geva bahagia. Pasalnya,ini adalah pertama kalinya Zada membalas ciuman yang Geva berikan.


Di lorong dekat toilet pria dan wanita, keduanya terus saling memagut,******* hingga keluar decapan kecil. Lewat ciuman itu,keduanya menumpahkan semua rasa yang ada di dalam hati.


Saking menikmatinya hingga membuat keduanya lupa sedang .berada dimana. Bahkan, mereka sampai gak menyadari jika ada sebuah kamera yang terus merekam percimbuan itu.


Geva mulai melepaskan pagutaannya ketika menyadari sang istri mulai kehabisan nafas. Melihat bibir Zada yang sedikit bengkak membuat Geva kembali tersenyum, lalu mengelap sisa salivanya yang masih tertinggal dengan ujung ibu jarinya.


Pipi Zada langsung merona saat ibu jari Geva menyentuh bibirnya. Sementara Geva kustru menempelkan keningnya pada kening Zada.


" I love you Za,"ucap Geva lembut.


Deg


Jantung Zada seakan berhenti berdetak tatkala mendengar sebuah ungkapan cinta dari suaminya.


...****************...


Hayo ... siapa yang sudah mengida bahwa Geva amnesia?


Tenang, gak akan ada drama amnesia kok 😁

__ADS_1


Maaf ya baru update,soalnya baru pulang nemenin anak lomba.


__ADS_2