Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 88 : Jaga jarak aman!


__ADS_3

Demi melupakan masalah tentang kehamilan, lagi dan lagi Zada menyibukkan diri dengan bekerja alih-alih pergi liburan bersama. Pasalnya, pasangan suami itu memang sama-sama sedang sibuk dengan urusan masing-masing. Zada sibuk menyiapkan pakaian yang akan di tampilkan pada acara pagelaran selanjutnya, dan Geva disibukkan dengan pekerjaannya sebagai CEO Nuraga grup. Apalagi,akhir-akhir ini begitu banyak masalah yang datang sehingga membuat Geva mau tak mau harus menyelesaikan semuanya sendiri dan mengesampingkan masalah pribadi.


Beginilah kehidupan pasangan suami istri yang sama-sama sibuk bekerja. Namun, walau sibuk dengan pekerjaan masing-masing, mereka masih tetap menyempatkan waktu untuk quality time berdua.


" Sayang, weekend kali ini kita pergi jalan-jalan,yuk," ajak Geva sebelum Zada turun dari mobil.


" Kemana?"


" Ke suatu tempat,"jawab Geva dengan tersenyum manis.


" Em ... aku___"


" Tidak menerima alasan penolakan apapun!" sela Geva yang terlihat tak mau di tolak.


" Tapi___ bagaimana kalau___"


" Aku sudah menanyakan jadwal pekerjaan kamu sama Amel, dan tidak ada sesuatu yang mendesak. Jadi, tidak ada tapi-tapian oke!"


Zada hanya bisa menghela nafas panjang, lalu mengangguk. " Oke, baiklah. Kalau begitu, aku turun,ya." Zada sudah bersiap-siap pamit untuk keluar dari mobil. Namun, kembali di hentikan oleh Geva.


" Sayang,"panggil Geva yang membuat Zada tak jadi keluar.


" Ada apa?"


" Kamu tidak merasa ada sesuatu yang terlupakan?"


Zada terlihat berpikir sejenak, lalu mengedarkan pandangannya untuk mencari tahu apa yang telah ia lupakan.


" Sepertinya tidak ada,"jawab Zada yang membuat Geva kecewa.


" Kamu yakin?" Geva masih saja belum melepaskan Zada untuk pergi sebelum istrinya itu paham apa yang ia maksud.


" Em." Zada mengangguk, " Sudah ya, aku___"


" Sayang ... kamu seriusan tidak ingat?"potong Geva dengan memasang wajah kesal. Sementara Zada mencoba untuk menahan tawa saat melihat ekspresi suaminya yang cukup menggemaskan.


" Padahal, baru juga satu tahun menikah tapi___" Belum saja Geva selesai menggerutu,tiba-tiba sebuah ciuman mendarat di pipinya.


cup

__ADS_1


" Sudah ya, aku berangkat. Hati-hati mengemudinya,"pesan Zada seraya beranjak keluar dari mobil.


" Dasar jahil!"Geva mencebik dan terlihat kesal bercampur bahagia karena ternyata istrinya tidak lupa jika sebelum berpisah harus memberikan sebuah ciuman. Sebenarnya Geva ingin ciuman yang sedikit bergairah di pagi hari agar semangat kerja berkobar-kobar tapi ciuman di pipi juga tak masalah asalkan masih ada daripada tidak.


Setelahnya, Geva pun segera menginjak pedal gas dan mengemudikan mobilnya meninggalkan kawasan perusahaan Nuraga Fashion.


" Zada ...,"panggil seorang pria yang membuat langkah Zada seketika terhenti. Sementara pria itu sedikit berlari menghampiri Zada.


" Pagi Za," sapa Emerald dengan senyuman yang begitu mengembang.


" Pagi,"jawab Zada dingin.


" Kok jawabnya seperti gak tulus gitu sih! senyum dong ...,"goda Emerald seraya mencoba menyentuh pipi Zada. Namun, wanita cantik itu dengan tegasnya menepis tangan sang mantan yang masih saja mencoba mengejarnya. Padahal sudah sering kali Zada katakan kalau mereka itu harus jaga jarak, tapi pria keras kepala dan tak tahu malu seperti Rald tentu saja sulit di beri tahu.


" Ada apa?"tanya Zada to the point karena dia tak mau terlalu lama berbicara berduaan bersama Emerald.


Bukannya menjawab pertanyaan Zada, Emerald justru menyodorkan sebuah paper bag.


" Apa ini?"


" Hadiah buat kamu,"jawab Emerald dengan tersenyum manis.


" Maaf, aku tidak bisa menerima,"tolak Zada seraya beranjak pergi. Namun,tangannya di cekal oleh Emerald.


Dahi Zada sedikit berkerut tatkala mendengar perkataan Emerald barusan.


Apa aku tidak salah dengar?


" Aku tahu, kamu tidak mau menerimanya karena takut kalau paman akan marah dan cemburu. Tapi, bisakah sekali ini saja terima kado pemberianku?"


" Rald aku__"


" Za, aku sadar jika kesalahanku dulu sangat menyakitimu. Aku minta maaf, tapi bisakah kita untuk tidak saling membenci?"


" Aku tidak membencimu Rald hanya___"


" Hanya membatasi diri," sela Emerald seakan tahu apa yang akan di katakan oleh Zada.


" Za, kamu tenang saja. Mulai hari ini, aku tidak akan lagi menganggu kehidupan rumah tangga kamu dan paman. Aku akan belajar menerima kenyataan kalau saat ini kamu adalah bibiku dan mendoakan agar pernikahan kalian bahagia. Jadi, bisakah hubungan kita menjadi lebih baik dari sebelumnya?" pinta Emerald dengan memasang wajah sendu.

__ADS_1


Zada menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya.


" Baiklah, tapi dengan satu syarat."


Raut wajah yang awalnya sendu, kini berubah menjadi sangat bercahaya. " Apa syaratnya?"tanya Emerald yang terlihat sangat antusias.


Zada tersenyum miring. " TETAP JAGA JARAK AMAN!"tegas Zada dengan penuh penekanan.


" Karena bagaimana pun, kita tetap pernah menjalin sebuah hubungan percintaan yang cukup serius. Dan, aku tidak mau membuat pasanganku merasa tak nyaman saat melihat aku terlalu dekat dengan seseorang yang disebut MANTAN!"


Setelahnya, Zada berjalan pergi meninggalkan Emerald yang masih diam mematung di tempatnya. Walau Emerald sudah mengatakan kalau dia tak akan lagi menjadi pengganggu. Yang namanya mantan tetaplah mantan. Apalagi Geva mempunyai sebuah kecemasan yang cukup serius sehingga membuat Zada harus lebih selektif lagi. Dalam hal seperti ini, Zada mencoba memposisikan dirinya sendiri yang juga tak akan suka kalau suaminya berhubungan dengan mantan kekasih.


...***...


" Kenapa wajahmu kusut sekali A! Apa ada masalah?"tanya Geva seraya menyendokkan makanan ke dalam mulutnya.


Sedangkan Aden hanya menjawab dengan helaan nafas yang begitu berat.


" Ada apa? Bertengkar lagi dengan Reya atau masalah kantor?"


" Bos, memiliki anak tanpa ada cinta apakah begitu buruk?" Bukannya menjawab pertanyaan Geva, Aden justru bertanya tentang hal di luar konteks.


Khuk ... khuk ...


Geva seketika tersedak makanannya sendiri saat mendengar pertanyaan Aden.


" Pelan-pelan bos,"ucap Aden dengan mudahnya.


Selesai minum, Geva mencoba merilekskan diri.


" A, jika kamu bertanya hal seperti itu pada seseorang yang sedang berjuang untuk mendapatkan anak, hanya ada dua kata untuk mu TIDAK BERSYUKUR!"ucap Geva penuh penekanan.


Glek


Aden langsung menelan salivanya dalam-dalam. Ia seketika merasa tak enak hati saat menyadari kalau sudah salah berbicara.


" Bos saya hanya___"


" A, seharusnya kamu itu bersyukur karena Tuhan begitu cepat memberikan kamu anugerah seorang buah hati yang begitu lucu dan menggemaskan. Daripada___" tenggorokan Geva seketika tercekat, ia tiba-tiba tak lagi mampu untuk melanjutkan perkataan itu.

__ADS_1


Sebenarnya, bukan hanya Zada yang sedih dan tertekan karena tak kunjung memiliki anak tapi Geva juga. Sama halnya dengan Zada, Geva juga merasa malu karena menjadi laki-laki yang kurang jantan karena kecebong miliknya tak kunjung bisa membuahi.


...****************...


__ADS_2