Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 53: Kejutan tak terduga


__ADS_3

Selesai acara, para desainer berkumpul menjadi satu di sebuah meja panjang yang sudah di hias khusus konferensi pers. Berhubung Geva tak bisa hadir,maka tempat duduknya di gantikan oleh Mama Jianying. Semua terlihat memberikan hormat saat Mama Jianying berjalan menuju kursinya.


Melihat Geva tak hadir,tentu menjadi sorotan para awak media. Bahkan, hal yang pertama mereka pertanyakan adalah dimana Gevariel, kenapa dia tak hadir di acara pagelaran?


" Sebelumnya,saya mewakili presiden Nuraga grup mengucapkan terimakasih banyak atas ketersediaan para awak media yang sudah berkenan menunggu sampai acara pagelaran selesai. Soal Gevariel, dia memang tidak bisa hadir karena ada suatu hal yang terjadi." Mama Jianying memang sengaja tak memberitahukan secara gamblang kondisi Geva karena itu akan memicu tindakan kejahatan yang tak diinginkan serta akan membuat sang pelaku menjadi senang karena berhasil melumpuhkan Geva.


Ya, sampai saat ini pelaku belum juga di temukan. Tapi semuanya masih terus bergerak untuk mencarinya.


Setelahnya, berbagi pertanyaan di pertanyakan para awak media. Mulai dari masalah penjiplakan yang sempat terjadi,hingga desain spesial musim ini.


" Supervisor Zada, ini bisa di bilang adalah acara pagelaran resmi anda yang pertama sebagai seorang desainer. Jadi,bisakah ceritakan inspirasi anda dalam mendesain karya-karya yang spektakuler itu? Padahal, sebelumnya karya ini sudah di jiplak tapi anda dapat mengeluarkan desain yang berbeda dan jauh lebih indah dari desain sebelumnya,"tanya seorang wartawan.


" Sebenarnya, saya merasa minder saat kalian mengatakan karya yang spektakuler tapi saya juga sangat senang jika karya yang saya buat bisa di sukai banyak orang. Dan berharap kedepannya bisa menciptakan karya yang jauh lebih baik dari yang sekarang serta lebih berhati-hati lagi."


Sebenarnya,Zada juga bisa di bilang shock dan tak percaya saat melihat semua produk telah terjual habis. Bahkan, permintaan pesanan untuk karya spesial pun sangat banyak. Definisi hasil tak mengkhianati sebuah perjuangan bukan? Dalam menciptakan karya-karya ini, memang butuh perjuangan serta lika liku yang cukup banyak tapi pada akhirnya Zada bisa melewati itu semua.


" Soal inspirasi pada seri spesial, saya dapatkan dari suami saya yang__ "


" Apa anda sudah menikah?"potong para wartawan sebelum Zada menyelesaikan ucapannya.


Zada sedikit menunduk dan tersenyum tipis saat menyadari bahwa barusan dia telah kelepasan mengatakan statusnya yang sudah menikah. Padahal, selama ini Zada selalu menutupi hal itu.


Begitu pun dengan Mama Jianying yang menarik sedikit garis bibirnya ketika mendengar Zada mengatakan bahwa inspirasi itu berasal dari Geva.


" Saya sudah menikah."


" Lalu,apakah suami anda hadir ke acara ini?"tanya wartawan lain yang justru lebih kepo dengan pernikahan Zada.


Tiba-tiba raut wajah Zada berubah menjadi sendu, namun secepat mungkin ia berusaha untuk menutupinya dan kembali tersenyum walau terkesan terpaksa.


" Sayangnya dia tidak bisa hadir,tapi__"

__ADS_1


Belum saja Zada selesai berbicara, tiba-tiba ada seseorang yang datang hingga membuat semua fokus tertuju padanya. Pasalnya, sebelumnya dia di rumorkan tak bisa hadir tapi kenapa tiba-tiba muncul dengan membawa sebuket bunga yang begitu indah.


Semua cahaya flash langsung tertuju pada Geva untuk mengambil potrenya yang terlihat sangat tampan dengan setelan Jas berwarna senada dengan milik Zada. Entah suatu kebetulan atau memang di sengaja.


Mama Jianying, Direktur Anna, maupun Zada terlihat melongo dan sangat terkejut saat melihat kehadiran Geva. Padahal,tadi pagi sebelum berangkat ke gedung pagelaran,Geva masih belum sadarkan diri dari komanya, bahkan semua alata penopang hidup masih menempel semua di tubuhnya tapi kenapa tiba-tiba dia sudah bisa hadir di sini dalam keadaan yang terlihat sehat? Ada apa sebenarnya ini?


Zada sampai mengucek kedua matanya,takut jika dia hanya berhalusinasi. Namun,ternyata itu semua nyata. Bahkan, pria itu kini sudah berdiri tepat di depannya karena posisi tempat duduk Zada memang berada di sisi ujung.


Tanpa berlama-lama, Geva memberikan buket bunga itu pada Zada dengan tersenyum manis, membuatnya semakin menjadi pusat perhatian. Pasalnya, selama ini dia terkenal sangat dingin pada wanita tapi kenapa tiba-tiba bersikap lembut dan tersenyum manis pada Zada.


Apa mereka ada hubungan spesial?


Jangan-jangan, Geva adalah suaminya?


Tapi masak iya,seorang CEO Nuraga grup menikah dengan seorang desainer yang baru saja debut?


Dan,bukankah sebelumnya dia dikabarkan dekat dengan Direktur Annabeth?


" Selamat Supervisor Zada, dan Terima kasih telah membuat karya yang sangat bagus untuk Nuraga Grup,"ucap Geva yang terdengar begitu formal. Sementara Zada masih terdiam membeku. Dia seakan merasa bahwa permintaannya pada Geva hari itu terwujud. Dimana Zada meminta Geva hadir di acara pagelaran pertamanya dengan membawakan sebuket bunga.


Ah,ternyata hanya sebagai ucapan terimakasih


Geva memberikan sebuah kode lewat ekor matanya agar Zada segera mengambil bunga itu. Zada pun segera mengambilnya.


" Terimakasih,"lirih Zada.


Setelahnya,ada beberapa petugas dengan memakai seragam hitam putih membawakan beberapa buket bunga yang kemudian Geva berikan pada setiap desainer. Ternyata, bukan hanya Zada yang di berikan buket bunga tapi semuanya. Hanya saja,ada jeda waktu hingga membuat beberapa orang berpikiran bahwa Geva hanya memberikan bunga untuk Zada seorang.


Kenapa hati ini rasanya sedikit perih? Lagipula kenapa juga aku berharap bahwa Geva hanya akan memberikan buket bunga untukku.


Selesai acara konferensi pers, tiba-tiba Direktur Anna memeluk Geva begitu erat. Sedangkan Geva membiarkannya tanpa adanya penolakan sedikitpun, bahkan dia hampir ikut memeluk juga.

__ADS_1


" Aku senang kamu sudah sadarkan diri,"ucap Anna yang semakin menenggelamkan kepalanya di dada Geva. Sementara Zada semakin merasa sakit saat melihat wanita lain memeluk suaminya. Bukankah seharusnya dia yang melakukan itu?


Ehm


Mama Jianying berdehem,membuat Geva langsung melepaskan pelukan Direktur Anna. Tatapan tajam Mama Jianying berikan pada Geva yang sudah begitu mudahnya menerima pelukan dari wanita lain di depan istrinya. Walau hubungan keduanya tida di publikasikan tapi seharusnya Geva tetap harus menjaga perasaan istrinya.


" Gev, kapan kamu sadar?"tanya Direktur Anna yang terlihat begitu perhatian.


Sementara Zada langsung pergi keluar dari ruangan itu.


" Anna, saya ingin berbicara empat mata dengan Geva. Jadi,bisakah kamu keluar?"pinta Mama Jianying.


Andai Mama Jianying bukan presiden Nuraga grup sekaligus Mama Geva,mungkin Anna tak akan menghiraukan perintahnya. Pasalnya, masih banyak yang ingin dia bicarakan dengan Geva.


Dengan terpaksa, Anna pun berjalan pergi meninggalkan ruangan itu.


" Mama ingin membicarakan apa?"tanya Geva santai.


plak


Alih-alih memberokan sebuah jawaban,Mama Jianying justru menampar Geva.


"Mama apa-apaan? Kenapa tiba-tiba menampar Geva?"


" Itu biar kamu sadar dengan apa yang telah kamu lakukan barusan. Sadar dari koma kok malah jadi pria bajingan! Kamu lupa kalau masih ada istrimu juga barusan?


" Istri?"


...****************...


Halo gengs, aku udah up lagi. Jangan lupa like,komen,vote dan hadiahnya biar semangat

__ADS_1


__ADS_2