
Di sebuah ruangan yang begitu luas, terlihat para model sudah sibuk merias diri. Pasalnya, satu jam lagi acara akan di mulai. Namun, ada satu hal yang terus membuat Amel gelisah yaitu model utama yang akan memakai gaun Four leaf clover seri spesial sejak tadi tak bisa di hubungi.
" Gimana,Mel? Belum juga bisa di hubungi?"tanya Nadine yang jadi ikutan cemas.
Amel mengangguk.
" Coba telepon lagi,"usul Mita yang membuat Amel ingin menangis. Pasalnya, ia sudah menghubungi model itu puluhan kali tapi tak kunjung diangkat juga. Padahal, waktunya sudah sangat mepet untuk melakukan persiapan.
" Kenapa kalian terlihat seperti orang yang begitu gelisah?"tanya Direktur Anna yang baru saja kembali dari toilet.
Amel, Nadine dan Mita justru saling pandang satu sama lain,haruskah dia mengatakan pada Direktur Anna yang sudah terjadi?
" Kenapa kalian hanya diam saja? jawab!"tukas Direktur Anna tegas.
" I-tu Direk-tur, model utama kita belum juga datang." Walau sedikit terbata,tapi akhirnya Amel mengatakan yang sejujurnya apa yang telah terjadi.
" Apa!"pekik Dorektur Anna yang terlihat melongo.
Setelahnya, Amel menjelaskan apa yang telah terjadi.
" Lalu, Mana Supervisor kalian?"Direktur Anna justru mencari Zada karena ia gak melihat ada gadis itu di ruangan make up.
Semuanya menggeleng karena mereka juga tak tau dimana Zada.
" Kalian cari!"titah Direktur Anna.
Amel,Nadine dan Mitha pun segera berpencar untuk mencari dimana keberadaan Zada. Sepengetahuan mereka,Zada sudah datang. Hanya saja dia tadi pamit pergi sebentar tapi belum juga kembali lagi. Sementara Direktur Anna mulai pusing memikirkan solusi yang harus ia ambil untuk mengatasi ini semua.
Saat melihat Zada berdiri di depan panggung pagelaran,membuat Amel langsung berlari menghampirinya.
" Ada apa,Mel?"tanya Zada seraya membantu Amel agar lebih tenang.
"A-ada masalah besar terjadi,"ucap Amel dengan raut wajah panik bercampur bingung.
" Masalah apa?"tanya Zada.
" Model utama menghilang!"
" Huh!?" Sama halnya dengan Direktur Anna,Zada juga ikut kaget saat mendengar model utama menghilang. Pasalnya,jika dia tak ada, lalu siapa nanti yang akan Memperagakan pakaian beserta lainnya?
__ADS_1
Ya, konsep pagelaran ini adalah setiap model akan memakai semua produk Nuraga grup seperti baju,pakaian,sendal,tas dan aksesoris lainnya. Jadi, apa yang di pakai oleh model semua adalah barang-barang produksi Nuraga grup.
Setelahnya,Zada dan Amel pun segera pergi menuju ruangan dimana para model berasa.
" Kemana saja kamu Zada! Apa kamu melupakan tugasmu,huh!"bentak Direktur Anna yang mulai emosi. Dalam kondisi genting seperti ini,pantas saja jika dia sangat mudah emosi.
" Maaf Direktur, saya tadi hanya pergi untuk melihat panggung sebentar."
Direktur Anna pun hanya bisa menghela nafas panjang serta tatapan tak suka pada Zada. Dulu, dia memang sempat mengagumimu keterampilan Zada tapi saat melihat Geva yang terlihat sangat perhatian dan bersikap berbeda pada gadis ini membuatnya jadi kesal.
" Sekarang,pikirkan solusinya!"tandas Direktur Anna.
Tak lama kemudian, Abian dan Emerald juga datang untung mengecek persiapan di back stage. Saat Mereka datang menghampiri Direktur Anna dan yang lainnya, mereka terlihat seperti sedang ada masalah.
Nadine pun menjelaskan apa yang telah terjadi, sementara Direktur Anna dan sekretarisnya sudah sibuk menghubungi para model yang sekiranya dapat menggantikan model itu. Namun,mendapatkan model yang bisa datang dalam waktu singkat juga tak semudah itu. Apalagi model catwalk.
Tuhan, kenapa masih ada saja masalah yang datang?
Abian terlihat mencoba memperhatikan Zada.
" Zada, kenapa tidak kamu saja yang menggantikan model itu? Saya lihat, proporsi tubuh kamu cukup bagus,"usul Abian.
" Saya?"Zada menunjuk dirinya sendiri, lalu.menggeleng. Mana ada dia menggantikan model ssperti itu?
" Sepertinya aku setuju dengan usul Direktur Abian,"timpal Nadine dan dianggiki oleh Mita dan Amel.
" Tapi__"
" Za, bukankah kamu juga pernah ikut peragaan Fashion show?"imbuh Emerald yang membuat semua orang berganti menatap kearahnya. Pasalnya, Emerald terlihat seakan mengenal Zada lebih dari sekadar atasan. Apalagi saat mendengar Emerald memanggil Zada dengan panggilan yang tidak formal.
" Kalian dekat?"tanya Direktur Anna yang merasa cukup aneh.
" Tidak!"jawab Zada cepat.
" Kita tidak begitu dekat, hanya saja saya pernah melihat Zada memperagakan pakaiannya sendiri waktu acara di kampus. Dan kebetulan kita memang satu almamater,"terang Emerald.
Semua terlihat tercengang,pasalnya mereka baru tahu jika Emerald dan Zada itu satu universitas.
Soal memperagakan pakaian itu memang benar, saat itu Zada tak punya uang untuk menyewa model yang mau memperagakan pakaiannya. Jadi,dia terpaksa memperagakan sendiri desain pakaiannya. Tapi masalahnya, situasi saat ini dan dulu sangat berbeda. Jika dulu penonton hanyalah para mahasiswa dan dewan juri, saat ini adalah tamu-tamu spesia serta kolega rekan bisnis Nuraga grup. Jadi,tidak bisa di samakan.
__ADS_1
" Kalau begitu,itu jauh lebih bagus lagi,"kata Abian.
" Tapi__" Berhubung waktu pagelaran sudah sangat mepet, Nadine,Mita dan Amel langsung menggiring Zada menuju tempat make up.
" Supervisor Zada, kita hanya bisa mengandalkan anda,"ucap Mita dramatis. Sementara Amel sudah menyuruh seorang MUA untuk segera meng make over Zada.
Tak lama kemudian, Zada sudah selesai di make over serta berganti pakaian dan semua orang di buat tercengang oleh penampilan wanita cantik itu.
" OMG, cantik banget ...,"puji Amel yang tak bisa menutupi kekagumannya.
" Gila! orang cantik di make up, ya ... jelas makin cakep!" Mita ikut memuji.
" Supervisor, pakaian ini terlihat sangat cocok dengan Anda,"imbuh Nadine.
Sementara Emerald dan Abian masih bengong seakan terhipnotis akan kecantikan Zada. Selama ini,Zada memang jarang make up full seperti ini. Dia hanya akan memakai riasan tipis-tipis saat pergi ke kantor. Hanya model pakainnya saja yang memperlihatkan bahwa dia adalah seorang perancang husna yang memakai pakaian sendiri. Ya, pakaian Zada memang kebanyakan adalah buatan tangannya sendiri. Dia akan memakai barang branded jika bersama Geva karena Zada gak mau terlihat mencolok dengan memakai barang-barang mewah ketika pergi ke kantor.
" Sangat cantik,"puji Abian yang membuat hati Emerald mencelos. Jika ada Geva,pria itu juga pasti akan sama seperti Emerald. Dia akan sangat kesal saat mendengar ada pria lain yang memuji istrinya.
Berhubung waktu pagelaran sudah di mulai, semua model pun sudah bersiap-siap untuk keluar.
Zada terlihat begitu gugup karena ini adalah pertama kalinya dia menjadi model catwalk.
Berulang kali Zada mengambil nafas panjang, lalu menghembuskannua secara perlahan guna merilekskan diri.
"Zada,kamu harus bisa!" Zada mencoba menyemangati dirinya. Dan,gibalah waktunya Zada untuk berjalan diatas panggung sebagai penutup acara pagelaran.
Semua para tamu undangan terlihat terpesona akan kecantikan pakaian dan juga orangnya. Bahkan, banyak para kolega Nuraga grup yang langsung menetapkan untuk membeli pakaian seri ini.
" Ternyata, memang lebih menakjubkan daripada milik Wear Me! Desainernya amazing,"
" Benar-benar sebuah kejutan yang spektakuler!"
Terdengar beberapa pujian terlontar dari para tamu undangan yang masuk kedalam indra pendengaran Mama Jianying. Sebagai mertua serta pemilik Nuraga grup,Mama Jianying benar-benar bangga pada bakat menantu perempuan satu-satunya. Dia memang bukan dari kalangan atas tapi sinarnya berkilau layaknya sebuah permata.
Gev, sepertinya kali ini kamu benar-benar mendapatkan sebuah berlian.
Di penghujung pagelaran, Direktur Anna kembali muncul dan berdiri di samping Zada sebagai tanda penutup. Setelah acara pagelaran selesai,waktunya konferensi pers. Di tengah-tengah konferensi pers,tiba-tiba seseorang datang yang dapat mengalihkan pandangan semua wartawan. Tak hanya wartawan, Zada yang masih dalam berbicara pun seketika terhenti saat melihat siapa yang datang.
...****************...
__ADS_1
Nah,Kira-kira siapa yang datang?
Oh ya gengs, sebenarnya aku kemarin malam udah up dari jam tujuh malam tapi nyangkut gak lolos-lolos. Jadi, sabar dan mohon maaf ya...