
Mendengar kabar kalau Zada sedang hamil,membuat Reya sangat antusias dan ingin bertemu. Berhubung Zada sangat sensitif jika naik mobil, maka Reya yang datang berkunjung. Kebetulan, Anrey juga sudah baik -baik saja, jadi bisa diajak keluar sebentar.
Sesampainya di depan pintu penthouse Zada, Reya langsung memencet bel. Dan tak lama kemudian, pintu pun sudah terbuka.
" Reya ..., Anrey," seru Zada yang terlihat sangat bahagia saat melihat Reya dan anak angkatnya datang berkunjung. Ya, sejak berada di dalam kandungan, Zada sudah menyebutkan dirinya sebagai Ibu angkat Anrey.
" Masuk-masuk."
Reya dan Anrey pun segera masuk ke dalam rumah, dan ternyata Zada sudah menyiapkan tempat yang sangat nyaman untuk Anrey. Bahkan, ada mainan bdan bouncer bayi Tapi sayangnya Anrey sedang tidur, jadi ia hanya bisa di baringkan di atas bouncer agar lebih nyenyak.
Selesai meletakkan Anrey diatas bouncer bayi, Reya duduk tak jauh dari posisi bayi mungil itu berada. Sementara Zada terlihat mengambil minuman dan camilan yang akan menemani mereka mengobrol.
" Oh,ya Za ... Ceritain detailnya dong yang kamu katakan di telepon kemarin." Beginilah Reya yang langsung menanyakan cerita tentang kehamilan Zada.
Dan Zada pun langsung bercerita banyak hal tentang kehamilannya, begitu pun dengan Reya yang menceritakan bagaimana kehidupannya sejak kejadian hari itu. Kejadian yang membuat dua orang sadar kalau komunikasi yang baik itu sangatlah penting dalam rumah tangga.
Tak hanya komunikasi,saling memahami satu sama lain, serta membantu dalam menyelesaikan pekerjaan rumah atau mengurus anak pun juga sangat di perlukan. Karena membuat rumah tangga langgeng dan harmonis itu adalah tugas dua orang.
...***...
Jika di rumah, Zada sedang asyik mengobrol dan curhat bersama Reya. Lain halnya dengan Geva yang sibuk mencari rumah di sela pekerjaannya yang cukup padat. Mengingat dia akan mempunyai dua anak, Geva memutuskan untuk pindah ke rumah yang lebih besar dengan halaman yang luas agar kedua anaknya nanti bisa bermain dengan leluasa.
" Bos, sudah waktunya untuk meeting,"kata Fattan sang asisten pengganti dari Aden.
" Baik." Geva pun segera mengakhiri aktivitasnya memilih rumah yang cocok untuk keluarga kecilnya nanti.
__ADS_1
Selesai meeting, Geva langsung lanjut pergi ke pabrik Garment untuk mengecek kondisi pasca terkena banjir. Ketika masih berada di perjalanan,tiba-tiba terdengar suara Adzan yang mengingatkannya untuk segera menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim.
" Pak Geva, apakah boleh kita berhenti sebentar. Soalnya saya mau sholat dzuhur,"izin Fattan terlebih dahulu.
" Oh, tidak apa-apa."
" Terimakasih,Pak."
Selama menunggu Fattan menunaikan ibadahnya, Geva mencoba menghubungi sang istri untuk menanyakan bagaimana kabarnya.
" Zada kemana, di telepon kok gak diangkat- angkat!" gumam Geva seraya kembali menelpon nomor sang istri. Setelah panggilan yang ke lima kali,akhirnya Zada pun mengangkat panggilan teleponnya.
" Halo, ada apa laogong?"terdengar suara serak khas bangun tidur dari ujung telepon.
" Kok kedengarannya kamu baru bangun tidur sayang? Bukannya ada Reya di rumah?"
Begitulah kondisi ketika Ibu menyusui dan Ibu hamil yang sangat suka tidur berkumpul. Mereka akan tidur berjamaah, alih-alih mengobrol. Padahal, kedua wanita itu dulu sangat kuat begadang tapi semua itu berubah dengan seiring berjalannya waktu dan kondisi.
" Oh ya sayang, sepertinya aku akan pulang sedikit larut, kamu gapapa 'kan sendirian di rumah?"
" Gapapa,tapi kenapa bisa pulang larut? Apakah ada pekerjaan yang harus di lembur?"tanya Zada.
"Iya, ini tadi dapat kabar kalau semalam Pabrik habis kena banjir. Jadi___"
" Banjir?!"pekik Zada yang terdengar terkejut saat mendengar kabar kalau pabrik terkena banjir. Pasalnya, hari ini Amel tak memberitahukan tentang kejadian ini padanya. Walau tak bekerja secara langsung di kantor,tapi Zada masih memantau pekerjaan dari rumah.
__ADS_1
" Terus gimana kondisinya sekarang? Apakah bahan, alat serta barang-barang yang sudah di produksi aman?" Zada langsung memberondong beberapa pertanyaan sekaligus dan terdengar sangat panik karena acara pagelaran tinggal sebentar lagi.
Mendengar suara Zada yang terlihat sangat panik,membuat Geva menyesal karena sudah keceplosan mengatakan yang sebenarnya. Seharusnya dia bisa beralasan yang lain agar istrinya tak cemas. Pasalnya, saat ini dia sedang hamil dan tidak boleh terlalu stres dan kelelahan.
" Soal itu aku belum tahu,tapi kamu tidak usah terlalu cemas dan khawatir,ya. Ingat pesan dokter kemarin. Jangan stress, soal pekerjaan biar aku yang urus. Kalau begitu, sudah dulu ya sayang. Jangan lupa makan,aku akan usahakan pulang cepat. Baik-baik di rumah, titip sun buat twins."
Setelahnya, Geva pun segera mematikan teleponnya karena takut kalau akan banyak keceplosan soal masalah yang terjadi sebenarnya.
"Kamu sudah selesai ibadahnya?" tanya Geva saat melihat Fattan yang sudah kembali masuk ke dalam mobil.
" Sudah,bos."
Setelahnya, Fattan segera kembali mengemudikan mobilnya untuk melanjutkan perjalanan.
...***...
Berhubung Reya dan Anrey sudah pulang, Zada jadi kesepian karena tak memiliki teman. Tapi mau bagaimana lagi, suaminya juga belum pulang sampai saat ini.
" Apa masalah di pabrik sangat serius ya, sampai Geva belum pulang juga jam segini." Zada terlihat terus menatap ke arah pintu,lalu kembali menonton film yang sedang ia tonton guna menemani dirinya.
Berselang beberapa menit kemudian,terdengar suara bel berbunyi. Zada sudah sangat antusias dan segera membuka pintu. Namun, yang datang bukanlah Geva.
" Za ..." lirih orang itu dengan wajah berlinang air mata.
...****************...
__ADS_1
Kira-kira siapa ya yang datang?
Jangan lupa like,komen,vote dan hadiahnya ya guys biar Novi semangat untuk nulisnya.