Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 94: Wanita selingkuhan


__ADS_3

" Dua?!pekik Mama Jianying yang terlihat begitu terkejut.


Geva mengangguk. " Ya, saat ini Zada tengah hamil baby twins," ucap Geva seraya mengusap lembut perut Zada. Sepertinya, Geva mulai mempunyai kebiasaan baru lagi yaitu mengusap perut Zada. Pasalnya, dua hari ini dia acap kali mengusap perut Zada, kadangkala di sertai dengan ciuman serta obrolan.


Mendengar kabar kalau Zada tengah hamil saja sudah membuat Mama Jianying sangat senang, apalagi langsung akan mendapatkan dua cucu sekaligus tentu semakin bahagia.


Tanpa terasa, buliran bening menetes dari mata teduh itu. Dia benar-benar sangat bersyukur karena Tuhan mengabulkan permintaannya. Dimana, dia bisa melihat generasi Nuraga selanjutnya sebelum tutup usia. Walau kondisi tubuhnya sangat baik, tapi tak dapat di pungkiri kalau kekhawatiran akan kematian tetap ada mengingat usianya yang tak lagi muda.


" Mama kok nangis?"tanya Zada seraya mencoba membantu mengusap air mata sang mama mertua.


" Gapapa, Mama hanya merasa sangat bahagia karena mendapatkan dua cucu sekaligus dari kamu. Makasih ya,Za ... dan maaf kalau selama ini Mama terlalu cerewet dan banyak permintaan,"kata Mama Jianying seraya mengusap air matanya.


Setelahnya, keempat orang itu pun masuk ke dalam rumah bersama untuk mengobrol banyak hal. Berhubung ini adalah hari yang sangat membahagiakan,Mama Jianying menyuruh Bi Wara untuk membuatkan makanan spesial untuk Zada dan juga Geva.


"Oh ya,Za. Kalau kamu ingin sesuatu, bilang saja sama Geva jangan di tahan,ya. Biarkan dia mempertanggungjawabkan perbuatannya," tukas Mama Jianying yang membuat dahi Geva berkerut.


" Maksud Mama apa?"tanya Geva bingung yang tak di tanggapi oleh Mama Jianying.


Di saat Geva mau meminta penjelasan, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang datang.


" Kak Tya ...,"lirih Geva saat mengetahui siapa yang datang.


" Geva, Zada, kalian ada di sini juga,"ujar Aristya dengan raut wajah yang terlihat terkejut karena tak mengira kalau akan ada Geva dan Zada di rumah Mama Jianying. Pasalnya, ini adalah hari kerja, dan tidak biasanya mereka berkunjung kecuali ada acara atau masalah mendadak.


" Iya,Kak,"jawab Zada dengan tersenyum manis.


Sementara Mama Jianying, langsung menyuruh Aristya untuk duduk di sampingnya agar mereka bisa mengobrol bersama.


Mendengar kabar kalau Zada sedang hamil bayi kembar, raut wajah Aristya berubah menjadi sendu sejenak. Pasalnya, dia juga termasuk pejuang garis dua. Bahkan, usia pernikahannya sudah menginjak usia sepuluh tahun tapi belum kunjung di berikan keturunan.


Melihat raut wajah Aristya yang sendu, membuat Zada mengenggam tangan kakak iparnya itu. Ia tahu betul bagaimana rasanya saat tahu orang lain tengah hamil, di saat diri sendiri belum. Padahal sudah berjuang cukup lama.

__ADS_1


" Zada doakan, semoga Kakak bisa segera menyusul,ya,"ucap Zada yang berusaha menguatkan Kakak ipar sekaligus teman curhatnya.


Selama setahun ini, Zada dan Aristya memang sering curhat dan bertukar informasi soal perjuangan memiliki momongan.


" Amin," jawab Aristya seraya mencoba untuk tersenyum.


" Selamat ya, Za. Akhirnya perjuangan kamu membuahkan hasil, Kakak ikut senang dengernya, semoga kamu dan twins bisa sehat selalu sampai lahiran nanti." Doa Aristya dengan senyuman yang sedikit di paksakan.


" Kok cuma Zada aja yang di beri selamat, akunya nggak Kak?"keluh Geva dengan berpura-pura memasang wajah sedih karena telah di lupakan.


" Kamu juga selamat ya, sebentar lagi akan menjadi Ayah. Jadi, harus lebih dewasa lagi!"sindir Aristya yang seketika membuat Geva cemberut. Pasalnya, dari kata-kata yang di ucapkan oleh Aristya seakan memberitahukan bahwa selama ini Geva belum dewasa.


Ya, begitulah pria tiga puluh tiga tahun yang kadangkala bersikap manja saat bersama istri dan keluarganya. Namun, akan menjadi bos arogan,dan sangat disiplin saat bekerja.


...***...


Sepulangnya dari rumah Mama Jianying, Aristya langsung merebahkan tubuhnya diatas ranjang king sizenya. Tubuhnya terlihat begitu lemas dan lelah, walau tak melakukan sebuah pekerjaan yang melelahkan.


Buliran bening kembali menetes membasahi wajah cantik itu. Ia tak pernah menyangka kalau pria yang telah ia kenal selama dua belas tahun tega menyelingkuhinya.


Tiba-tiba, Tya bergegas bangun dari tidurnya, berlari ke meja rias. Aristya terlihat memandangi pantulan wajahnya di depan cermin.


" Apakah aku sudah tak cantik lagi? Tapi, sepertinya wajahku masih sama seperti beberapa tahun yang lalu karena aku rajin perawatan. Bahkan,gari-garis halus saja tak ada." Aristya bermonolog sambil meneliti wajahnya sendiri.


Setelah beberapa menit meneliti wajah dan bentuk tubuhnya, Aristya tak menemukan kekurangan. Tubuh ramping karena raji olahraga, wajah awet muda karena rajin perawatan. Lalu apa alasan yang membuat suaminya berselingkuh?


Tiba-tiba, Aristya terdiam.


"Apa karena aku yang tak kunjung hamil di usia tak lagi muda sehingga membuat Gani akhirnya memutuskan untuk berselingkuh? Apa jangan-jangan sebentar lagi dia akan menceraikan aku?" Aristya terlihat bingung, dia benar-benar tak mau bercerai karena dirinya amat sangat mencintai Gani.


"Tidak ... Tidak, aku tak mau bercerai!"gumam Aristya sambil memegangi kepalanya sendiri.

__ADS_1


Di saat Aristya masih dengan asumsinya,tiba-tiba terdengar suara papan tombol kunci pintu di pencet, sepertinya Gani sudah pulang. Aristya pun segera memperbaiki penampilannya, dia tak mau terlihat buruk di depan suaminya. Bagaimana pun caranya, dia akan mencoba untuk mengambil kembali hati suaminya karena dia adalah pemilik sesungguh-nya.


Baru saja keluar dari kamar, Aristya langsung di suguhkan dengan pemandangan yang sangat tak mengenakkan sehingga membuatnya diam membeku.


" Tya, ternyata kamu ada di rumah,"kata Gani yang terlihat begitu santai.


" Halo Aristya," sapa wanita yang datang bersama Gani.


" Tya, kalau begitu kenalin dia___"


" Kenapa kamu membawa dia ke sini!?"potong Tya seraya mencoba menguatkan diri. Walau hatinya sakit, dia harus tetap terlihat kuat di depan selingkuhan suaminya.


" Huh? Maksud Kamu apa, Tya?"tanya Gani yang terlihat bingung akan sikap tak ramah istrinya.


" Dasar wanita perebut suami orang! Berani-beraninya kamu datang ke sini huh!"maki Aristya seraya menjambak rambut wanita itu hingga membuat kepalanyoa terjungkal ke belakang.


" Mau kamu apa? Jangan harap bisa menggantikan posisiku sebagai istri Gani, karena sampai kapan pun aku tak akan membiarkan itu terjadi! Dasar wanita murahan!"


Plak


Plak


Dengan Emosi yang memuncak, Aristya menampar wanita itu beberapa kali. Bahkan, dia sampai tak menghiraukan panggilan Gani karena dalam pikiran Aristya saat ini hanya meluapkan emosinya dengan memberikan pelajaran pada wanita itu agar jera dan pergi jauh-jauh dadi kehidupan rumah tangganya.


" Dasar wanita murahan!Pelakor!*****!" Semua makian keluar begitu saja dari mulut Aristya bersamaan dengan tangan yang terus menampar pipi wanita itu hingga merah dengan posisi duduk di atas tubuh sang wanita selingkuhan.


" Tya ... Aristya ... Kamu kenapa malah melamun di situ! Sini!" panggil Gani yang seketika membuat Aristya tersadar dari lamunannya.


...***************...


Eh, ternyata hanya hayalan. Siapa yang mengira itu beneran?

__ADS_1


__ADS_2