
" Zada ...," seru Emerald tatkala melihat ada sebuah lampu yang bergoyang-goyang seperti akan terjatuh. Emerald langsung berlari ke arah Zada, memeluknya dan membawanya pergi menjauh.
Brak,
Prang
Bug
Terdengar suara lampu terjatuh berbenturan dengan lantai diiringi suara tubuh dia orang yang juga tersungkur ke lantai.
Semua orang yang ada di ruangan itu ikut terkejut dan panik akan kejadian itu. Zada pun masih menutup matanya karena mengira kalau ia terkena jatuhan benda itu. Tapi ternyata,tak ada yang terjadi pada dirinya. Justru,Zada merasa seakan menindih seseorang.
" Rald,"lirih Zada saat mengetahui kalau Rald yang ia tindih.
" Kamu baik-baik saja?"tanya Emerald yang justru mencemaskan Zada.
Zada mengangguk,setelahnya Emerald mulai menutup kedua matanya hingga tak sadarkan diri.
" Rald, kamu kenapa?" Zada menepuk-nepuk pipi Emerald berharap kalau pria itu akan membuka matanya kembali. Sementara orang-orang yang ada di ruangan Pameran pun berbondong-bondong mendekati Zada dan Emerald.
Amel membantu Zada turun dari tubuh Emerald,setelahnya dia segera di larikan ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
...***...
Menyadari bahwa Anna dengan lancang dan beraninya menciumnya,membuat Reva langsung mendorong tubuh itu cukup kuat hingga membuat tubuh Anna sedikit terhuyung.
" Apa maksudmu tiba-tiba menciumku Anna!"kesal Geva seraya mengusap-usap bibirnya dengan kasar seakan menghilangkan bekas ciuman dari Annabeth.
" Hanya ingin membuktikan kalau aku benar-benar mencintaimu,Gev."
Kali ini,Anna benar-benar seakan sedang merendahkan dirinya karena terus-menerus mengungkap perasaannya pada laki-laki yang jelas-jelas sudah menjadi milik wanita lain. Laki-laki yang seharusnya ia hindari agar tak di cap sebagai pelakor. Namun,Anna tak memperdulikan itu semua karena menurutnya Zada-lah yang telah mengambil Geva dari dirinya.
__ADS_1
" Tapi aku hanya menganggapmu tak lebih dari sekadar partner Anna! Dan aku juga sudah menikah. Jadi,jangan pernah lagi bersikap layaknya wanita murahan yang mendekati PRIA BERISTRI!" tandas Geva dengan penuh penekanan dan tatapan jijik. Ia benar-benar tak pernah mengira kalau seorang Annabeth yang selama ini terkenal dengan wanita cantik,pintar dan elegant ternyata juga bisa menjadi layaknya wanita murahan yang seenaknya mencium suami wanita lain.
Walau Anna mengatakan bahwa dia telah mencintai Geva begitu lama,tapi tak seharusnya dia berbuat seperti itu.
...***...
Di rumah sakit, terlihat Zada, Amel dan beberapa panitia tengah menunggu kabar dari Dokter tentang kondisi Emerald.
" Supervisor Zada, lebih baik kita duduk saja dulu,"ajak Amel tatkala melihat tubuh Zada yang terlihat pucat dan gemetaran. Sebenarnya,efek dari shock akan kejadian itu masih ada, tapi Zada seakan melupakannya karena terlalu panik akan kondisi Emerald.
Apalagi,jika mengingat kembali kalau Emerald seperti ini akibat menolongnya. Lagi,dan lagi Zada membuat orang lain terluka karena menolong dirinya. Lagipula,kenapa Emerald menolongnya? Apa benar kalau dia masih mencintainya? Meski begitu,hubungan mereka sudah berakhir beberapa bulan yang lalu, dan yang membuatnya berakhir juga Emerald sendiri. Andai dia tak berselingkuh dengan Veena, mungkin saat ini mereka masih bersama atau sudah menikah.
Tapi,nasi sudah menjadi bubur dan tak akan bisa kembali menjadi nasi atau beras lagi. Dan, hati Zada juga sudah sepenuhnya milik Gevariel. Pria yang sudah menjadi suaminya selama empat bulan terakhir.
Membicarakan soal Geva, Zada sekan kembali teringat dengan foto yang sebelumnya ia lihat sebelum tragedi terjadi.
" Amel,apa kamu melihat ponselku?"tanya Zada yang tiba-tiba mencari ponselnya yang entah kemana.
" Apa perlu saya mencarinya Supervisor?"tanya Amel.
Sebelum Zada menjawab, terdengar suara pintu ruang UGD telah terbuka. Zada langsung berlari menghampiri Dokter yang sebelumnya menangani Emerald.
" Bagaimana kondisi Emerald,Dok?"tanya Zada cemas takut terjadi sesuatu yang tak diinginkan pada sang mantan kekasih yang kini berubah menjadi keponakan ipar.
" Untuk saat ini kondisi Pak Emerald masih dikatakan baik,hanya ada beberapa luka kecil tapi masih harus melakukan observasi dulu karena takutnya ada gegar otak ringan akibat benturan di kepalanya."
Mendengar penjelasan itu,membuat Zada sedikit merasa lega. Setidaknya,Emerald baik-baik saja. Setelahnya,Dokter itu pergi meninggalkan ruangan UGD. Sementara Zada berjalan masuk ke dalam ruangan untuk melihat kondisi Emerald.
Sementara di lain tempat,terlihat seorang pria yang sibuk mencoba menghubungi nomor sang istri tapi tak kunjung diangkat.
" Kemana lagi Zada? Apakah acaranya belum selesai?"gumam Geva seraya mencoba menghubungi kembali nomor Zada,siapa tahu di angkat. Dan benar saja, panggilan itu diangkat oleh seseorang. Namun, bukan suara Zada yang Geva dengar. Melainkan orang lain yang mengatakan kalau sang pemilik ponsel sedang di bawa ke rumah sakit.
__ADS_1
Mendengar hal itu,tentu saja membuat Geva panik dan segera mencari tiket pesawat untuk terbang ke kota P. Kota dimana istrinya berada.
...***...
Keesokan paginya, Emerald terlihat mulai terbangun dari tidurnya. Dan hal pertama yang ia lihat adalah wajah Zada yang tertidur dengan posisi duduk di dekat ranjang pasiennya. Sepertinya, wanita cantik itu telah menunggunya semalaman suntuk.
Seulas senyum terbit di bibir Emerald saat mengetahui kalau Zada ternyata masih sangat peduli padanya. Buktinya,dia rela ketiduran di kursi hanya untuk menjaganya. Sepertinya,kecelakaan kecil itu membawa sebuah keuntungan bagi Emerald.
Perlahan,Emerald mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya. Setelahnya,mencoba menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajahnya cantik sang mantan. Akan tetapi,pergerakan Emerald itu justru membuat Zada terbangun dari tidurnya, padahal ia masih ingin berlama-lama menatap wajah tenang itu. Wajah yang dulu selalu menampilkan raut bahagia saat bersamanya,tapi sekarang jarang bisa ia nikmati karena Zada selalu saja marah jika tahu Emerald sedang memperhatikannya.
" Kamu sudah sadar? Apa ada sesuatu yang terasa sakit?"tanya Zada dengan kondisi setengah sadar.
" Aku sudah baik-baik saja karena ada bidadari cantik yang sudah menjagaku semalaman,"gombal Emerald yang membuat dahi Zada berkerut.
" Ini masih pagi,gak usah gombal! Garing dan hambar tau!"tandas Zada yang terdengar layaknya sebua hinaan akan gombalan dari Emerald.
Sementara Emerald terlihat biasa saja seakan tak memasukkan ke dalam hati ucapan Zada barusan. Karena baginya, bisa sedekat ini lagi dengan Zada itu sudah sesuatu yang sangat bagus. Jika seperti ini terus, tak butuh waktu lama Emerald pasti akan bisa menaklukkan Zada kembali.
Berhubung sudah pagi,Zada pun pamit pergi sebentar untuk membeli sarapan bersama Amel. Namun,tak pernah di duga kalau Zada akan berpapasan dengan seorang pria yang berjalan cepat sambil menyeret kopernya.
" Sayang ...,"Geva langsung menghambur memeluk Zada dengan erat. Tak lama kemudian, ia melepaskan pelukan itu dan menelisik bagian tubuh istrinya yang masih utuh tanpa ada luka maupun cacat. Geva pun akhirnya bisa merasa lega saat tahu bahwa istrinya baik-baik saja.
Jika Zada baik-baik saja,lalu bagaimana dengan berita yang ia dapat? Sebenarnya siapa yang terluka?
" Kenapa kamu bisa ada di sini?"tanya Zada dengan ekspresi datar dan dingin.
" Kok gitu bicaranya, aku datang ke sini tentu saja karena mengkhawatirkan kamu sayang."
" Khawatir?"ulang Zada dengan dahi sedikit berkerut. " Jika khawatir,kenapa masih ada bekas lipstik Anna di bibir itu?"
Mendengar kata bekas lipstik,spontan membuat Geva membersihkan bibirnya. Sementara Zada menarik sudut bibirnya saat melihat tingkah Geva yang seperti ini.
__ADS_1
...****************...