
" Bos, ini data dari Desainer Nuraga Fashion yang baru." Bima menyodorkan sebuah map beririsan biodata dari Zada.
" Zada Clofer Fortuna," ucap Sky mengeja nama Zada sambil terus menatap foto gadis itu.
" Iya, bos. Dia adalah desainer yang baru mendapatkan promosi belum lama ini karena desainer yang lama mengundurkan diri."
" Jadi, dia adalah desainer baru. Bukan lulusan universitas negeri tapi karyanya cukup bersaing dengan para desainer jebolan luar negeri dan cantik lagi!" gumam Sky yang terlihat mulai tertarik oleh Zada.
" Rancang pertemuan tak sengaja dengannya," titah Sky dengan seringai licik.
" Baik,bos."
Mendengar kabar kalau Zada sedang berada di area yang tak jauh dari perusahaannya, membuat Sky mengikutinya dan melihat gadis itu masuk ke sebuah rumah makan sederhana yang sangat ramai.
Sebelum turun, Sky terlihat merapikan penampilannya terlebih dahulu. Ketika memasuki rumah makan itu, tempat duduk sudah penuh semua. Tersisa kursi kosong di meja yang di di tempati oleh Zada.
Sepertinya, semesta sedang berpihak padaku!
Sky langsung berjalan menghampiri meja Zada.
" Apa saya boleh duduk di sini?"izin Sky dengan penuh keramahan dan kelembutan.
Jari-jari lentik Zada seketika berhenti mengetik tatkala mendengar ada seseorang yang menghampirinya. Zada mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang itu.
Sebelum menjawab, Zada terlihat celingak celinguk untuk melihat ke sekitarnya dan semua meja memang sudah di penuhi oleh pengunjung.
" Silahkan." Dengan berat hati Zada memperbolehkan pria itu untuk duduk satu meja dengannya karena dia tak mau bersikap egois ketika berada di tempat makan.Pasalnya, semua pengunjung berhak mendapatkan hak untuk duduk.
" Terimakasih," ucap Sky dengan tersenyum ramah.
Setelahnya, Zada kembali fokus pada ponselnya untuk mengirimkan pesan pada suaminya.
Zada [ Lǎogōng, bolehkah aku menginap di
rumah sewa? Untuk beberapa hari
saja].
Zada izin menginap di rumah sewa agar bisa lebih mudah dan cepat untuk menyelesaikan pekerjaan.
Geva [ Sayang, apakah kamu lupa jika
suamimu akan mengalami insomnia
jika tak tidur denganmu?]
Melihat Zada yang terlihat cuek padanya membuat Sky merasa heran.
Apakah wanita ini tak mengenali aku siapa?
Tak lama kemudian, terdengar suara seorang pelayan yang datang membawakan makanan.
" Terimakasih,Mas,"ucap Zada pada sang pelayan.
" Sepertinya, kamu sedang sibuk?"tanya Sky yang mencoba membuka obrolan.
__ADS_1
" Oh,tidak juga. Hanya mengirim pesan pada suamiku."
" Kamu sudah menikah?"tanya Sky yang cukup terkejut saat mendengar Zada menyebutkan suami. Pasalnya, di data pribadi Zada yang Bima berikan, ia membaca bahwa status gadis ini adalah single.
Zada hanya membalas dengan sebuah senyuman tipis. Setelahnya, ia kembali membalas pesan dari Geva karena pria itu terus mengirimkan beberapa pesan.
Geva [ Sayang]
[ Kok cuma di read?]
[ Kamu marah?]
Zada tersenyum, ia merasa lucu saja melihat Geva yang begitu takut jika dia marah.
Zada [ Tidak, sudah dulu ya. Aku mau makan]
[ Jangan lupa makan siang, hindari
dulu minum alkohol saat makan
malam bersama klien]
Di saat akan menyuap makanan ke dalam mulutnya, Zada baru teringat kalau dia sedang tak duduk sendiri.
" Anda sudah pesan makanan?"tanya Zada.
" Sudah,tapi sepertinya akan lama keluarnya."
" Oh ... kalau begitu, saya makan dulu."
" Silahkan."
" Wow, Amazing!" gumamnya yang terlihat sangat bahagia.
" Apakah sangat enak?" Sky kembali mengajak berbicara saat Zada terlihat begitu bahagia saat menikmati makanan itu.
Zada mengangguk, lalu kembali menyuap makanan itu sampai habis.
Ketika melihat makanan Zada sudah habis, barulah Sky kembali mengajak berbicara karena dia merasa tak enak jika terus mengajak mengobrol orang asing ketika sedang makan. Kecuali mereka sudah saling kenal satu sama lain.
" Kamu kerja dimana?"tanya Sky basa basi.
" Oh, di Nuraga Fashion,"jawab Zada jujur.
" Kok bisa ada di daerah sini? "
Zada kembali tersenyum." Kebetulan ada urusan di dekat-dekat sini."
" Eh, tapi kenapa saya merasa wajah anda terasa familiar ya ..." lanjut Zada yang baru menyadari kalau dia seakan pernah melihat pria yang duduk di depannya saat ini tapi dimana?
" Oh, ya? " Sky berpura-pura tak tahu.
Tentu saja familier, wajahku kan sering terpampang di majalah bisnis fashion, serta ada juga di baliho perusahaan Wear Me.
Berhubung Zada sudah selesai makan, ia langsung pamit pergi duluan. Sementara Sky masih saja terus menatap kepergian Zada yang semakin menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
...***...
Dalam waktu yang sama, di tempat lain terlihat seorang pria tampan yang sedang menyantap makan siang di ruangannya. Dikarenakan banyak pekerjaan sehingga membuat Geva makan siangnya take away saja.
Di saat sedang menikmati makan siangnya, tiba-tiba sebuah pesan notifikasi masuk ke dalam ponsel Geva. Ia pun segera membukanya dan....
Khuk ... khuk...
Zada tersedak makanannya saat melihat foto sang istri tengah makan siang bersama seorang laki-laki. Zada segera mengambil air minum dan meneguknya. Kemudian, kembali memperhatikan foto itu dengan seksama. Bahkan, ia sampai memperbesar foto itu guna melihat wajah pria itu.
" Kurang ajar!"pekik Geva yang merasa sangat kesal saat tahu sang istri sedang makan siang bersama saingan bisnisnya. Apalagi saat melihat Zada yang tersenyum pada pria itu.
Tanpa berlama-lama, Geva langsung menghubungi Zada. Di dering kedua baru gadis itu mengangkat panggilan Geva.
" Halo, kamu ada di mana?"tanya Geva dingin.
" Di jalan, ada apa?"
" Barusan kamu makan sama siapa?" Geva sengaja tak langsung menyebutkan siapa yang tengah makan bersama dengan istrinya karena dia ingin melihat apakah Zada jujur atau tidak.
" Oh ... hanya orang asing yang kebetulan tidak mendapatkan kursi."
orang asing?
" Kamu serius hanya orang asing?" Geva bertanya tapi dengan nada ketus seakan tak percaya.
" Ya, memangnya ada apa sih? Kamu cemburu?"
" Nggak!"elak Geva yang tak mau mengakui kalau dia memang tengah cemburu. Setelahnya, Geva langsung mematikan panggilan itu secara sepihak karena kesal Zada tak jujur padanya.
Brak
Geva memukul meja yang ada di depannya dengan wajah sangat kesal, namun seper detik kemudian ia mengeluh kesakitan karena terlalu keras memukul meja.
" Zada kenapa bisa makan siang bersama Sky? Ada hubungan apa mereka?" gumam Geva.
" Katanya orang asing, tapi senyum-senyum dan saling mengobro!" Bibir Geva sudah manyun dengan raut wajah memendam kekesalan. dia benar-benar kesal saat melihat Istrinya tersenyum pada laki-laki lain selain dirinya. Apalagi, Zada terlihat sangat cantik saat tersenyum.
" Aden...!!!" Teriak Geva pada asistennya lewat telepon.
" Ada apa,bos?"
" Reschedule jadwal saya hari ini karena___
" Mohon maaf bos, tapi tidak bisa."
" Kenapa?"
" Karena, jika anda kembali reschedule jadwal bisa-bisa kita kehilangan klien penti," kata Aden memberitahu.
Geva pun hanya bisa menghela nafas berat, lalu menutup telepon dengan keras.
" Akhh!!!" pekik Geva seraya mengacak-acak kepalanya. Hanya melihat sang istri makan siang dengan tersenyum pada saingan bisnisnya saja sudah mampu merusak mood seorang Gevariel.
...****************...
__ADS_1
Haha ... Sok-sok bilang nggak cemburu tapi nyatanya 🤭😂