
Sepeninggal Anna, Geva langsung berjalan menghampiri Zada.
" Sayang, bukti apa yang kamu berikan pada Anna sampai membuatnya bungkam?"tanya Geva yang memang tak tahu apa-apa. Pasalnya, dalam hal ini Zada menyelidikinya bersama Amel dan Reya.
" Bukan apa-apa,"dusta Zada yang masih saja bersikap dingin pada Geva.
" Sayang ..."
" Aku pergi dulu,"kata Zada seraya pergi meninggalkan Geva dengan wajah datar dan dingin. Sejak kejadian itu, sikap Zada pada Geva memang sedikit berubah, tak seperti sebelumnya.
Apakah Zada masih marah? Atau cintanya sudah memudar? Dia benar-benar terlihat menjadi orang yang berbeda ketika marah.
...***...
" Ibu Reya, bisakah makan siang bersamaku?"pinta Zada yang sudah berdiri di depan meja kerja Reya.
" Sayangnya, Reya ada janji makan siang bersamaku," sahut seorang pria yang cukup Zada hafal suaranya. Dia adalah Aden, asisten Geva sekaligus ayah dari anak yang Reya kandung. Namun, sampai saat ini belum mendapatkan pengakuan dari Reya.
" Siapa yang ada janji?"ujar Reya yang tak paham akan kode dari Aden.
Zada tertawa kecil, setelahnya segera menggandeng lengan Reya dan mengajaknya pergi.
" Daripada makan sendiri,lebih baik temani bosku saja sana!"kata Zada ketika berdiri di samping Aden. Setelahnya,kedua wanita itu berjalan bersama menuju cafe yang tak jauh dari kantor.
__ADS_1
" Tumben Lo ngajak gue makan siang bareng, emangnya urusan sama Geva belum kelar?" tanya Reya ketika mereka sudah berada di sebuah restoran.
" Pengen aja,emangnya gak boleh?"jawab Zada tanpa mengatakan tentang urusan dirinya dan Geva.
Reya menghembuskan nafas berat." Boleh aja sih,cuma ya langka aja seorang istri pemilik Nuraga grup mengajak karyawannya makan siang seperti ini,"sindir Reya yang seketika membuat wajah Zada muram.
Melihat ekspresi Zada yang seperti itu,tentu membuat Reya ingin tertawa. Reya berkata seperti ini juga karena semenjak menikah mereka memang jarang sekali meluangkan waktu berdua seperti ini. Pasalnya,Geva seakan mengambil sepenuhnya waktu Zada sehingga membuatnya jarang bisa menghabiskan waktu bersama sahabat.
" Sorry, Re ... ya,salahin aja tuh Geva yang selalu saja menyita waktuku,"gerutu Zada yang justru menyalahkan Geva. Sementara di tempat lain,terlihat seorang pria yang bersin-bersin akibat di gunjing oleh istrinya sendiri.
" Anda flu,bos?"tanya Aden khawatir saat melihat Geva yang terus bersin-bersin.
Geva menggeleng, karena dia merasa tak sedang flu tapi kenapa bisa tiba-tiba bersin seperti ini?
"Maksudnya,bos?" tanya Aden bingung.
" Sudahlah, anak kecil tidak akan tahu!"ejek Geva yang membuat Aden mencebik.
" Saya bukan lagi anak kecil bos!"elak Aden yang tak terima jika Geva mengejeknya anak kecil. " Tapi seorang pria dewasa yang sebentar lagi akan menjadi seorang ayah,"lanjut Aden yang seketika membuat Geva minder.
Pasalnya, pria yang selalu ia anggap sebagai anak kecil,polos dan lugu ini justru sangat pintar dalam membuat anak. Hanya sekali main sudah dapat membuat seorang wanita mengandung benihnya, sementara Geva, sudah sering menanam benih tapi tak kunjung tumbuh.
Apa kecebongnya tak sehebat kecebong Aden?
__ADS_1
Ah ... jika mengingat hal ini, membuat Geva ingin kembali menyirami ladangnya yang sudah lama tak ia tengok. Bagaimana mau di tengok,jika sang pemilik masih marah padanya.
" Bos!"panggil Aden yang membuat lamunan Geva seketika buyar.
" Apa!"jawab Geva dingin.
" Bisakah beri tips buat saya untuk meluluhkan hati wanita?"pinta Aden yang sudah frustasi karena tak kunjung bisa meluluhkan hati Reya. Padahal,dia sudah menerapkan berbagai cara yang ada di dalam buku,tapi tak kunjung berhasil.
" Kamu nanya?" kata Geva dengan menggunakan nada yang sempat viral di aplikasi tok-tok.
" Bukan bos,lagi menjawab!"balas Aden dengan wajah kesal.
Hahaha
Geva justru tertawa terbahak-bahak saat melihat ekspresi dan jawaban dari Aden.
" Aden ... Aden ..., karena kamu ingin tahu. Sini,saya kasih tau!" Geva memberikan sebuah kode agar Aden mendekat. Dan,pria tampan dengan tubuh kurus itupun mendekati bosnya.
" Ajari saya dulu bagaimana caranya agar si kecebong biar cepat jadi bayi!"bisik Geva yang membuat Aden melongo. Pasalnya, beberapa waktu lalu Geva pernah mengejeknya tak hebat, makanya di campakkan setelah berhubungan. Tapi kenapa sekarang malah minta di ajarin?
...***...
Haha... Ada-ada aja nih Geva minta ajar kok sama yang amatir tapi tokcer š¤
__ADS_1