
Mengetahui kalau Zada jatuh dari ranjang dengan keadaan demam,membuat Geva panik dan segera membawanya ke rumah sakit.
Dari raut wajahnya,tercetak jelas sebuah kekhawatiran yang begitu mendalam. Walau Sang istri hanya demam,tapi hal itu sudah membuat Geva cemas dan takut. Takut kalau terjadi sesuatu pada istrinya.
" Bagaimana dengan keadaan istri saya,Dok? Dia baik-baik saja 'kan?" tanya Geva pada seorang dokter yang menangani istrinya.
" Anda tenang saja, Seperti nya Nyonya Zada hanya kelelahan dan perlu istirahat yang cukup saja,"ucap Sang Dokter yang membuat Geva merasa sedikit lega. Setidaknya,tak ada hal serius yang terjadi pada istrinya.
" Terimakasih,dok."
Setelahnya,Sang Dokter pun pergi. Sementara Geva mengurus prosedur rawat inap,pasalnya Zada di haruskan menginap sampai suhu tubuhnya turun.
Semalaman, Geva menjaga sang istri yang sedang sakit dan terus mengecek suhu tubuh Zada, Apakah sudah turun apa belum.
" Lǎogōng ...,"lirih Zada yang tiba-tiba terbangun di tengah malam. Geva yang tertidur di kursi samping brankar, seketika terbangun.
" Sayang ..., ada apa? Apa perlu sesuatu?"tanya Geva lembut.
" Haus ...," satu kata yang mewakili kondisi tenggorokan Zada yang begitu kering.
Geva pun dengan sigap mengambilkan air mineral dan membantu Zada meminumnya. Tenggorokannya yang awalnya kering kerontang, kini telah basah kembali.
" Ini ada dimana?"tanya Zada tatkala menyadari kalau mereka sedang tak ada di rumah. Semalam, Zada memang setengah sadar saat Geva.membaaanya ke sini.Jadi,kemungkinan ia akan tidak ingat dengan apa yang telah terjadi.
"Semalam, badanmu demam dan menggigil, makanya aku bawa ke rumah sakit."
" Jadi, Lǎogōng semalaman tidur di kursi dan jagain aku?"tanya Zada dan diangguki oleh Geva. Zada menghembuskan nafas panjang,dia benar-benar merasa bersalah san kasihan pada suaminya. Baru saja sampai Indonesia,sudah harus langsung kerja. Dan,pulang kerja harus mengurus dirinya yang sakit.
" Lǎogōng, sini deh." Zada menepuk tempat di sampingnya.
__ADS_1
" Ada apa sayang?"
" Tidurlah, lagian masih ada waktu sebelum pagi datang," ujar Zada.
" Tidak perlu, ini 'kan ranjang pasien, nanti kalau ketahuan suster bisa di marahin,"tolak Geva.
" Gapapa, nanti tinggal bilang kalau aku pengen tidur sambil di peluk suami."
Geva pun hanya tersenyum saat melihat kepolosan dan perhatian istrinya. Ia tahu kalau Zada melakukan ini karena kasihan melihatnya yang tidur di kursi. Itulah kenapa dia menawari untuk tidur di ranjangnya.
Melihat Zada yang merengek,membuat Geva pun menurutnya. Apalagi,tubuhnya memang butuh ranjang untuk meluruskan otot-otot tubuhnya yang tegang akibat tidur sambil duduk.
Setelahnya, sepasang suami istri itu pun tidur bersama di atas ranjang pasien.
***
Pagi pun telah kembali menyapa, saking nyenyaknya hingga membuat sepasang suami istri itu belum bangun ketika seorang suster datang untuk mengecek kondisi Geva.
Untungnya,Geva taj terlalu sulit di bangunkan.
" Eh,suster,"kata Geva tatkala menyadari kalau yang membangunkannya ada seorang perawat rumah sakit. Zada yang mendengar panggilan itu pun ikut terbangun.
" Mohon maaf Pak, lain kali kalau bisa jangan tidur di ranjang pasien ya ... kasihan pasien tidak bisa istirahat dengan nyaman,"tegur sang suster yang hanya dia jawab anggukan kepala oleh Geva.
" Saya nyaman kok sus," bela Zada yang tak mau melihat suaminya di salahkan oleh sang suster.
" Tapi suami anda tidak,coba tanyakan padanya. apakah tangannya kram?"
Zada menatap Geva yang terlihat diam saja.
__ADS_1
" Dia pasti tidak akan bilang, tapi namanya tangan yang dipakai bantal sampai beberapa jam,tentu akan mengalami kram karena aliran darah tak berjalan dengan lancar,"terang sang suster panjang lebar.
Setelahnya, suster itu segera mengecek kondisi Zada yang sudah membaik. Demamnya juga sudah turun, nanti jika setelah pemeriksaan sudah tidak ada lagi masalah. Dia sudah di perbolehkan pulang.
...***...
Melihat story aku media sosial Geva yang sedang berada di rumah sakit,membuat Emerald langsung bertanya siapa itu. Namun, Geva tak membalas sama sekali.
Emerald bolak balik melihat akun media sosial Zada tapi hening tak ada apapun.
" Apa jangan-jangan Zada lagi yang sakit!"tebak Emerald yang segera bergegas pergi menuju rumah sakit di dekat tempat tinggal Geva.
Dan benar saja, ketika Emerald tiba di rumah sakit. Ia melihat Geva yang tengah menggandeng Zada yang terlihat pucat.
" Rald ...,"lirih Geva dengan wajah tak suka saat melihat keponakannya itu. Selama ini,Geva dan Emerald memang tak begitu dekat layaknya seorang paman dan keponakan. Apalagi saat mengetahui bahwa Emerald masih mencintai istrinya,membuat pria tiga puluh dua tahun itu semakin tak menyukainya.
" Ada apa Lǎogōng?"tanya Zada yang tak tahu kalau ada Emerald.
" Paman,Zada,"panggil Emerald seraya menghampiri Geva dan Zada.
Tanpa ada rasa sungkan,Emerald mendekati Zada dan memegang kedua pundaknya. Sementara Geva langsung menepis tangan itu dengan memasang wajah sangar.
" Bersikap lebih sopan, dia bibimu bukan teman atau___" Geva sengaja menggantung ucapannya karena dia malas mengakui kalau Emerald adalah mantan kekasih Zada.
" Maaf Paman, aku hanya khawatir dengan kondisi bibi yang terlihat sedang tak sehat,"kata Emerald yang terdengar lembut.
" Terimakasih,tapi aku sudah baik-baik saja,"sahut Zada yang semakin mengeratkan pegangannya pada lengan Geva.
" Syukurlah kalau begitu, aku jadi lebih tenang."
__ADS_1
Apa maksud dari perkataan Rald barusan? Jangan bilang dia sedang cari muka!
...****************...