Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 98 : Suami perhatian


__ADS_3

Sebelum berangkat kerja, Geva sudah terlebih dulu membuatkan sarapan serta susu khusus Ibu hamil untuk sang istri.


" Sayang, aku berangkat kerja dulu,ya,"pamit Geva sambil mencium kening istrinya yang masih malas untuk bangun. Semenjak hamil, Zada memang sangat sulit untuk bangun pagi seperti dulu.


" Memangnya Ini sudah jam berapa?"tanya Zada seraya mencoba untuk bangun dari tidur. Walau matanya masih terasa sangat lengket, Zada berusaha untuk membukanya.


" Jam tujuh pagi."


" Masih jam tujuh kok sudah berangkat? Kalau gitu, Aku masakin sarapan dulu sebentar." Karena terbiasa menyiapkan semuanya, membuat Zada tak enak jika sang suami belum sarapan sebelum berangkat kerja.


" Sudah, kamu istirahat saja. Aku udah sarapan, dan aku juga sudah siapkan sarapan untuk kamu." Geva menunjuk sebuah nampan berisi satu piring sandwich,susu dan juga vitamin dari Dokter yang barus Zada konsumsi selama hamil.


" Melihat semua sudah siap sedia, serta Geva yang sudah sangat rapi,membuat Zada merasa terharu bercampur bersalah. Terharu karena suaminya begitu pengertian, merasa bersalah karena tak lagi bisa melakukan tugasnya dengan baik sebagai istri.


" Maaf dan Terimakasih,"ucap Zada seraya memeluk tubuh Geva.


" Ucapan terimakasih aku terima tapi tidak dengan kata maaf. Aku tidak suka kamu meminta maaf di saat tak melakukan sebuah kesalahan. Jadi, jangan seperti itu lagi,oke?"pinta Geva seraya mengusap lembut pipi Zada.


Zada pun mengangguk patuh. Setelahnya, Geva segera berpamitan pergi karena dia ada meeting pagi ini.


Sepeninggal Geva, Zada langsung memakan sandwich buatan suaminya.


" Lihat sayang, Daddy sangat baik dan perhatian bukan? Masakannya juga enak,jadi makan yang banyak ya ...." Zada berbicara sendiri sambil mengelus-elus perutnya yang mulai membuncit.


" Selamat pagi bos,"sapa Fattan yang sudah standby di depan mobil.


" Pagi."


Fattan pun langsung membukakan pintu untuk Geva masuk ke dalam mobil, setelahnya ia pun segera berlari kecil mengitari mobil dan masuk di tempat kemudi.


" Fattan kita pergi ke perumahan xx terlebih dahulu,"titah Geva seraya memainkan aipadnya.


" Baik bos."

__ADS_1


Setelahnya,mobil yang di kendarai Geva dan Fattan berjalan pergi meninggalkan kawasan apartemen elite itu.


...***...


Di sebuah rumah yang mewah,terlihat tiga orang dengan wajah masam bersiap untuk sarapan bersama. Sebenarnya, Aristya sangat malas sekali melihat wajah wanita pelakor itu. Tapi mau bagaimana lagi, Gani meminta padanya untuk membolehkan wanita itu tinggal di sini sementara bersama mereka.


Walau mengaku selingkuh dan memiliki anak dari wanita lain, Gani memang tak berencana untuk berpisah dengan Aristya. Alih-alih meminta bercerai, Gani justru terus mengatakan kalau masih sangat mencintai Aristya. Sementara wanita itu, adalah sebuah kesalahan yang membuatnya bisa memiliki kesempatan untuk menjadi seorang anak. Jadi, dia meminta Aristya untuk bisa menerima mereka sebagai bagian dari keluarga ini.


Apakah Aristya setuju?


Sebenarnya tidak,tapi dia tak mau terlihat seperti wanita jahat yang bertengkar di depan Gani. Jadi, dia memilih mencoba bermain cantik dengan berpura-pura menerima tapi sedang membuat rencana untuk menyingkirkan wanita benalu itu.


Khuk ... Khuk ...


Melihat Birsha tersedak, membuat Gani dengan sigap memberinya minuman dan mengusap lembut punggung wanita itu. Menatap suaminya begitu perhatian dengan wanita itu,tentu membuat Aristya kesal. Tangannya terlihat mengepal guna menahan emosinya agar tak meluap melihat kejadian seperti ini.


" Pelan-pelan kalau makan Sha ... jangan sampai tersedak seperti itu,"nasehat Gani dengan nada yang begitu lembut.


Sha ... lembut sekali mas Gani memanggil wanita itu! Katanya cintanya sama aku tapi kenapa perhatian dan bersikap lembut juga pada wanita itu!


" Terlalu pedas?"ulang Gani dan diangguki oleh Birsha.


" Bik ...!!!"panggil Gani pada asisten rumah tangganya.


" Iya Tuan ada apa?" wanita paruh baya itu tetlihat tergopoh-gopoh saat mendengar majikannya memanggil.


"Pagi ini siapa yang masak?"tanya Gani dengan wajah garang. Pasalnya, ada beberapa asisten rumah tangga di rumah ini yang tugasnya membuatkan makanan. Itulah mengapa Gani menanyakan siapa yang memasak karena dia tak mau salah memarahi orang.


" Aku yang masak, emangnya kenapa?"jawab Aristya dengan santainya.


" Kamu yang masak?"tanya Gani memastikan.


" Em. " Aristya mengangguk. "Masak kamu gak hafal sih Mas sama rasa nasi goreng buatanku."

__ADS_1


Gani menghela nafas panjang. " Kalau gitu, lain kali kamu kalau masak jangan terlalu pedas. Kasihan Birsha kepedasan sampai tersedak begitu,"pesan Gani.


" Kepedasan?"ulang Aristya. " Perasaan level pedasnya seperti biasa dan tidak terlalu pedas. Cemen sekali kamu,segitu saja sudah kepedasan! Lagian, aku masakinnya buat kamu Mas. Jadi,buatnya sesuai selera kamu, "terang Aristya.


" Ya, tapi sekarang 'kan di rumah ada Birsha juga. Jadi, kamu harus perhatikan juga. Soalnya dia lagi hamil,tidak bisa memakan makan yang terlalu pedas."


" Mas,sudah gapapa. Lagian, Mbak Tya juga gak tahu kalau Ibu hamil itu tidak bisa makan makanan pedas. Jadi___"


" Apa maksud kamu berkata seperti itu,huh? Mau pamer kalau kamu itu sedang hamil. Kalau gitu, masak ajak sendiri!"ketus Aristya.


" Tya!"bentak Gani yang di dengar oleh Geva. Mendengar Gani membentak kakaknya, dengan suasana di meja makan yang begitu tak enak di pandang,membuat emosi Geva semakin memuncak.


" Jangan membentak Kakakku!"tukas Geva seraya berjalan menghampiri ketiga orang itu.


" Geva ...,"lirih Aristya yang terlihat sangat terkejut saat melihat sang adik tiba-tiba datang berkunjung ke rumahnya tanpa memberitahu terlebih dahulu.


" Kenapa kamu bisa ada di sini?"tanya Gani yang sama halnya terkejut saat melihat adik iparnya tiba-tiba datang.


" Memangnya kenapa? Apakah tidak boleh?" Geva justru bertanya balik dengan memberikan tatapan yang begitu tajam dan menusuk. Ingin rasanya dia memberikan bogeman mentah pada pria yang telah menyakiti kakaknya. Tapi Geva mencoba menahannya karena dia tak ingin membuat keributan di pagi hari.


" Gev, kita bicara di luar saja,ya,"pinta Aristya seraya memegangi lengan sang adik. Geva melirik ke arah Aristya,dan menatapnya dengan intens. Walau di luar terlihat baik-baik saja, Geva masih bisa melihat jika sang Kakak hanya sedang menutupi rasa sakitnya.


Melihat kejadian pagi ini, membuat Geva benar-benar tak mengira kalau sang kakak begitu mudahnya menerima suaminya membawa pulang wanita lain ke rumah. Bahkan, bersedia makan bersama dalam satu meja.


" Geva tidak mau!"tolak Geva.


" Gev ...,"


" Biarkan Geva berbicara dengan pria brengsek itu dulu,Kak!"tukas Geva dengan tatapan tajam yang di tujukan pada Gani. Melihat Geva tak lagi memanggilnya dengan sebutan Kakak, membuat Gani merasa kesal.


" Gev, tolong jangan membuat keributan,"pinta Aristya dengan wajah memohon. Sementara wanita selingkuhan itu justru terpana dengan aura ketampanan seorang Gevariel.


Daebak! dia tampan sekali ... apa dia adik dari wanita mandul itu?

__ADS_1


...****************...


__ADS_2