Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 27 : hanya Istri pengganti!


__ADS_3

Di saat akan memakai dasi, tiba-tiba Geva mempunyai sebuah ide licik agar hubungan keduanya menjadi lebih dekat lagi.


" Sayang ...,"panggil Geva yang kembali memanggil Zada dengan panggilan sayang. Sementara Zada yang baru keluar dari kamar mandi hanya diam saja tanpa menyahut.


Jika di lihat dari wajah cemberutnya, Geva dapat menebak jika sang istri masih marah. Namun, Geva akan berusaha acuh karena pada sejatinya tak ada yang salah jika mereka adalah pasangan suami istri sesungguhnya.


Toh bukankah hanya memeluk saat tidur dan ciuman tak sengaja di pagi hari. Kedua hal itu sungguh sangat wajar terjadi bagi pasangan suami istri. Bahkan kalau bisa harus seperti itu agar rumah tangga terlihat harmonis.


Geva mecekal lengan Zada agar gadis itu tak pergi.


" Ada apa?" tanya Zada ketus.


" Bisa minta tolong pakein dasi?"pinta Geva sambil memperlihatkan dasinya yang belum terpasang.


" Anda 'kan bukan anak kecil, masak iya gak bisa pakai sendiri? soalnya aku belum siap-siap!"tolak Zada seraya pergi begitu saja meninggalkan Geva yang termenung.


Geva menghela nafas panjang.


Beginilah derita kalau istri lagi ngambek!


Namun, Geva tak putus asa. Dia justru mengikuti Zada yang kini sedang memakai skincare di depan meja rias. Dalam pikiran Geva, kalau wanita sedang marah atau ngambek itu butuh di perhatikan. Jadi, dia mencoba membantu mengeringkan rambut Zada yang masih basah.


" Anda ngapain?"tanya Zada bingung ketika Geva tiba-tiba mengambil hair dryer dan membuka handuk yang terpasang di kepalanya.


" Bantuin kamu ngeringin rambut," jawab Geva santai. Sementara Zada terlihat acuh dan kembali melanjutkan mengoleskan berbagai krim ke wajahnya. Lagipula, anggap sedang punya hair do gratis.


Setelah semua selesai, dan Zada akan bangkit dari duduknya. Tiba-tiba Geva menghimpitnya hingga membuat tubuh Zada menempel pada meja rias


" Maaf jika aku salah, tapi bisakah pernikahan kita kedepannya bisa seperti pasangan lainnya?"


Begini kan yang diinginkan wanita, walau salah tak salah laki-laki harus meminta maaf lebih dulu.


kedua alis Zada saling bertaut tak mengerti.

__ADS_1


" Maksudnya ?"


Bukannya menjawab pertanyaan Zada, Geva justru meraih tangan Zada dan menggenggamnya.


" Aku tahu, pernikahan kita bermula dengan sebuah kejadian yang tak biasa tapi aku harap bisa berakhir bahagia seperti pasangan lainnya. Aku ingin mengenalmu lebih dalam, begitu pun kamu. Aku tak ingin kamu terus-menerus menjadi pasif karena kadangkala aku juga butuh Zada yang bersifat agresif."


" Aku tahu kalau kita sama-sama masih memiliki dinding pembatas, maka dari itu aku ingin kita sama-sama melebur dinding itu. Coba percayalah bahwa aku sedang tidak bermain-main dalam pernikahan ini."


Kata demi kata yang di ucapkan oleh Geva mampu menyihir Zada. Namun, lagi-lagi Zada tak ingin luluh dengan mudahnya. Apalagi dengan pria yang begitu mudahnya mengatakan kata-kata romantis pada seseorang yang belum lama ia kenal.


Bagaimana nanti jika setelah Geva berhasil membawanya ke atas langit, kemudian mendorongnya kembali ke dasar jurang seperti Emerald?


Apalagi, sampai saat ini dia tak pernah membahas atau sedikit menjelaskan soal dirinya yang pernah menikah sebelumnya. Bahkan, Zada juga tak pernah tahu apa alasan Geva ingin mempertahankannya dan juga pernikahan yang sebelumnya Zada kira hanya pura-pura.


Zada, kamu belum tahu apa alasan yang membuatnya berpisah dengan istrinya dulu. Jadi, jangan mudah terjebak pada bualan kata-kata manis laki-laki yang ada di depanmu ini.


Zada masih terus memperingati hatinya yang lemah itu.


Berhubung jarak Rumah Mama Jianying dan kantornya cukup jauh,membuat Zada datang sedikit terlambat. Sesampainya di depan lobi kantor, Zada langsung turun begitu saja tanpa berkata sepatah katapun pada Geva.


" Apakah anda dan nyonya sedang bertengkar,bos?"tanya Aden penasaran.


" Entahlah, aku sendiri juga bingung dengan sikapnya yang begitu dingin dan keras. Dia itu, benar-benar sulit di tebak," papar Geva dengan sorot mata yang masih terus menatap punggung Zada yang mulai menghilang dari penglihatan.


Setelah melihat Zada benar-benar, menghilang dari pandangannya. Barulah Geva pergi meninggalkan lobi anak perusahaan itu .


Sesampainya di ruangan kerjanya, Zada langsung di sambut oleh tatapan tak enak dari Veena.


" Enak sekali kamu,ya. Mentang-mentang jadi istri simpanan CEO, seenaknya saja datang terlambat," cemooh Veena.


Zada hanya diam saja tanpa menanggapi perkataan Veena karena ia masih dalam mode malas berdebat.


Untungnya, ruangan mereka itu jauh dari karyawan lainnya. Jadi, kemungkinan tak akan ada orang lain yang mendengar perkataan Veena.

__ADS_1


Brak


Veena menggebrak meja kerja Zada karena tak suka akan sikap acuh dari gadis itu.


Zada terkaget, dan menghela nafas panjang lalu menatap tajam ke arah Veena.


" Asisten Veena, tolong jaga sikapmu! Apa kamu lupa jika sekarang yang menjabat sebagai atasan di sini adalah saya? dan seharusnya kamu juga berterimakasih karena saya masih mau menerima kamu sebagai asisten karena kalau tidak___ mungkin kamu sudah di pecat dari kemarin akibat mencuri desain ORANG LAIN tanpa persetujuan!"tandas Zada dengan tatapan merendahkan.


Awalnya, Geva memang sempat menyarankan untuk memecat seseorang yang suka berbuat curang dan tak jujur seperti Veena. Namun, Zada masih mempertahankannya supaya bisa membalaskan perlakuan Veena yang sebelumnya sudah bersikap semena-mena padanya.


Begitulah Zada yang akan berubah menjadi pemeran antagonis jika ada yang menyakitinya.


" Kamu!!!" Veena terlihat menggeram dengan tangan yang sudah mengepal ke atas.


" Apa?mau mukul saya?" tantang Zada dengan memberikan pipinya.


" Silahkan saja! tapi kamu harus ingat siapa status saya saat ini!" lanjut Zada yang mulai mempergunakan statusnya untuk mengendalikan Veena.


Veena menurunkan tangannya, andai Zada bukan istri dari paman Emerald sang pemilik tahta tertinggi di keluarga Nuraga mungkin Veena sudah menampar wajah menantang itu sejak tadi.


" Jangan terlalu sombong dengan statusmu karena sesungguhnya kamu itu hanya sebagai istri pengganti. Karena sampai saat ini, hati Paman Emerald masih untuk mantan istrinya!" kata Veena yang mulai mencoba meracuni pikiran Zada.


Melihat Zada yang hanya diam saja, dapat di pastikan bahwa dia belum tahu soal cerita asli tentang mantan istri dari suaminya


Dalam hati, Veena merasa menang karena sekarang dia tahu apa yang harus di lakukannya. Untung saja kemarin dia bisa mengulik berita ini dari sang Mama. Jadi, untuk saat ini dia masih bisa mempergunakan informasi itu.


Setelahnya, Veena beranjak pergi kembali ke meja kerjanya. Meninggalkan Zada yang masih diam mematung.


Sepertinya, kata-kata istri pengganti cukup manjur pada Zada.


Apa benar jika aku hanyalah istri pengganti? dan Kenapa tiba-tiba hati ini rasanya sakit mendengar perkataan itu?


...****************...

__ADS_1


__ADS_2