
Kini, semua orang sudah berada di meja makan untuk menikmati makan siang bersama. Berhubung Geva tak membiarkannya pergi, dengan berat hati Zada masih berada di tengah-tengah keluarga kaya raya tapi tak terlihat harmonis sekali.
Sejak Mama Jianying yang membahas soal suaminya, Eshika langsung berubah menjadi pendiam. Sepertinya, masalah suaminya cukup fatal hingga membuatnya terlihat ketakutan dan gugup saat ada yang bertanya ada apa.
" Sayang, udang asam manis buatan Bi Wara sangat enak, kamu cobain ya." Geva tiba-tiba menyendokkan udang asam manis ke dalam piring Zada.
" Paman, Zada alergi makan udang," kata Emerald memberitahu.
Niat hati ingin bersikap baik dan ingin berbagi makanan kesukaannya, tapi ternyata justru memperlihatkan bahwa dia tak tahu soal makanan yang bisa membuat istrinya alergi.
Sementara keluarga yang lain terlihat tercengang ketika melihat Emerald lebih tahu soal Zada daripada Geva.
Zada yang tak ingin melihat Geva malu di depan keluarganya mencoba berpura-pura terlihat bisa memakan udang. Namun, siapa sangka jika Geva tiba-tiba memegang tangan Zada dan mengalihkan memasukkan udang itu ke dalam mulutnya. Seakan-akan terlihat jika Zada sedang menyuapinya.
" Rald, kenapa kamu seakan lebih mengenal Zada daripada Geva?" sindir Eshika yang mulai beraksi lagi.
" Itu karena Zada pernah mengatakan kalau dia elergi udang ketika kantor mengadakan acara makan bersama. " Bukan Emerald yang menjawab, tapi Veena.
Setelahnya, Veena memberikan tatapan tajam ke arah Emerald yang masih saja terlihat peduli pada mantan kekasihnya.
" Geva, apa Zada benar-benar istrimu?" tanya Fennita yang masih terlihat meragukan hubungan keduanya.
" Fennita ...," tegur Mama Jianying dengan tatapan tajam karena tak mau mendengar ada perselisihan di meja makan.
" Fennita 'kan hanya bertanya saja, Ma. Soalnya masak iya, seorang suami tidak tahu makanan apa yang bisa membuat istrinya alergi, itu' kan sesuatu yang cukup fatal," terang Fennita yang masih saja mengeluarkan pemikirannya.
" Sebenarnya Geva bukan tidak tahu, dia hanya sedang menggoda agar aku menyuapinya. Karena sebenarnya Geva adalah suami yang sangat pengertian dan romantis, " balas Zada.
" Oh, ya? " tanya Fennita tak percaya.
" Tentu saja, bahkan dia adalah suami yang suka membuatkan sarapan pagi untuk istrinya," lanjut Zada dengan tatapan penuh damba.
" Kalian tinggal bersama? "celetuk Emerald yang dengan bodohnya bertanya hal seperti itu.
" Emerald! "pekik Mama Bitha dan Veena bersamaan.
__ADS_1
Zada tersenyum ." Pertanyaan kamu aneh sekali keponakan. Namanya pasangan suami istri tentu saja tinggal bersama, "terang Zada.
Sungguh, hati Emerald terasa sangat sakit saat melihat Zada dan pamannya bersikap sangat romantis. Dadanya pun tiba-tiba terasa sesak ketika membayangkan bagaimana kehidupan rumah tangga mereka berdua.
Apa Zada benar-benar sudah move on dariku? Tapi kenapa begitu cepat? Bukankah dulu dia sangat mencintaiku? Tapi sekarang, perhatian serta tatapan penuh cinta itu sudah tak lagi untuknku tapi untuk pria yang kini menjadi suaminya. Kenapa hati ini sangat sakit seperti ini?
...***...
Selesai makan siang bersama, semua orang kembali ke ruangan keluarga sambil menikmati pencuci mulut.
" Oh, ya Gev, Zada. Berhubung kalian kemarin menikahnya menumpang di pernikahan Rald dan Veena, gimana kalau Mama buatkan resepsi pernikahan sendiri?" usul Mama Jianying.
" Boleh."
" Tidak!" tolak Zada yang tak mau menjalani resepsi pernikahan.
" Kenapa?"tanya Mama Jianying dan Geva bersamaan ketika mendengar penolakan dari Zada.
" Ma, lagipula buat apa mengadakan resepsi pernikahan? Buang-buang uang, waktu dan tenaga, "tolak Mama Bitha yang tak suka Mamanya membuatkan acara resepsi pernikahan untuk Zada.
" Aku setuju!"tambah Eshika.
" Sepertinya yang kakak ipar katakan benar, Ma. Lagipula, Zada tidak suka resepsi pernikahan seperti itu."
Setelah mengatakan pendapatnya, Zada tertunduk. Mulut boleh berkata tidak, tapi entah kenapa masih ada rasa sakit di hati kecilnya. Sebenarnya, Zada bukannya tak suka sebuah resepsi pernikahan karena pada dasarnya dia juga punya pernikahan impian layaknya para gadis-gadis lainnya. Namun, Zada sadar dirinya siapa.
Sementara Emerald terlihat terus menatap ke arah Zada. Ia tahu jika sang mantan kekasih juga punya impian ingin menikah seperti apa.
" Liatin aja terus! Kamu lupa ya, siapa istrimu!" sindir Veena.
" Apaan sih!" kesal Emerald yang tiba-tiba pamit undur diri. Dia sepertinya butuh menghirup udara segar.
Sementara Veena, masih saja mengikuti Emerald karena ada hal yang ingin dia katakan pada suaminya.
" Rald, "panggil Veena ketika mereka sudah berada di taman belakang.
__ADS_1
" Apalagi sih, Veen? "ketus Emerald yang terlihat sangat tak suka di ikuti oleh istrinya sendiri. Seharusnya, hubungan mereka saat ini ada pada masa sweet-sweetnya tapi nyatanya kehidupan pernikahan Veena dan Emerald jauh dari kata kehidupan indah pengantin baru.
Beberapa hari ini, mereka berdua sering berselisih dan bertengkar. Dan, pertengkaran itu terjadi kebanyakan perkara soal Zada.
" Apa kamu masih mencintainya?" tanya Veena dengan perasaan kalut. Bagaimana tak kalut jika melihat sang suami terus saja memperhatikan sang mantan kekasih.
" Maksud kamu?" Emerald justru kembali bertanya.
" Jika kamu masih mencintainya, kenapa tidak menikah dengannya? "papar Veena dengan nada sedikit keras.
" Jika kamu tak hamil, mungkin aku sudah menikah dengan Zada! " jawab Emerald tak kalah emosinya.
Ya, Emerald menikahi Veena karena dia mengatakan bahwa dia tengah hamil anaknya.
" Jadi, sekarang kamu menyalahkan aku, begitu? Apa kamu lupa jika kamu juga yang buat aku hamil? "
Emerald menarik sudut bibirnya." Aku melakukannya juga kamu yang mau 'kan? Oh, bukan hanya mau tapi kamu memberikannya secara cuma-cuma," beber Emerald dengan tatapan menghina.
Veena memicingkan matanya, hatinya benar-benar sakit saat mendengar perkataan Emerald yang terdengar seperti sedang menghinanya.
" Tapi kamu juga mau. "
" Veena ... Veena, aku ini laki-laki normal. "
" Ya, kamu memang laki-laki normal yang haus akan belaian wanita karena kekasihmu tak pernah setuju untuk melakukan hal itu. Makanya kamu langsung terpikat karena aku bisa memenuhi kebutuhanmu! " cibir Veena.
" Tapi, tak seharusnya kamu bersikap seperti ini padaku, Rald. Karena bagaimana pun, aku ini istri dan calon ibu dari anakmu. Jadi, stop memikirkan Zada karena dia juga sudah menikah dengan orang lain, " lanjut Veena. Setelahnya, gadis itu pergi meninggalkan Emerald sendiri.
" Aaa ..., " teriak Emerald seraya mengusap wajahnya kasar. Dia benar-benar tak pernah mengira jika ternyata hatinya masih untuk Zada. Sementara Veena, hanya kesenangan semata.Kesenangan yang mudah hilang ketika rasa bosan telah menghampiri atau suatu harapan tak sesuai dengan realita.
Setelah merasa cukup untuk menghirup udara, Emerald berniat untuk kembali masuk kedalam rumah. Namun, siapa sangka jika ia justru melihat sebuah pemandangan yang membuat hatinya semakin sakit.
...****************...
Kira-kira apa yang di lihat Emerald, ya?
__ADS_1
Tuh, Rald ini masih belum seberapa saja kamu udah ada penyesalan. Bagaimana nanti?