
" Aden, cari tahu dimana saja tempat yang suka di kunjungi oleh istri saya!" titah Geva pada asistennya.
" Baik bos."
Dengan kecepatan kilat, Aden sudah berseluncur mencari tahu tempat-tempat yang sering di kunjungi oleh Zada. Namun, ternyata baru saja berseluncur mencari ke media sosial gadis itu, dia sudah seakan memberitahukan dimana keberadaannya.
Zada, memang tipe gadis yang cukup suka mengabadikan kegiatannya di media sosial. Hanya saja, tidak selalu terang-terangan.
Setelah mengetahui dimana keberadaan Zada, Aden segera mengemudikan mobilnya menuju ke tempat itu. Untungnya tempat itu tak jauh dari kantor sehingga tidak butuh waktu yang lama untuk sampai.
Aden menghentikan mobilnya di sebuah parkiran cafe yang cukup ramai dengan pengunjung.
" Itu nyonya, bos," tunjuk Aden ke arah dimana seorang wanita yang tengah duduk sendirian di sisi pojok cafe. Namun, tiba-tiba ada beberapa pria yang menghampirinya, membuat Geva mengepalkan tangannya.
Cafe itu memiliki desain dengan kaca transparan sehingga orang dari luar bisa melihat apa yang terjadi di dalam cafe.
Tanpa berlama-lama, Geva segera membuka pintu mobil. Dia paling tidak suka ada laki-laki yang berusaha mendekati wanita miliknya. Akan tetapi, tiba-tiba Aden kembali memanggilnya.
" Bos."
"Ada apa?"
" Bunga anda ketinggalan," kata Aden memwberita saat melihat Geva melupakan buket bunga mawar putih yang di mix dengan bunga clover.
Geva pun mengambil buket bunga itu, dan berjalan memasuki cafe.
" Selamat datang," sapa seorang waiters.
__ADS_1
Melihat ada pria tampan yang memasuki cafe, membuat beberapa wanita terpesona. Sekalipun auranya yang terlihat dingin, tetap tak mengurangi kadar ketampanannya. Justru semakin membuat damagenya menjadi terlihat lebih kuat.
(Tatapan Paman Geva saat melihat ada laki-laki yang mencoba mendekati wanitanya)
Kaki jenjangnya terus melangkah menuntun ke arah dimana seorang gadis cantik yang tengah di goda oleh beberapa pria. Namun, Zada tak menanggapinya. Ia justru terus bersikap acuh, bahkan membuang muka ke arah lain seakan memberikan penolakan secara halus agar para pria itu pergi.
Geva menepuk pundak salah satu dari pria itu, lalu memberikan kode dengan tatapan tajam dan menghunus tanpa bicara. Tapi, sudah mampu membuat Geva mereka perlahan menyingkir.
" Bunga yang cantik untuk wanita cantik," ucap Geva seraya menyodorkan buket bunga di depan Zada.
" Saya tidak butuh bunga!" tolak Zada.
" Kalau begitu, saya duduk di sini, ya?" tanya Geva yang berpura-pura menjadi seorang pelanggan yang tengah mencari tempat duduk.
Melihat Zada yang justru celingukan menatap ke arah lain, membuat Geva memegang dagu Zada agar menatapnya.
" Jangan menatap ke arah lain jika ada aku di hadapanmu!" titah Geva dengan memasang wajah tak suka.
" Lagipula kenapa Kamu bisa ada di sini?" tanya Zada bingung kenapa suami pura-puranya bisa mengetahui keberadaannya.
Geva sedikit merendahkan tubuhnya agar wajahnya bisa sejajar dengan wajah Zada. Lalu, tangannya beralih menyentuh puncak kepala sang istri.
"Tentu saja untuk menemui istriku yang cantik," ucap Zada yang tiba-tiba berubah menjadi lembut dengan senyuman manis.
Duh ... Meleleh hati adek bang
__ADS_1
" Sosweet sekali ...," seru seorang gadis yang ternyata sejak tadi masih terus memperhatikan Geva.
" Iya, apalagi senyumnya sangat manis sekali. Manis gula lewat," seloroh gadis lainnya yang mengagumi ketampanan seorang Gevariel.
Geva yang mendengarnya tentu semakin besar kepala. Ternyata, ketampanannya masih sempurna seperti biasa, tapi kenapa hal itu terlihat biasa saja di mata Zada?
Apakah mata Zada minus sehingga tak bisa melihat dengan jelas pahatan indah di hadapannya saat ini?
Setelahnya, Geva duduk di bangku depan Zada agar mereka lebih mudah untuk berbicara.
" Kenapa Kamu bisa tahu kalau aku ada di sini? Apa kamu mengikutiku? atau menaruh mata-mata?" Zada langsung memberondong beberapa pertanyaan sekaligus.
Sementara Geva hanya diam dan terus memandangnya dengan bertopang dagu.
" Jangan menatapku seperti itu! "tukas Zada yang merasa tak nyaman terus di tatap Geva.
" Kenapa? Apakah salah menatap wajah cantik istri sendiri? "lagi-lagi Geva mengeluarkan kata-kata mengandung gombalan yang dapat membuat jantung berdetak tak karuan.
" Bisakah jangan memanggilku istri?" protes Zada yang tak suka Geva menyebutnya istri. Pasalnya, Zada hanya menganggap bahwa pernikahan mereka itu hanyalah sandiwara guna menghancurkan acara pernikahan Veena dan Emerald.
" Memangnya kenapa? Bukankah kamu memang ___" Zada spontan membungkam mulut Geva yang berbicara semakin lantang.
Sementara Geva justru menjahili dengan mengeluarkan salivanya, dan spontan Zada langsung melepaskan tangannya.
" Kamu jorok sekali!" cemoh Zada sambil segera mengelap tangannya yanb basah oleh saliva Geva.
" Siapa suruh kamu membekap bibir seksiku!" tukas Geva yang kembali narsis. Sedangkan Zada hanya melongo mendengar seorang pria memuji bibirnya sendiri seksi.
__ADS_1
...****************...