Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 42 : Bertekad


__ADS_3

" Brak!"


Sebuah dokumen di lempar ke atas meja. Pria dengan tubuh tinggi, tegap, tampan bak seorang aktor terlihat sangat kesal sekali akibat tuntutan yang di layangkan pihak Nuraga grup ke perusahaannya.


Apalagi, perusahaannya harus di paksa menghentikan produksi serta penjualan pakaian yang menggunakan desain milik perusahaan Nuraga Fashion. Padahal, baju-baju itu termasuk yang paling besar peminatnya. Apalagi karya Four leaf Clover tapi sayangnya, mereka tak bisa apa-apa karena desain itu sudah di daftarkan hak ciptanya serta penjual juga bukanlah pemilik asli karya itu. Alhasil, Perusahaan Wear Me mengalami kerugian yang cukup besar.


Awalnya, mereka pikir bisa mengelak karena sudah launching terlebih dahulu serta membelinya secara resmi. Bukan dengan sengaja meniru/menjiplak. Namun, siapa sangka jika Pihak Nuraga grup mengkonfirmasi bahwa penjualan itu ilegal karena tanpa persetujuan sang pemilik karya.


" Bagaimana sekarang keadaan klien dan pasar?"tanya pria itu pada para karyawan yang ada di sana. Dia adalah Skyler Dirgantara, pemilik sekaligus CEO perusahaan Wear Me.


" Ci-citra kita han-cur bos, " jawab salah satu karyawan dengan suara bergetar. Pasalnya, dia ketakutan dengan bosnya yang sedang berada pada mode emosi level tinggi.


Lagipula, siapa yang tak emosi jika perusahaan yang sudah ia bangun dari nol tiba-tiba hancur perlahan akibat gugatan penjiplakan tanpa sengaja. Padahal, tahun ini perusahaannya sudah bisa menduduki rangking ketiga perusahaan pakaian di negeri ini.


" Apakah ada yang bisa memberikan solusi?"tanya Sky yang tiba-tiba ikut menjadi blank seperti ini.


Namun, semuanya diam karena tak ada yang bisa memberikan sebuah solusi. Tiba-tiba, ada salah satu karyawan yang mengangkat tangan. Awalnya, dia mengira bahwa gadis itu akan memberikan sebuah solusi tapi nyatanya dia justru memberitahukan sebuah berita yang semakin membuatnya frustasi dengan apa yang telah terjadi.


" Jadi, mereka tetap melakukan pagelaran busana?"


" Iya,bos. Bahkan, sang desainer asli mengatakan kalau akan ada sebuah kejutan dari desain yang telah di jiplak oleh WM," papar karyawan itu.


Tatapan Sky semakin tajam, rahangnya mengeras, tangannya mengepal kuat-kuat layaknya tengah menahan emosi.


" Bima, cari tahu siapa Desainer asli dari perancang busana Nuraga Fashion!"titah Skyler pada asistennya.


" Baik bos.!"


Gevariel ... tunggu pembalasan dariku!!


...***...


Berhubung hari pagelaran semakin dekat, membuat Zada semakin sibuk. Begitupun dengan Geva. Rencana hari ini, Zada ingin pergi ke konveksi untuk mengecek progres pembuatan pakaian sekaligus ingin meminta penjahit untuk membantu membuatkan menambahkan elemen-elemen untuk desain baru.


Ya, Zada memang mencoba menambahkan beberapa elemen tanpa merusak karya asli untuk membedakan karya dari Nuraga Fashion dengan pakaian Wear Me yang sebelumnya telah melakukan pagelaran. Namun, Zada juga tetap mengeluarkan desain yang asli sebagai perbandingan. Mana yang akan di sukai oleh customer, desain asli atau desain baru.


" Selamat pagi, Pak," sapa Zada ramah pada sang kepala konveksi.

__ADS_1


" Supervisor Zada, "sambut pria itu yang masih berusaha untuk ramah.


"Tumben dateng ke sini sendiri, ada perlu apa,ya ?"tanya sang kepala konveksi.


Berhubung akan berbicara serius, sang kepala konveksi mengajak Zada untuk duduk di sebuah ruangan yang memang biasanya di gunakan untuk menyambut para petinggi perusahaan jika datang berkunjung.


Setelah mendudukkan diri di sebuah kursi, Zada langsung mengeluarkan sampel desain baru yang telah ia selesaikan.


" Begini, sebelumnya saya minta maaf jika harus menambah beban kerja kalian. Tapi, Bapak juga sudah tahu 'kan kalau beberapa desain pakaian kita sempat di jiplak, bahkan sudah di pasarkan."


Sang kepala konveksi masih menyimak. Berita tentang hal itu memang sudah di ketahui banyak orang karena sudah tak menjadi rahasia umum lagi sejak sudah menemukan pelakunya.


" Maka dari itu, saya ingin menambahkan beberapa elemen pembeda dari desain awal."


Menambah Elemen? itu berarti mereka harus kerja dua kali? Apakah wanita ini sudah gila? desain yang kemarin saja belum selesai seratus persen, masak sudah mau di tambah lagi?


Zada langsung memperlihatkan sampel Desai yang sudah ia keluarkan tadi. Rencananya berusaha untuk berdiskusi, tapi ternyata langsung mendapatkan sebuah penolakan.


" Mohon maaf Supervisor Zada, sepertinya kami tidak bisa mengerjakan,"tolak sang kepala konveksi.


" Tapi, elemen ini hanya simple kok tanpa merusak desain awal, dan saya hanya butuh satu pakaian setiap desain."Zada masih berusaha untuk meyakinkan sang kepala konveksi.


" Huh?"Zada terlihat terkejut saat mendengar kepala konveksi menyuruhnya untuk mengerjakan sendiri? Bukankah hal ini adalah pekerjaan mereka.


" Pak, Rencana ini sudah di setujui oleh Direktur. Jadi__"


" Saya tidak peduli, lagipula anda sungguh keterlaluan masak iya menambah pekerjaan lagi di saat pekerjaan yang sebelumnya saja belum selesai. Hari pagelaran tinggal beberapa hari lagi, jadi kita sangat sibuk untuk menyelesaikan pekerjaan yang sebelumnya.Jika anda tetap kekeh ingin menambahkan elemen, kerjakan saja sendiri! kebetulan ada mesin jahit yang kosong." sang kepala konveksi menunjuk sebuah mesin yang sedang tak di gunakan karena karyawannya sudah keluar.


Setelahnya sang kepala konveksi meninggalkan Zada begitu saja di ruangan itu.


" Pak ...,".panggil Zada pada kepala konveksi.


" Ada apa lagi?"ketus pria itu.


" Apakah bahan-bahan di semua__"


" Tidak ada!"potong kepala konveksi.

__ADS_1


Setelahnya, Zada pun pergi dari tempat konveksi. Zada kembali menatap sampel desain yang ia buat.


Zada menarik nafasnya dalam-dalam, lalu memupuk tekadnya untuk tetap menambahkan elemen -elemen sesuai keinginannya.


Berhubung belum ada bahan, maka dia akan belanja bahan terlebih dahulu. Sebelum pergi, Zada meminta beberapa pakaian yang sudah selesai produksi yang nantinya akan ia tambahkan elemen.


Untung saja semesta tak mempersulitnya hingga dengan mudah mendapatkan semua bahan-bahan itu. Berhubung sudah waktunya makan siang, Zada berhenti di sebuah rumah makan untuk menambah energi. Setelahnya, dia akan langsung pergi menuju rumah sewanya karena alat-alatnya masih ada di sana. Belum di pindahkan semua ke penthouse milik Geva.


Di saat menunggu makananya datang, tiba-tiba sebuah pesan masuk dari Geva.


Geva [ Sayang, sudah makan siang?]


Zada [ Ini lagi menunggu pesanan datang]


Geva [ Oh,ya. Gimana pembicaraan dengan


pihak konveksi? Apakah berjalan


dengan lancar?]


Zada [ Kurang lancar, tapi tidak masalah.]


[ Oh, ya. Hari ini aku izin pulang ke


rumah sewa dulu ya, soalnya ada


sesuatu yang ingin aku kerjakan.]


Akibat kejadian kemarin, Zada sekarang selalu memberitahukan pada Geva kemana dia pergi agar pria itu tak panik jika tidak menemukannya.


Geva [ Oke, tapi malam tetap aku jemput]


Baru saja Zada ingin mengetik balasan pesan untuk Geva, tiba-tiba ada seseorang yang menghampirinya.


"Boleh saya duduk di sini?"


Zada mendongakkan kepalanya untuk melihat siapa orang itu.

__ADS_1


...****************...


Kira-kira, siapa ya orang yang menghampiri Zada? Komen di bawah 😁


__ADS_2