
Waktu menjelang acara pagelaran semakin dekat, dan semua orang pun semakin sibuk terutama tim desain. Namun, siapa sangka jika ada berita buruk yang datang menghampiri.
" Direktur Anna, coba anda lihat gaun-gaun dari Wear Me." Elisa selaku sekretaris Anna menyodorkan tablet miliknya.
Dari layar itu, Annabeth dapat melihat foto-foto gaun dari perusahaan Wear Me yang baru saja launching. Sepasang Netra itu membulat sempurna ketika melihat ada beberapa gaun yang sangat mirip sekali dengan desain milik Nuraga Fashion.
Anna semakin menajamkan pengelihatannya, dan semakin mengamati beberapa desain itu yang memang sangat mirip sekali dengan pakaian Nuraga Fashion yang akan ada di acara pagelaran.
" Kapan mereka launching?"tanya Anna.
" Hari ini, " jawab Elisa.
" Kamu hubungi desainer Nuraga Fashion, suruh dia datang kemari!"titah Annabeth dengan wajah penuh kecemasan. Bagaimana tak cemas, acara Pagelaran tinggal seminggu lagi dan tiba- tiba muncul berita seperti ini tentu saja membuatnya cemas bercampur bingung. Apalagi, semua pakaian hampir selesai produksi.
...***...
Di sebuah bandara, terlihat dua orang pria dengan tubuh tegap baru saja keluar dari gerbang kedatangan. Cuaca yang sangat panas, membuat tubuh Geva sedikit mengalami shock. Pasalnya selama seminggu lebih ia berada di negara dengan cuaca dingin.
" Cuaca di Indonesia sangat panas sekali, sepertinya setelah acara pagelaran selesai aku harus mengajak Zada pergi honeymoon ke tempat yang dingin." Geva bermonolog sendiri. Baru membayangkannya saja sudah membuat Geva senyum-senyum sendiri. Andai kemarin Zada sedang tak sibuk, mungkin dia akan memboyong istri untuk menemaninya pergi dinas.
Tak butuh waktu lama, mobil yang menjemput mereka telah sampai. Geva dan Aden segera masuk ke dalam mobil.
Baru saja menyalakan ponselnya, Aden sudah mendapatkan sebuah notifikasi pemberitahuan bahwa beberapa desain milik Wear Me yang baru saja di rilis mirip dengan desain Nuraga Fashion.
" Bos, desain pakaian kita ada yang menjiplak!"kata Aden memberitahu.
" Maksud kamu apa?"tanya Geva bingung.
Tanpa banyak bicara, Aden langsung memberikan aipad nya agar Geva bisa melihat langsung. Sama halnya dengan Anna, Geva pun ikut terkejut melihat desain milik pesaing bisnisnya itu sangat mirip dengan desain perusahaannya yang masih dalam proses produksi.
Kemudian, sebuah notifikasi pesan masuk dari para penjaga yang mengawasi Zada dari kejauhan. Melihat sebuah vidio Zada yang pergi dengan terburu-buru di saat jam kantor, membuat Geva penasaran. Ia pun segera menelpon istrinya.
Tak butuh waktu lama, panggilan itu sudah di angkat.
" Halo, sayang. Kamu ada di mana?"tanya Geva berpura-pura tak tahu.
" Ada di jalan, ada apa?"jawab Zada jujur karena kalaupun berbohong Geva juga pasti akan tahu dari para mata-matanya itu.
" Mau kemana? Bukankah ini masih jam kerja?" Geva kembali bertanya.
" Oh, barusan Asisten Direktur Anna menelepon dan menyuruhku untuk datang ke kantor pusat karena katanya ada satu hal yang ingin Direktur Anna bicarakan." Ketika menelpon, Elisa memang tak mengatakan soal desain yang sama karena hal itu tak nyaman jika di bicarakan lewat telepon.
__ADS_1
" Pak, ke perusahaan!"titah Geva pada sang supir yang masih terdengar oleh Zada.
"Kamu sudah pulang?"tanya Zada yang memang tak tahu jika Geva pulang hari ini. Pasalnya, pria tiga puluh dua tahun itu berniat untuk memberikan sebuah kejutan pada sang istri. Namun, siapa sangka jika ia justru mendapatkan sebuah kejutan berita buruk tentang penjiplakan desain pakaian.
Geva berani mengatakan penjiplakan karena dia tahu betul jika desain itu murni di buat oleh sang istri. Tapi, kenapa perusahaan Wear Me bisa menjiplak desain yang belum saja launching, ini masih menjadi tanda tanya besar.
...***...
Sesampainya di kantor divisi perancangan, seorang resepsionis terlihat menghubungi asisten Direktur Veena, dan tak lama kemudian muncul seorang wanita dengan memakai kacamata bulat serta penampilan yang sangat rapi menghampiri dirinya.
" Anda Supervisor Zada dari Nuraga Fashion?"tanya wanita itu.
Zada mengangguk.
Setelahnya, wanita itu mengajak Zada pergi menuju ruangan Direktur Anna. Sesampainya di ruangan yang terbilang luas, terlihat wanita cantik sedang berbicara dengan seseorang lewat telepon.
" Direktur, Supervisor Zada sudah datang," kata Elisa memberitahu.
Annabeth berbalik, dan memberikan kode agar Zada duduk terlebih dahulu. Sementara dia masih menyelesaikan pembicaraan dengan seseorang di ujung telepon.
" Baiklah, kalau begitu aku tutup dulu panggilannya,ya," pamit Anna pada orang itu.
" Bisa kamu jelaskan apa maksud dari ini semua?" tanya Anna dengan wajah dingin, tak seramah dulu ketika ia datang berkunjung untuk melihat sampel pakaian dan draf desain.
Dahi Zada terlihat berkerut, ia cukup bingung apa maksud dari perkataan direktur Anna? Demi menjawab rasa kebingungan itu, Zada langsung mengambil aipad yang ada di depannya.
Ekspresi Zada terlihat sama dengan Veena dan juga Geva ketika melihat foto-foto itu.
Terkejut!
" Ini___"
" Itu pakaian dari perusahaan Wear Me yang baru saja launching beberapa jam lalu. Zada, bisa kamu jelaskan darimana desain itu kamu dapatkan?"hardik Direktur Anna yang mengira bahwa Zada penjiplak.
" Itu desain saya sendiri,"jawab Zada jujur.
" Jika itu desain kamu, kenapa bisa sama persis dengan Desain Wear Me? tidak mungkin 'kan ada kebetulan ide yang begitu banyaknya."
" Jika hanya satu desain, mungkin bisa jadi. Tapi ini ada beberapa, seakan-akan desainer aslinya memang hanya satu tapi ada yang menjiplak atau___"
" Saya bukan penjiplak!"potong Zada yang tak terima di tuduh penjiplak. Pasalnya, semua ide desain itu berasal dari dirinya sendiri bukan meniru karya orang lain.
__ADS_1
" Jika seperti itu, apakah Wear Me yang menjiplak?"
" Mungkin saja," jawab Zada.
" Tapi kita belum launching produk itu, jadi mana bisa mereka menjiplak?" papar Direktur Anna yang berpikir sesuai logika.
" Mereka juga baru rilis hari ini 'kan? Sedangkan desain saya sudah selesai dua minggu yang lalu. Jadi, mana mungkin saya menjiplak," balas Zada yang memutar balikkan sebuah fakta.
Sebenarnya, apa yang dikatakan Zada maupun Anna ada benarnya. Mana bisa orang menjiplak jika belum melihat barang yang asli.
Tak lama kemudian, terdengar suara derap langkah kaki mendekat dan terlihat Geva membuka pintu tanpa mengetuknya terlebih dahulu.
" Geva ...,"lirih Anna dan Zada.
Geva berjalan mendekati Zada, namun langkahnya tiba-tiba terhenti ketika mengingat kembali jika mereka sedang berada di kantor.
" Kapan kamu kembali?"tanya Anna yang tahu jika Geva sedang pergi perjalanan dinas.
Sementara Zada dan Geva hanya menyapa lewat tatapan yang cukup dalam. Andai sedang tak berada di kantor, Geva pasti akan langsung memeluk Zada guna meluapkan rasa rindu.
Melihat tatapan Geva yang tak biasa pada Zada, membuat Anna merasa aneh.
" Gev,"Panggi Anna yang tak memakai panggilan Tuan atau bos. Panggilan tersebut terkesan lembut dan sangat akrab.
" Apa yang sebenarnya terjadi?"tanya Geva yang mencoba untuk fokus ke masalah.
" Aku percaya, jika Zada tidak mungkin menjiplak!"kata Geva yang terdengar membela dan percaya dengan Zada seusai mendengarkan penjelasan dari Anna.
" Kenapa kamu bisa begitu percaya dengan dia?"tanya Anna merasa aneh.
" Karena___" Zada terlihat menggeleng pelan seakan memberikan sebuah kode agar Geva jangan sampai membongkar hubungan mereka, apapun yang terjadi.
Di saat sedang menunggu jawaban dari alasan Geva, tiba-tiba sebuah notifikasi pesan masuk ke ponsel Veena.
" Temanku sudah mengkonfirmasi jika mereka mendapatkan desain itu dari seseorang yang mengirimkan draf desain itu lewat email. Dan mereka juga membeli hak milik desain itu,"terang Veena seraya memperlihatkan bukti email dan pembayaran.
Geva dan Zada pun langsung melihat bukti itu, dan keduanya sama-sama melongo.
...****************...
Waduh, kira-kira apa ya? dah mulai masuk konflik lagi
__ADS_1