
Sesampainya di rumah sewa, Zada langsung merebahkan tubuhnya diatas sofa panjang yang ada di ruang tamu. Nafasnya terdengar naik turun akibat kabur dari tempat pernikahan.
Huft
" Kenapa semua ini bisa terjadi?" gumam Zada yang tak pernah mengira bahwa dia akan menikah pura-pura dengan Paman dari mantannya.
Tak lama kemudian, terdengar suaran pintu yang di buka dan memperlihatkan Reya yang baru pulang.
" Ternyata lo sudah pulang rupanya, Za! Jadi nyesel gue nyariin Lo! "tukas Reya dengan raut wajah cemberut ketika melihat Zada pulang duluan tanpa memberi tahu dirinya. Padahal, tadi ia sudah bingung mencari-cari dimana keberadaan gadis itu, dan di hubungi juga tidak bisa. Alhasil Reya seperti seorang ibu yang kehilangan anaknya. Tapi mengingat bahwa Zada bukanlah anak kecil yang tak tahu jalan pulang, Reya memutuskan untuk pulang saja.
" Sorry, aku tadi buru-buru, "jawab Zada dengan tubuh lemas seperti kehabisan energi.
" Ya seenggaknya, Lo 'kan bisa ngehubungi gue! Bukan diem-diem kayak gini!"
Menyadari bahwa sahabatnya itu sedang kesal, Zada pun bangkit dari tidurnya lalu mengenggam tangan sahabatnya untuk meminta maaf.
Beginilah efek ngeblank gara-gara tahu bahwa pria yang menikahinya tadi adalah paman Emerald hingga membuat Zada melupakan segalanya.
"Wajah lo kenapa murung begitu? Bukankah rencana berjalan dengan lancar, ya? "tanya Reya yang belum tahu kalau pria yang berpura-pura menikah dengan Zada tadi bukanlah pria sewaannya.
Berhubung membicarakan soal rencana hari ini, Zada seketika menatap Raya cukup dalam. Ia ingin tahu soal pria bayaran itu.
" Kenapa Lo natap gue seperti itu? Apa ada yang salah?" tanya Reya bingung.
" Kamu punya foto pria bayaran itu?" Bukannya menjawab pertanyaan Reya, Zada justru bertanya soal pria bayaran yang telah di sewa oleh sahabatnya.
__ADS_1
Sebelumnya, Reya memang hanya memberi tahu ciri-ciri dari pria bayaran itu tidak memperlihatkan fotonya. Kata Reya, Zada cukup percaya akan pilihannya yang jelas sahabatmya itu akan puas.
Selain tak tahu wajah dari pria bayaran itu, Zada juga sedikit tak percaya jika Paman Emerald menjadi pria bayaran. Walau Emerald tak pernah mengajaknya bertemu keluarga besarnya, tapi Zada cukup tahu bahwa mantan kekasihnya itu berasal dari keluarga kaya raya. Jadi, mana mungkin dia bekerja sebagai pria bayaran. Apalagi namanya mirip__
" Tidak? Tidak mungkin 'kan itu dia?" gumam Zada yang menyadari bahwa nama pria itu sama seperti nama Ceo baru Nuraga grup.
" Za!" panggil Reya yang seketika membuyarkan lamunan Zada.
" Ya, ada apa?"
" Kok ada apa? Nih, efek kebanyakan melamun!" kesal Reya.
" Sorry ... Sorry. Oh, ya. Tadi kita bahas apa, ya?" Entah apa yang terjadi hingga membuat Zada berubah menjadi pelupa seperti ini. Padahal, baru saja di bahas.
Reya hanya geleng-geleng kepala menghadapi tingkah laku sahabatmya yang menjadi sangat aneh seusai pulang dari acara pernikahan. Apa dia masih sakit hati karena di tinggal nikah? Tapi, bukankah rencana untuk menghancurkan pernikahan sukses, ya?
" Rey, kok gitu sih!" rengek Zada yang tak di hiraukan oleh oleh Reya. Gadis itu terus berjalan menuju kamarnya.
Sementara Zada masih duduk termangu di sofa. Ingin mencari tahu tentang apakah benar bahwa pria itu adalah Ceo baru Nuraga grup urung karena baterai ponselnya habis. Jadi, terpaksa ia harus mengisi daya terlebih dahulu.
...***...
Suara dering alarm terus berbunyi sangat keras, tapi tak mampu membangunkan gadis cantik yang masih tidur terlelap. Entah efek capek atau kurang tidur selama beberapa hari hingga membuatnya sulit terbangun.
Menyadari bahwa Zada belum keluar juga dari kamarnya, Reya terpaksa menggedor pintu kamar itu.
__ADS_1
" Za, bangun!" teriak Reya yang sudah bersiap-siap untuk berangkat ke kantor. Berhubung jarak kantornya yang lumayan jauh, jadi Reya harus berangkat lebih pagi.
"Ni anak ngebo banget sih!" cibir Reya.
Reya mengambil ponselnya yang ada di dalam tas dan mencoba menghubungi Zada, tapi tak kunjung di angkat-angkat.
" Zada ... Kebakaran!!!" teriak Reya dengan sekuat tenaga. Dan benar saja, hal itu mampu membuat Zada terbangun.
Tak lama kemudian, pintu sudah terbuka dengan memperlihatkan Zada yang berlari dengan penampilan acak-acakkan .
" Kebakaran ... Mana kebakaran ... " Zada terlihat panik. Sementara Reya tertawa terbahak-bahak.
Menyadari bahwa tidak terjadi apa-apa, membuat Zada berbalik ke arah sumber tawa.
" Reya!" kesal Zada dengan memasang wajah marah.
" Kenapa? Siapa suruh ngebo! Gak tau apa ini udah jam tujuh! " terang Reya.
" Jam tujuh?" ulang Zada dengan mata melongo.
" Astaga! Ada rapat pagi ini!" Zada langsung kembali berlari memasuki kamarnya untuk bersiap-siap. Sementara Reya hanya bisa geleng-geleng kepala dan menghembuskan nafas panjang. Setelahnya, Ia segera berangkat ke kantor lebih dulu karena Zada dan Reya bekerja di kantor berbeda.
Selesai bersiap-siap, Zada segera keluar dari rumah sewa dengan tergopoh-gopoh. Namun, langkahnya seketika terhenti tatkala melihat ada seseorang berdiri di depan pintu gerbang rumah sewanya.
" Selamat pagi istriku," sapa pria itu dengan tersenyum manis. Namun, terlihat mengerikan dimata Zada.
__ADS_1
...****************...