Mendadak Menikahi Paman Mantanku

Mendadak Menikahi Paman Mantanku
Bab 58 : Tingkah Absurd


__ADS_3

Mendengar pintu yang di ketuk semakin keras,membuat Reya pun bergegas pergi untuk membukanya.


Ketika pintu terbuka,Reya cukup terkejut saat melihat siapa yang datang. Baru beberapa detik terbuka,Reya langsung kembali menutup pintu rumahnya saat tahu bahwa yang datang adalah Aden.


Sementara Aden terlihat mengerutkan keningnya bingung akan sikap absurd dari Reya. Bukan sikapnya saja yang absurd,tapi penampilannya juga.


"Ngapain pria mesum itu ke sini?" gumam Reya yang terlihat bingung kenapa Aden bisa tiba-tiba datang dan mengetuk pintu rumahnya? Apa jangan-jangan masih masalah tas Zada? Tapi kenapa tidak Zada saja yang mengambilnya?


Aden kembali mengetuk pintu,membuat Reya punya ide buruk untuk mengusirnya pergi. Reya pun membuka pintu kembali dengan ekspresi yang semakin tak karuan,bahkan dia sengaja menguap hingga membuat aroma tak sedap terhirup oleh panca indra Aden.


" Ngapain lo datang ke sini?"tanya Reya sambil menggaruk-garuk bokongnya.


Aden mulai sedikit menjauh dan geleng-geleng kepala saat melihat penampilan Reya yang bisa dikatakan tidak ada feminim-feminimnya. Jangankan feminim, menjaga image sebagai seorang wanita cantik saja tidak ada.


" Saya hanya mau__"


" Kalau soal tas Zada,biar dia sendiri yang mengambilnya!" potong Reya ketus sebelum Aden menyelesaikan ucapannya.


" Bukan soal itu, lagipula Nyonya tidak akan bisa mengambilnya dalam waktu dekat karena dia sedang ada di Paris,"terang Aden.


" Huh!"pekik Reya dengan mulut yang terbuka lebar.


Ingin rasanya Aden pergi saja dari sana karena tak mampu mencium aroma tak sedap itu. Tapi,dia punya sebuah tugas dari Zada.


"Apa kamu tadi belum gosok gigi? bau sekali!" hina Aden sambil mengibas-ngibaskan tangannya untuk mengusir aroma tak sedap itu.


Andai dia bukan Aden, pasti Reya akan sangat malu di hina seperti ini oleh seorang laki-laki. Tapi berhubung yang mengatakan adalah pria yang sangat ia benci karena sudah seenaknya menciumnya di tempat umum, Reya justru semakin menggila dengan menghembuskan bau mulutnya yang memang sedang beraroma tak sedap. Selain belum gosok gigi,juga masih tercium aroma alkohol karena semalam Reya mabuk.


Sementara Aden hanya bisa geleng-geleng kepala melihat tingkah Reya yang semakin absurd.


Reya tertawa. " Kalau belum kenapa?Lagian lo juga datangnya di saat gue baru bangun tidur."


" Pantes saja ...,"lirih Aden.


" Oh,ya. Kalau Zada memang sedang ada di Paris, tasnya biar sama gue aja! Soalnya,gue hanya menerima Zada sendiri yang mengambilnya!"tandas Reya seraya menutup pintu kembali dengan keras.


Aden sempat terjingkat saat mendengar pintu itu di tutup dengan keras. Ia tak pernah menyangka jika Reya lebih bar-bar daripada Zada. Berhubung tugas yang di berikan Zada belum selesai,Aden masih berusaha mengetuk kembali pintu rumah Reya. Namun,gadis itu tak menghiraukannya sedikitpun.

__ADS_1


Mengingat kembali perkataan Aden yang mengatakan bahwa Zada sedang berada di Paris,membuat Reya jadi kesal. Ia seakan merasa kalau Zada sudah tak lagi sama seperti dulu. Masak pergi liburan tak bilang-bilang padanya sih? Jangankan itu, ucapan selamat natal saja tak ada.


Reya kembali mengedarkan pandangannya ke sekeliling rumahnya yang tampak begitu sepi,tak seperti rumah orang yang akan merayakan malam Natal. Biasanya,rumah ini akan di penuhi dengan hiasan-hiasan sederhana ala Natal yang di buat sendiri oleh Zada, tapi sekarang hanya ada camilan dan bekas botol bir yang berserakan di meja maupun lantai.


Reya mencoba membuka layar ponselnya,dan ada sebuah notifikasi DM masuk.


@CloverZada


Merry Christmas and happy new year,Rey. Sorry, Natal dan tahun baru kali ini gak bisa nemenin. Soalnya, Geva tiba-tiba membawaku ke luar negeri. Tapi kamu tenang saja karena akan tetap ada orang yang akan menemanimu menghabiskan malam natal sebagai penggantiku.


Pengganti?


Reya langsung teringat kembali pada Aden yang tadi terlihat seakan menenteng sesuatu di tangannya.


" Jangan bilang,kalau Zada___" Reya kembali menatap ke arah pintu yang masih tertutup. Namun, tak lagi terdengar suara ketukan dari luar.


Reya pun bergegas pergi untuk membuka pintu,tapi Aden sudah tak ada di sana.


" Ah, sudahlah! Lagian gue juga gak butuh teman seperti dia!"gumam Reya seraya mencoba kembali menutup pintunya. Namun, ia melihat ada bingkisan yang di letakkan di samping pintu rumahnya.


...***...


Di belahan dunia lain,terlihat seorang wanita cantik yang baru saja selesai mandi. Walau cuaca di luar sangat dingin,tapi Zada tetap merasa tak nyaman karena belum mandi sejak kemarin. Jadi,ia memutuskan untuk mandi saja. Toh,pakai air hangat juga.


Baru saja keluar dari kamar mandi, terdengar ponsel Geva yang terus berbunyi. Sementara sang pemilik masih tertidur nyenyak tak berkutik sedikit pun. Jadi,Zada pun mencoba untuk melihat siapa yang menelpon. Ternyata Aden, Zada pun mengangkatnya dan mendengarkan Aden melaporkan soal tugas yang ia berikan.


" Memangnya kalian ada masalah apa sampai Reya galak begitu denganmu?"tanya Zada yang langsung membuat Aden terdiam. Zada sangat mengenal Raya, dia tidak akan bersikap galak pada seseorang yang tidak mempunyai masalah dengannya.


"[Em ...,nyonya maaf ada telepon penting masuk.]" Aden mencoba mencari alasan untuk mengakhiri panggilan itu. Sementara Zada semakin merasa yakin kalau ada sesuatu yang di sembunyikan oleh Aden darinya. Tapi apa?


Setelah panggilan di matikan,Zada pun bersiap untuk mengganti pakaian. Tapi,tiba-tiba ponsel Reva kembali berdering. Namun,panggilan itu bukan dari Aden,melainkan dari orang lain.


" Kenapa dia menelpon Geva?"gumam Zada yang entah kenapa merasa sangat tak suka saat melihat nama yang tertulis di layar itu. Apalagi saat mengingat kembali apa yang ia lakukan pasa suaminya kemarin,membuat Zada semakin kesal dan membencinya.


Begitulah wanita yang akan merasa kesal pada wanita yang dekat dengan suaminya.


Zada mencoba untuk tak menghiraukan panggilan itu,tapi Annabeth terus saja menelpon tanpa henti. Berhubung Geva masih tertidur, Zada pun memutuskan untuk mengangktanya karena ia ingin tahu apa yang akan di bicarakan oleh wanita itu pada suaminya.

__ADS_1


" Halo Gev,akhirnya kamu mengangkat teleponku." Terdengar suara helaan nafas panjang dadi Annabeth layaknya orang yang sedang medasa lega.


"[Oh,ya,Gev. Kamu kemarin kemana sih? Kok tiba-tiba pergi begitu saja, di telpon juga tidak aktif. Padahal 'kan masih banyak hal yang ingin aku bicarakan.]"


Memangnya apa yang ingin kamu bicarakan sama suamiku,huh? Dasar gatel!


Zada hanya bisa mengatakan itu semua dalam hati karena dia belum siap untuk ketahuan jika yang mengangkat panggilan telepon ini bukanlah Geva.


" [Gev, kamu kok diam saja sih? Kamu dengerin ucapanku gak sih?]"


* Em." Zada mencoba menirukan deheman Geva.


"[Kok cuma gitu jawabnya?]" Anna terdengar kesal dengan suara yang di buat manja. Benar-benar tak terlihat layaknya seorang Direktur Anna yang tegas, melainkan seorang gadis biasa yang sedang merajuk pada kekasihnya.


Kekasih? Masak iya mereka berdua ada hubungan spesial?


Sebuah pikiran buruk mulai melintas di pikiran Zada.


" Gev ... kok cuma diem aja sih? ngomong dong."


Memangnya lo mau suami gue ngomong apa?


Jika panggilan lo gue sudah terucap oleh Zada,itu pertanda bahwa dia sedang dalam kondisi kesal dan sangat tak menyukai orang itu.


" Sayang ... kamu dimana?" panggil Geva yang langsung membuat Zada gugup. Tapi, bukankah ini sebuah kesempatan untuk menghempaskan para bibit pelakor?


Akhirnya, Zada pun membiarkan panggilan itu tetap tersambung dengan mematikan volume agar Geva tak mendengar suara Anna tapi Anna mendengar percakapan mereka. Sementara Geva sudah menghampiri Zada dan memeluknya erat.


" Kamu habis mandi sayang?"tanya Geva saat melihat Zada yang masih memakai bathrobe.


Zada menjawab dengan deheman lirih agar Anna tak terlalu mendengar suaranya..


" Emangnya gak dingin? Terus, kenapa gak cepet ganti baju? Nanti masuk angin loh, atau jangan-jangan ... kamu memang sengaja ingin memancingku, ya ...."goda Geva yang sudah bersiap untuk mencium Zada. Namun,gadis itu kembali menutup bibir Geva dengan ujung jarinya.


...****************...


Belah durennya di skip aja gimana?

__ADS_1


__ADS_2